RSS

tulis komentarmu

 

90 responses to “tulis komentarmu

  1. BAGUS

    Mei 23, 2007 at 2:58 am

    HAI DEWI…kamu ikutan aja Fest Film Dokumenter FILMU menarik tuh

     
  2. Tonai

    Mei 23, 2007 at 3:31 am

    Film perjuangan “Bagus” lah …., kalo semisal senapan diganti ama “debog” pisang … oi lebih bagus lagi n layak jual banget misal ditampilin diluar negeri. Coba lebih diklasikin lagi san … jadi ga begitu keliatan modern walaupun kategoinya masih masuk ke film pendidikan …. Hidup perfilman Cilacap

     
  3. dewi

    Mei 23, 2007 at 6:17 am

    INI DEWI…aku butuh comment tentang polemik BENTENG PENDEM..
    untuk film ku yang belum tersekesaikan ..semoga cepat selesai
    AKU TUNGGU COMMENT nya ya..

     
  4. SANGKANPARAN

    Mei 23, 2007 at 6:29 am

    TERIMAKASIH ATAS COMENT yang telah masuk
    SEMOGA MENJADIKAN komunitas kami LEBIH BERSEMANGAT

     
  5. sangkanparan

    Mei 23, 2007 at 6:33 am

    SELAMAT BERBAGI PENGALAMAN bersama komunitas kami
    KAMI MENANTIKAN KOMENTAR ANDA

     
  6. WARI

    Mei 24, 2007 at 8:46 am

    HAI AKU WARI BOLEH KENAL DGN SK PARAN GA?

     
  7. bowo

    Mei 28, 2007 at 5:43 pm

    San, wis maen koh bloge. Ngko bocahan CeeLCe tek latih dolanan internetan disit ben pada ngerti, nembe inyong tek sinau meng rika kabeh gawe blog nggo CeeLCe.
    Tuli lucu mbokan, nek CeeLCe nduwe blog ning ora teyeng mbukak. Dudu merga salah bocahan, ning salaeh bupatine, terlalu pede. Jere Purbalingga wis maju, anu warnet bae ketinggalan jaman, ngisin-isini mbokan?!
    Paling nek esih kurang ya kuwe, kotrete Oki karo Virgin, mageh de tampilna, karo nggo tamba ngantuk kiye inyong gele ngrampungna pegawean neng njrakata tuli dengat-dengut koh…

     
    • poetry

      Februari 15, 2011 at 5:15 am

      goods2000x

       
  8. Leonardo

    Mei 31, 2007 at 2:57 pm

    Nice Comunity , bnyk info FILM yg bgs . Hidup independente movie….

     
  9. Y. Jaka Cahyana

    Juni 3, 2007 at 8:45 am

    Nyanyian Kamera

    Dari tak ada menjadi ada
    air mengalir
    udara bergerak
    matahari menyengat
    alat-alat berarus listrik merenda medan-medan magnet
    warna demi warna merenda kata-kata
    peradaban demi peradaban melaju dengan kencang
    kamera dalam genggaman tangan
    siap menerakan pada sepenggah kisah
    berikan makna pada kehidupan
    Di mana Sang Hidup tak pernah membunuh
    Dan Sang Hidup tak kan pernah mati.

    Cilacap, 3 Juni 2007

    (Y. Jaka Cahyana)

     
  10. pilaxz

    Juni 6, 2007 at 1:27 pm

    Be di UMP 13 mei 2007 ada workshop pembuatan blog pembicaranya bayu leksono CLC emangnya ada yang namanya bayu leksono????????
    Yang aku tau di CLC BOWO LEKSONO

     
  11. BADRUDDIN EMCE

    Juni 19, 2007 at 3:05 pm

    Salam,
    Terima kasih banyak. Sangkanparan tidak hanya membantu setiap kerja Tjlatjapan Poetry Forum. Lebih dari itu : mendorong dialog antara sastra dan film. Dengan ini, saya merasa ke depan Cilacap di gelanggang kebudayaan akan lebih diperhitungkan sepanjang seniman tetap berpegang pada komitmennya : membangun Cilacap dengan ketajaman intuisi seniman.
    Viva Artistica!

    Tjlatjapan Poetry Forum

     
  12. ST

    Juni 22, 2007 at 3:27 am

    Hohoho…
    Kang awang-awang sinawang sangkanparan
    sing dadi panutan pelajar Cilacap
    mugo langgeng lancar ing gawe
    Insan, kapan dolan KBhiwangga?

     
  13. Mori Regita

    Juni 28, 2007 at 11:03 am

    Duh, kapan ada baca puisi lagi. Aku baca di ulasan Koran Sindo tentang Tjilacapan Forum yang bikin kegiatan Kebun Serayu. Minta alamatnya dong sama nomor teleponnya Tjilacap Forum.
    Sekalian minta alamatnya Mas Nanang Anna Noor dong……..hiii pemain sinetron kok masih maunye baca puisi. Itu orang gila yang suka bikin gger di Yogyga. Aku kangen.Tolong ya masssssss
    Makacih

     
  14. BAGUS

    Juni 28, 2007 at 3:27 pm

    MORI REGITA..untuk alamat Tjlatjapan Poetry Forum ada di bawah artikel kok..COBA deh baca sampai selesai. THANKS ya ..tar kalo ada agenda SASTRA lagi kami kabari..OKS (Bagus-operator)

     
  15. A eMeF

    Juni 28, 2007 at 3:41 pm

    SaLam buat PaK Guru.
    Boleh doNg aku jaDi aktoR film dokuMenternya SANGKANPARAN…!
    GUe Ganteng kok, SUEERRRR………. pokoKnya bisa di prospek deh.
    oH ya, akU pIngin lihaT filM yang AKtornya SUGEng, kook Mas Insan MiriP SUgeng sihHH…….??
    Design Webnya di ganti dong.
    JAYALAH SANGKANPARAN.

     
  16. Amal Liga

    Juli 10, 2007 at 2:45 am

    Hi..
    Salam Kenal..
    Saya sebagai marketing, kepada reken-rekan yang bergerak dibidang Production House (PH), yang ingin menjadikan rumah mewah dengan lokasi di Puri Cenere sebagai tempat pebuatan Iklan dan shooting senetron.
    Sebelum finishing rumah kami, beberapa perusahan pembuatan film ternama berkeinginan shooting film cerita di lokasi kami.
    Saat ini kami siap menjadi mitra rekan-rekan Production House untuk mengunakan lokasi shooting karya-karyanya.
    Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Amal Liga di nomor
    0811962803 atau 085281171774

     
  17. nashirin

    Juli 22, 2007 at 12:37 pm

    Maju terus film lokal moga makin jaya

     
  18. YuNiTa

    Juli 23, 2007 at 4:22 am

    Saya merupakan mahasiswa S2 sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang.
    Saya ingin menanyakan dan meminta informasi, Apakah ada film / cerita multimedia yang dapat dikenakan (digunakan) pada anak usia SD kelas 4-5. Bila ada mohon dapat dikirim informasi mengenai hal tersebut ke alamat email saya….

    Terimakasih sekali atas bantuannya
    Salam,
    YuNiTa

     
  19. sri maryatun

    Juli 24, 2007 at 5:31 am

    aku suka banget deh karya2nya oya kau pengen banget bergabung didunia film..aku pengen tahu gmn komentar kamu tentang skenarioku tlong dilbles di atun-gels@plasa.com ya

     
  20. BAGUS

    Juli 24, 2007 at 11:45 am

    GOOD …SANGKANPARAN kian MEMBUMI dan MENGAWANG-AWANG

     
  21. Bayu Kesawa Jati

    Juli 25, 2007 at 10:10 pm

    Kawan2 SMA bisa mengadakan workshop untuk satu dan atau beberapa bidang film. Misalnya penulisan skenario, tata kamera, penyutradaraa, editing, dll yang terkait dengan produksi film.
    Atau bisa juga workshop secara menyeluruh, tak hanya seputar produksi film, namun juga masalah programming, eksebisi dan distribusi karya.

    Kawan2 di Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) mudah2an bisa memberi materi.
    Termasuk materi tambahan untuk pelajaran PPKN. Hehehehe…

     
  22. Bayu Kesawa Jati

    Juli 25, 2007 at 10:12 pm

    Halahhhhh! Komentar2 yang masuk kok ndadak pakai “MODERATION”. Emangnya ada sensor2an ya, om?!

     
  23. rustikaasna

    Agustus 1, 2007 at 5:18 am

    Ehhh Cilacapkan punya TVE tempatnya di SMKN 1 Cilacap kenapa ga gabung aja kesitu nanti filmnyakan bisa diputar nantikan masyarakat tahu bahwa filmnya hasil karya SMAN 1 Cilacap.
    TVE kan TV pendidikan .

     
  24. BAGUS

    Agustus 1, 2007 at 5:37 am

    WUEH…FILMNYA DI SCREENING DI JAFF nih ye?
    SEMOGA BUDAYA CILACAPAN BISA DIKENAL DI ASIA>>BRAVO

     
  25. aris

    Agustus 7, 2007 at 10:17 am

    sip sip sip gue kagum sam om ihsan. Tidak hanya badannya yang besar tetapi ide-idenya juga besar, meski lewat tema-tema kecil. he he selamat om

     
  26. Theresia

    Agustus 13, 2007 at 1:22 pm

    heyyyy…………………..??!! what a suprise??! congratulations for u! i love people like you babe………! you r such as creatif people. good! defently it! i mean, keep do that babe! and of course u must be make it more better everyday. more,more n more………….! feel like want to joint with u as an actress on ur next film! he,he….. i missin how to play my act! uhh…………i missin cilacap, i missin jogja………i missin java…………….hiks,hiks….anyway, if u have a good chance please take d film in Bali!😉 oh yeah,ur web is good too. but make it more life! like something blink,blink…..or move in ur web. hey,dewi,insan, please contact me by email. miss u all! mwah,mwah,mwah……! tc n Gbu.🙂

     
  27. Iger Motol

    Agustus 15, 2007 at 4:57 am

    Salah satu syarat Film terbaik adalah film yang didalamnya ada pesan moral yang ingin disampaikan.
    Dalam setiap FFI sebaiknya untuk nominasi film terbaik dipilih film yg selalu ada hal baru didalamnya. Contoh :film tentang asmara menjadi salah satu nominasi, tetapi jika sudah pernah terpilih film seperti itu, dan tidak ada didalamnya hal baru yg ingin disampaikan sebaiknya jangan dipilih jadi film terbaik, kecuali nominasi yg lain juga tidak ada hal baru yg ingin disampaikan, mungkin film itu bisa dipilih, misalnya karena film tersebut mendapat piala citra paling banyak dari kategoriyg lain,misalnya aktor terbaik,cinematograpi terbaik,artistik terbaik, visual efek terbaik,busana terbaik,penata musik terbaik, skenario terbaik, sutradara terbaik,aktris pembantu terbaik

     
  28. Iger Motol

    Agustus 15, 2007 at 5:02 am

    Bayangkan, kita akan ditertawai seluruh dunia jika film ” Eiffel, I’m in Love” jadi film terbaik FFI. Saya akui, banyak film/sinetron Indonesia yang hanya untuk ajang jual tampang para artis baru, yg penting bisa top.

     
  29. Iger Motol

    Agustus 15, 2007 at 5:04 am

    sebaiknya sinetron/film yg kebanyakan hanya untuk jual tampang artis diganti dengan pemutaran film peraih piala citra atau Oscar atau Golden Globe

     
  30. Evie

    Agustus 19, 2007 at 9:54 am

    ternyata oh ternyata insan yg kukenal dibalik pribadinya yg humoris, dia adalah seorang sosok tokoh yang penting didalam dunia perfilm’an tho, salut n’ gokill abiz lah ditengah-tengah maraknya perfilm’an di Indonesia skrg masih ada yg peduli about aritistiknya dari sebuah film indonesia yang memberi peluang untuk di lirik go International..ya gak?

    Go SANGKANPARAN Go!!!

     
  31. Evie

    Agustus 20, 2007 at 7:01 am

    Hail to The Sangkanparan..!!!

     
  32. yunika

    Agustus 24, 2007 at 12:20 pm

    Boss, thankyou for your such a great help. Means so much. Bezok bantuin lagee yacs…😉
    CLC juga kompakan muter film di kampungnya Om Boleks koh… Kan saksi mata jadi semakin sedikit😦

     
  33. jihad

    Agustus 24, 2007 at 1:33 pm

    mas iNsan fAndi pelit bangetttt
    geh….. jajal!!! qu nganah arep ngenet gratis mlah di urak bali alesane ora ulih nang wong tuwane truz njaluk duit go ngenet ora nguwehi amarga alesane akeh bgt… akhire aqu kro fajar golet utangan……
    smoga amal kebaikan kami tdk pernah diusir pulang …..
    kebangeten mbok….

     
  34. yunika

    Agustus 28, 2007 at 2:59 pm

    Makasih banget buat masukannya ke AFF. We’ll be more concern about it. Yach..kami berharap untuk koreksinya demi kemajuan bersama.🙂
    Tanpamu..apa artinya.. he..he..he…
    Btw, tanggal 1 Sept besok AFF mohon bantuannya lagi, kawan…

     
  35. Fajar

    September 10, 2007 at 1:31 pm

    mAs inSan, mba dewi………………………….
    ya uwis oRa ana apa2

    mAs inSan, mba dewi………………………….
    ya uwis cMa nuliS tok
    mAs inSan, mba dewi………………………….
    ya uwis kaya kuwe bae ya….🙂

     
  36. Fajar

    September 10, 2007 at 1:33 pm

    mas kPn2 kIta bKn pilem ya mA gerombOlannya jihad ya mAs😉

     
  37. Fajar

    September 10, 2007 at 1:34 pm

    wis yA………………………………:);)

     
  38. Fatoni

    September 14, 2007 at 6:49 am

    assalam…

    aku kenal sama kang insan and mba dewi, gara-gara jadi panitia tausiah and dzikir akbar bersama opick di kroya 28 juli 2007. Waduh orangnya baek bangeeeettt dech mereka berduaaaa……maaf banget yach, teman2 panitia banyak salah and khilaf heh3x…selamat menunaikan ibadah puasa aja mudah2an barokah amieenn….

    fatoni

    wassalam..

     
  39. Fatoni

    September 14, 2007 at 6:59 am

    Aku doakan, Semoga SANGKANPARAN Tetap jaya!!semakin maju dan maju!!salut dech, ama kepedulian kru sangkan paran terhadap acara-acara sosial-religi…makasih banyak atas sumbangsihnya dalam kegiatan TAUSIAH & DZIKIR AKBAR kemaren, moga esok kita bisa bekejasama lagi amieenn…….semoga jadi tabungan amal ibadah kang insan, mba dewi beserta kru-nya…

     
  40. atmo

    September 25, 2007 at 6:09 pm

    Temans, kok tulisannya kecil2 betul? lumayan sakit mata lho bacanya…

     
  41. nurasamadurasa

    Oktober 3, 2007 at 2:43 am

    deneng ora diisi mas wis tak perlok-perlokna koh malah tutup.sekali-sekali tulisanku dimuat[emang koran he..he..] bukankah blog njenengan ajang komunikasi sineas dadi bukak brahhhh sing amba ya ben marem oce…. jaya kreativitas anak bangsa! saatnya bangga dengan film bikinan kita! matur nuwun kang

     
  42. Dega Buca

    Oktober 7, 2007 at 1:13 pm

    Saya usul agar Panitia FFI tetap memilih film dari Masyarakat Film Indonesia (MFI)yang katanya tidak mau ikutan FFI. Alasan adalah sebagai bukti bahwa panitia FFI adalah orang yang demokratis.Bukankah MFI juga tetap mendukung kegiatan FFI. Saya juga mendukung kalau FFI diadakan juga di daerah-daerah lain, bukan hanya Jakarta, karena Indonesia bukanlah hanya Jakarta.
    Karena akan rancu jadinya, jika dalam ajang Internasional seperti Golden Globe atau Academy Award film Indonesia terdapat 2 versi, versi FFI dan MFI misalnya.

    Saya sendiri heran, kenapa orang-orang yang mengatasnamakan dirinya MFI melakukan protes terhadap Film Ekskul setelah FFI 2006 digelar, bukan sebelum FFI 2006 digelar. Bukankah pihak film Ekskul sudah membayar royalti musik yang dimaksud dan menerima pembatalan filmnya sebagai film terbaik FFI 2006?

    Dunia luar tentunya bisa menertawai kita soal ini, dan bisa dianggap sebagai bentuk ketidaksportifan orang yang tidak mau menerima kekalahan. Kalau jiwa insan perfilman kita seperti ini, entah kapan film Indonesia maju?
    Dalam setiap pertandingan kalah atau menang adalah hal yang biasa. Hal ini harus ada dalam setiap jiwa insan perfilman kita.

    Kalau para sineas-sineas dalam MFI memang mau memajukan dunia akting Indonesia, mereka harus melakukan protes terhadap banyaknya sinetron Indonesia di televisi yang jiplakan dan tidak mendidik, termasuk yang spesial efeknya jelek, dan kebanyakan hanya jual tampang para pemainnya.

    Sebenarnya saat ini, film Indonesia sudah mulai maju lagi, setelah beberapa tahun yang lalu sempat mandek.
    Jangan sampai kisruh ini adalah permainan orang-orang yang tidak ingin film Indonesia maju.

    Film yang layak dikatakan film Indonesia adalah :
    1. Judulnya memakai bahasa Indonesia. Sangat disayangkan beberapa film Indonesia memakai judul berbahasa Inggris. Lebih baik kalau judulnya memakai bahasa daerah, daripada bahasa Inggris atau negara lain.
    2. Semua krunya adalah orang Indonesia, mulai dari Produser, Sutradara, Penulis Skenario, Pemain, Editor, dan lainnya adalah orang Indonesia Asli ( Lahir di Indonesia dan berdarah Indonesia)

    Bagus kalau sinetron-sinetron jelek di televisi diganti dengan pemutaran film-film bermutu, peraih Piala Oscar atau Citra. Karena itu dapat menambah pengetahuan orang yang berminat di perfilman, utamanya generasi muda yang ingin menonton film kelas-kelas Oscar atau Citra, yang susah didapat(VCD,DVD,rol filmnya dan lain-lain) terutama di daerah-daerah.

    Cobalah putar film:
    1. Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa
    2. Nagabonar
    3. Langitku Rumahku
    4. Marsinah : Cry Justice
    5. Schindler’s List
    6. On the Waterfront
    7. Senyum Di Pagi Bulan Desember
    8. Kembang Kertas
    9. Unforgiven
    10. Soerabaia ’45
    11. Gandhi
    12. West Side Story
    13. The Deer Hunter
    dan lain-lain

     
  43. Fuli Yus

    Oktober 8, 2007 at 8:33 am

    untuk Panitia FFI :
    1.Sebaiknya FFI diadakan bulan Januari, jadi Film yang dirilis bulan Desember tahun sebelumnya tetap bisa ikut festival.Artinya Film buatan tahun sebelumnya bisa dinilai semua. Contoh seperti di ajang Piala Oscar. Misalnya suatu film dirilis tanggal 17 Desember 2007, sedangkan pengumuman nominasi tanggal 2 Desember 2007. Akhirnya film tersebut tidak bisa ikutan FFI 2007, meskipun dia buatan tahun 2007.

    2. Jika sudah ada film sebaiknya langsung dinilai, jangan dikumpul semua dulu baru dinilai, biar juri tidak repot. Misalnya film yang telah rilis bulan Agustus, sudah bisa dinilai bulan berikutnya(September), untuk menentukan apakah ada nominasi yang bisa diraih film tersebut atau mungkin tidak ada.

    3. Selama ini saya kurang tahu bagaimana cara juri menilai film. Apakah ada standar nilai? Misalnya suatu Film setelah dinilai semua, nilainya 72.Sedangkan untuk masuk nominasi Film terbaik harus diatas 85. atau untuk nominasi kategori Aktor terbaik harus diatas 85 nilainya dan kategori lainnya.

     
  44. Fuli Yus

    Oktober 8, 2007 at 8:37 am

    saya kurang setuju dengan pendapat penulis skenario yang mengatakan karakter seseorang tergantung namanya. Bisa saja orang bernama Ira lebih berkarakter pemarah daripada orang yang bernama Herman. Semua nama kan biasanya punya arti, dan itu juga bisa ditahu artinya seiring perjalanan hidup seseorang.

     
  45. Kurnia Agus

    Oktober 9, 2007 at 4:39 am

    Assalamu’alaikum…
    Salam kenal buat Komunitas Sangkanparan…
    Salut buat Sangkanparan, ternyata dibalik “matinya” dinamika idealisme Cilacap, ada juga yang muncul buat nge-burn idealisme (he.. he.. gue cuma copy paste brencmark di kop blog lho..)…
    Selamat bergabung di komunitas ideologis.. Kita suarakan realita.. Bongkar kebusukan para kapitalis.. Teriakan LAWAN dan PERUBAHAN…
    Gimana, klo kita buat film2 ideologis… Okey…
    Salam salut… Top markhotop.. Good marsogood..
    Wassalam…
    –kurnia–temennya Wari–
    kurniaagus.blog.com

     
  46. Rifandy

    Oktober 20, 2007 at 4:50 am

    Memahami Film Dokumenter

    Film dokumenter adalah sebuah genre film, dimana film diupayakan untuk mendokumentasikan sebuah realitas. Walaupun adegannya dipersiapkan secara matang, semuanya tidak dinaskahkan, dan orang-orang dalam film dokumenter bukan lah aktor.

    Di beberapa film dokumenter, akan ada narasi voice over untuk lebih menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam footage. Di beberapa film lainnya, footage itu sendiri lah yang berbicara. Banyak film dokumenter yang juga menampilkan interview dengan orang-orang yang ada dalam footage tersebut.

    Film pada masa awalnya banyak yang bergenre film dokumenter. Biasanya berupa single shot dari actual event, seperti kapal yang berlayar meninggalkan pelabuhan. Ini disebut juga dengan aktualitas film. Bentuk lainnya dari film dokumenter adalah film propaganda. Contohnya adalah film Leni Reifenstahl berjudul ”Truimph of the Will,” yang membuat Adolf Hitler tampil heroik.

    Beberapa tahun belakangan ini, genre film documenter telah menjadi popular dan high profile. Salah satu film dokumenter yang meraih popularitas besar adalah film garapan Michael Moore ”Farenheit 911”, yang mendokumentasikan kehidupan keluarga Bush dan kaitannya dengan Saudi Arabia.

    Walaupun minat penonton terhadap film dokumenter masih rendah jika dibandingkan dengan film action atau komedi, popularitasnya masih terus menanjak. Sangat jelas bahwa minat penikmat film mulai bergeser pada film-film yang memiliki makna tersirat. Karena dana untuk film dokumenter lebih murah dibandingkan genre film lainnya, studio film juga memiliki kecenderungan untuk memproduksi film dokumenter untuk menekan resiko.

     
  47. image

    Oktober 29, 2007 at 1:13 pm

    kita salut atas masuknya film karya orang banyumas untuk di tampilkan di festival film di eropa, kita dari Ikatan Masyarakat Gumelar juga akan mengadakan sarasehan film pada tanggal 17 november 2007, kalau boleh kami minta dukungan dari temen2 komunitas film di banyumas dan kalau bisa kami mengharap film metu getih bisa kami putar pada acara sarasehan film di tempat kami, terima kasih

     
  48. Riza Saputri

    Oktober 31, 2007 at 7:14 am

    congrats bwt CLC……!
    we suport you all….
    filmmaker purbalingga go…..
    tetep bkin karya…
    jgn ampe ada matinye……

     
  49. joni AD

    Desember 1, 2007 at 9:59 am

    Selamat untuk Banyumas
    secara perlahan tapi pasti,perfilman terus maju
    kayaknya dekade 2000an merupakan tonggak sejarah perfilman banyumas.

    Meski pada tahun 80-90 an kita punya pekerja film seperti Bambang Set, Nanang Anna Noor. Toh kini mereka seperti lupa dan sibuk dengan dunianya sendiri.

    Pada Era ini, sudah lengkap
    ada sang juara (purbalingga)
    ada pawang dokumenter sangkanparan CLCP)
    ada JKFB (Banyumas)
    ada Festival Film Banyumas (FFB)
    SEMUA SUDAH PERNAH ada di Banyumas

    Tinggal Pertanyaannya:Kok Tak Punya Tokoh Yang Jadi Figur Dewasa. Bukan sekedar kemampuan tapi kharisma. Bisa menampung semua kelompok.Tanpa memihak dan arif bijaksana.

    Sekali kali coba JKFB menjadi mediator
    Rugi kalau mereka tak dibangkitkan

    Joni Generasi Sepuh

     
  50. eko trionondol

    Desember 6, 2007 at 3:13 pm

    salam budaya!
    Adakah sangkanparan’s masih mengenal saya? Orang bodoh yang pernah numpang makan dan tidur di Rumah Kang Bad, waktu di Kebun Buah?. Ni mahluk SMA N I MAOS selalu Maos
    saya sudah bertengger di Jogja, seperti petuah sang resi
    Matur kesuwun dumateng Kang Bad, saya jadi sedikit banyak, banyak sedikit, atau sedikit tapi banyak, lumayan kenal kalian puisi. Ini puisi ‘terakhir’ yang masuk antologi puisi di kampusku FBS UNY tercinta, apreciate ya… hehe

    Akar Hati

    Akar adalah batang

    Batang adalah daun

    Daun adalah bunga

    Bunga adalah hati

    Hati adalah akar

    Hati bukan manusia

    Manusia bukan mata

    Mata bukan telinga

    Telinga bukan hati

    H a t i bukan T a h i

    Hati adalah akar

    Akar adalah mimpi

    Mimpi adalah otak

    Otak adalah mata

    Mata adalah telinga

    Telinga ada dihati

    Hati adalah akar

    Akar adalah hati

    Hati-hati dengan akar

    ditanah banyak Tahi

    Yogyakarta, November 2007

     
  51. Kriwuls

    Januari 4, 2008 at 3:45 am

    Ayo…, rek… rawe rawe rantas malang malang putung

    Sinau seng Sregep
    Ben Podo Pinter Kabeh

    Matur Thanks Qyu

    Blitar Jawatimur Indonesia

    Salam kenal rek…

     
  52. Reda Gaudiamo

    Februari 8, 2008 at 7:27 am

    Kami mengundang teman-teman Sangkanparan untuk mampir ke Jakarta, pada tanggal 14 & 15 Februari 2008, Taman Ismail Marzuki/Graha Bhakti Budaya, pk. 20.00. Ini berita lengkapnya.

    PEMBACAAN DAN MUSIKALISASI PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO

    Sebagai penghormatan atas pencapaian dan dedikasi Sapardi Djoko Damono di bidang sastra, Pusat Kesenian Jakarta akan menyelenggarakan acara bertajuk ”Puisi-puisi Cinta Sapardi Djoko Damono”. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Februari 2008, jam 20.00 di gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.

    Di samping dikenal luas sebagai seorang guru besar dan kritikus sastra yang handal, Sapardi Djoko Damono juga merupakan salah satu dari sedikit penyair Indonesia yang sangat tenar. Karya-karya puisinya banyak dikutip orang untuk ucapan selamat ulangtahun, undangan perkawinan, surat cinta, serta berbagai kepentingan lain yang pribadi sifatnya.

    Dengan kepiawaian seorang maestro, Sapardi menuangkan pengalaman puitiknya dalam bahasa yang jernih dengan pilihan kata yang sederhana, namun selalu berhasil menciptakan imaji yang serta-merta membetot empati pembacanya untuk terlibat lebih dalam dengan karya-karyanya.

    Karya-karyanya antara lain: DukaMu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Perahu Kertas (1983; mendapat Hadiah Sastra DKJ 1983), Sihir Hujan (1984; pemenang hadiah pertama Puisi Putera II Malaysia 1983), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1998), Ayat-Ayat Api (2000) dan banyak lagi. Ia juga menerjemahkan karya-karya sastra dunia seperti: Lelaki Tua dan Laut (1973; Ernest Hemingway), Sepilihan Sajak George Seferis (1975), Puisi Klasik Cina (1976), Lirik Klasik Parsi (1977), Afrika yang Resah (1988).

    Khususnya sejak penerbitan kumpulan Hujan Bulan Juni, yang disusul peluncuran album musikalisasi puisi karya-karyanya dengan judul yang sama, Sapardi Djoko Damono tidak ubahnya virus yang menyebar begitu cepat, memaksa orang untuk benar-benar menoleh ke karya sastra puisi.

    Acara ini akan didukung oleh Ari-Reda, Jose Rizal Manua, Ine Febriyanti, Cornelia Agatha, Ags. Arya Dipayana, Lab. Musik Jakarta dan Paduan Suara Gita Swara Nassa. Sang penyair akan hadir dalam acara tersebut, untuk memberi kesempatan bagi masyarakat mengenal lebih dekat penyair pujaan mereka.

    Harga tanda masuk untuk acara ini adalah Rp. 50.000 dan Rp. 30.000. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket dapat menghubungi Pusat Kesenian Jakarta TIM di telepon (021) 31937325 dan 31934740.

    Penanggungjawab Acara:
    Jose Rizal Manua (0811833161)
    Ags. Arya Dipayana (0818709075)

     
  53. Reda Gaudiamo

    Februari 8, 2008 at 7:29 am

    TENTANG WAPRESS DI JAKARTA

    Untuk SANGKANPARAN,
    terima kasih yang amat sangat sudah bersedia mampir ke blog kami. Sekarang tentang WAPRES.

    Di Jakarta, kami hanya mengenal satu WAPRES, tepatnya WAPRESS, WArung APRESiaSi. Terletak di selatan Jakarta, di Gelanggang Bulungan Jakarta Selatan. Warung ini dikelola oleh teman-teman yang tadinya pemain teater dan musik di gelanggang Bulungan. Sejarah yang benar dan detil, bisa diketahui kalau mampir ke sana dan bertemu langsung dengan Mas Yoyik Lembayung yang penulis, pemain teater, pemusik, sekaligus penanggung jawab WAPRESS.

    Di sini, seperti warung pada umumnya, ada makanan dan minuman yang bisa dinikmati. Oya, WAPRESS buka sepanjang minggu dari jam 6 sore sampai jam 1 – 2 pagi atau sesepinya saja.

    Tapi yang paling menarik dan menyenangkan dari warung ini adalah panggungnya yang tak pernah sepi penampil. Siapa saja boleh tampil. Seingat saya, pernah kelompok kesenian dari TEGAL datang satu bis, main dan membawakan musikalisasi puisi dalam bahasa TEGAL!

    Tak ditarik biaya untuk tampil, tapi juga tak memberi honor buat penampil. Yang penting APRESIASI nya. Jadi sangat menyenangkan. Selain itu, di sini juga sering ada pameran lukisan, foto. Hampir lupa, setiap Jumat malam, ada show khusus dari band-band baru yang baru rekaman, mau rekaman, belum rekaman. Biasanya rock, metal begitulah alirannya. RAMAI.

    Selain itu, WAPRESS sering jadi tempat launch buku, film, album, apa saja. Aturan mainnya: kalau mengundang tetamu, maka jumlah minuman dan makanan yang dipesan dibayarkan pada WAPRESS. Para tetamu akan disuguhi ayam bakar, nasi putih, lalap, es jeruk, dan jajanan pasar. Harga paket perorang, sekitar Rp. 10 ribu (kayaknya sih kurang dari itu).

    Itulah WAPRESS yang ada di Jakarta. Semoga info ini berguna untuk teman-teman di CILACAP. Hmmm, bagaimana kalau main/manggung di WAPRESS JAKARTA? Untuk jelasnya, boleh hubungi mas YOYIK LEMBAYUNG di 08121918291. Tetap SEMANGAT! reda

    January 23, 2008 10:02 PM

     
  54. Pak Petrus SMP Pius

    Februari 11, 2008 at 1:54 am

    Mas Insan, kapan-kapan ke SMP Pius. Ngobrol tentang rencana ekskul teater dan bikin flim dokumenter. Katanya njenengan lagi sibuk bikin fllim dokumenter buat ke Jakarte ya.

     
  55. Pak Petrus SMP Pius

    Februari 11, 2008 at 1:57 am

    Mas Insan, saya tunggu cd Sujiwi Tedjo yang lagi konser. Ehh, punya rekaman Rendra nggak? Saya mencari Nyayian Angsa ga dapat. Punya ku sudah hilang ditelan bumi.

     
  56. chaca

    Mei 30, 2008 at 1:28 pm

    slam kenal deh untuk SK PARAN …

     
  57. RAJABANYUMAS

    Juli 15, 2008 at 1:44 pm

    PUISIKU MEMBUNUHMU?

    Coba baca berita tentang demo wartawan Banyumas yang menuntut pencabutan surat edaran bupati tentang larangan pemberian informasi. Hampir semua koran dan beberapa televisi edisi 10 dan 11 Juli memberitakannya.

    “Puisimu telah membunuhku,Nang.Tahukan kau keluargaku menangis lantaran puisimu yang melesat dan aku dipecat”.

    Kalimat itu muncul berulang ulang dari sejumlah teman yang menyindirku.
    Lantaran dalam sepekan koran dan media online ramai mengangkat seputar demo wartawan di Banyumas. Secara tak sengaja puisiku yang kubacakan ditengah demo, memancing teman teman untuk mengetahui isi puisiku. “Baca saja di mediaindonesiaonline, Koran Seputar Indonesia, Kedaulatan Rakyat de el el.

    “Puisimu telah membunuhku,Nang.Tahukan kau keluargaku menangis lantaran puisimu yang melesat dan aku dipecat”.

    Kalimat itu muncul dari mulut teman yang menyindirku. Aku dituduh habis habisan telah membuat seorang Kabag Humas Pemkab Banyumas Supartono dipecat dari jabatannya. Puisiku wagu jegu yang kubacakan sehari sebelum pemecatan ditidih telah mengantar kebijakan bupati Marjoko untuk melengserkan Kabag yang telah bekerja selama hampir senam tahun itu.

    Temanku menyodorkan handphone dan memperlihatkan barisan sms yang ternyata puisiku. Edan ternyata puisi dadakan itu telah menyebar via sms dari hp ke hp. Dari hp wartawan,orang awam pejabat hingga aparat.

    Duh kawan, bukan puisiku tetapi kekuatan kebenaran melalui demo melawan aroganisme, otoriterisme yang menjadikan sebuah reaksi dan meruntuhkan kebodohan. Jadi teman teman wartawan dan mahasiwalah yang telah berjuang membuat perubahan. Puisiku hanyalah sebagian kecil ppemucat bibir, pemerah telinga.

    hanya puisi seperti ini:

    Tuan bupati yang mulia
    surat edaran sampean
    membuat langit kelam
    mulut dibungkam secara paten
    “mana komitmen sebagai Marhaen?

    Hutan hutan demokrasi kau bikin mati
    katanya investasi,
    tetapi kritik informasi dan aspirasi
    malah dikebiri

    Banyumas ya cablaka
    apa adanya, ngapak ngapak

    :ayo pada njelpak aja wedi dikeplak

    (nuwun sewu nggih pak marjoko pak martono)
    NANANG ANNA NOOR
    ———————-
    LIHAT BERITA:

    Rabu, 09/07/2008 14:18 WIB
    Puluhan Wartawan Demo Tuntut SE Bupati Banyumas Dicabut
    Bagus Kurniawan – detikNews

    Banyumas – Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Banyumas menggelar aksi demo. Mereka menolak Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas tentang Pelayanan Informasi ke Media.

    Aksi para jurnalis ini dimulai dari pojok Alun-Alun Purwokerto menuju kantor bupati, Rabu (9/7/2008). Mereka menuntut agar SE yang ditandatangani Bupati Banyumas Mardjoko nomor 480/2676 itu dicabut.

    Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah poster. Mulut para peserta aksi juga ditutup selembar kain putih yang menggambarkan penutupan akses informasi oleh Pemkab Banyumas kepada pers.

    Sesampai di depan pintu gerbang Kompleks Pemkab Banyumas, wartawan mulai berorasi. Saat wartawan datang, belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga-jaga di depan pintu gerbang.

    Wartawan Indosiar Nanang Anna Nurani dalam orasinya menyatakan SE tersebut jelas-jelas memberangus kebebasan pers di Banyumas. Bupati berusaha menutup akses informasi di lingkungan pemkab. Semua yang berkaitan dengan pemberitaan baik di lingkungan pemkab dan dinas harus izin atau lewat humas terlebih dulu.

    “Ini sangat bertentangan dengan semangat keterbukaan yang ada saat ini. Padahal orang Banyumas itu terkenal dengan cablakan (berbicara apa adanya-red),” katanya.

    Nanang meminta agar bupati segera mencabut surat tersebut. Namun bila pihak bupati tidak melakukan pencabutan, wartawan mengancam akan melakukan pemboikotan terhadap semua kegiatan di lingkungan pemkab dan Bupati Banyumas.

    “Kalau bupati hendak menutup semua akses informasi di Banyumas kami malah menduga bupati takut bila ada kebobrokan akan terungkap. Kalu juga memberikan batas waktu satu minggu untuk mencabutnya. Bila tidak kami akan boikot,” pungkas dia.(bgs/djo)
    ======================
    Wartawan Banyumas Tuntut Pencabutan SE Bupati

    10/07/2008 08:40:20 PURWOKERTO (KR) – Belasan wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Kabupaten Banyumas menggelar demonstrasi Rabu (9/7) sekitar pukul 10.00. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Banyumas mencabut Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas Nomor 480/2676 tentang Pelayanan Informasi Media Massa. Dalam demonstrasi itu, wartawan media elektronik Nanang Ana Nurani membacakan puisi tentang kondisi Banyumas pasca adanya SE Bupati. Menurutnya, Banyumas identik dengan ‘cablaka’ atau terus terang dan terbuka sehingga adanya SE bertentangan dengan sifat itu. “Banyumas terkenal cablaka, jadi SE Bupati justru mencederai sifat itu,” ujarnya saat berorasi. Selain pembacaan puisi, wartawan juga menyobek dan membakar duplikat SE Bupati Banyumas Nomor 480/2676 tentang Pelayanan Informasi Media Massa pada tempat sampah yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, mereka membacakan pernyataan sikap dan menyerahkannya kepada Humas Pemkab Banyumas, Ahmad Supartono. Koordiator aksi Agus Maryono mengatakan, wartawan menuntut pencabutan SE tersebut lantaran dinilai membatasi kebebasan pers. Dikatakan, turunnya SE berakibat pada sulitnya wartawan mencari informasi dari narasumber di lapangan. “SE itu diimplementasikan sebagai aturan yang tidak membolehkan mereka memberikan informasi kepada wartawan, sudah banyak jurnalis Banyumas terkendala surat edaran,” papar wartawan salah satu media cetak nasional itu kepada KR disela-sela aksi. Ditambahkan, adanya SE Bupati tersebut bisa menjadi penghambat datangnya investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten Banyumas. “Pada era reformasi dan keterbukaan saat ini, ternyata masih ada SE seperti itu. Dampaknya bisa luas, sebab karena sulitnya informasi, masyarakat atau investor tidak bisa mengetahui secara penuh apa yang terjadi di Kabupaten Banyumas,” tandasnya. (*-1/Ero)-c
    ============================
    Wartawan Demo, Kabag Humas Dicopot
    KOMPAS Jumat, 11 Juli 2008 | 20:43 WIB
    BAMYUMAS, JUMAT- Bupati Banyumas Mardjoko mencopot Akhmad Supartono dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Jumat (11/7). Pencopotan melalui SK Bupati nomor 821:/359/2008 itu dilakukan menyusul aksi unjuk rasa wartawan pada Rabu lalu yang menuntut pencabutan Surat Edaran Bupati yang dinilai membatasi akses informasi bagi wartawan.

    Sebagai pengganti, jabatan Kabag Humas dan Protokol Setda Banyumas akan ditempati oleh Eko Prayitno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Bina Keuangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyumas.

    Pencopotan dan pelantikan pejabat baru itu diselenggarakan di Graha Satria seusai Bupati Banyumas menggelar acara coffe morning bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Banyumas. Bersamaan dengan itu Bupati Banyumas juga melantik Kusuma Astuti sebagai Kepala Bagian Umum Setda Banyumas.

    Dalam sambutannya, Bup ati Banyumas mengatakan, pencopotan Supartono yang sudah lima tahun menduduki posnya itu dilakukan karena dia kurang berhasil menangani bagian kehumasan. Utamanya untuk menjalin hubungan dengan media, karena terjadi gejolak yang tidak berhasil ditangani dengan baik.

    “Puncaknya, terjadi pada saat aksi demonstrasi oleh para wartawan beberapa waktu lalu. Kami khawatir, ke depan hubungan media dengan Pemkab malah semakin tidak kondusif. Pak Partono mungkin tidak cocok untuk bagian humas,” katanya menjelaskan.

    Menanggapi pencopotan Supartono, anggota Komisi A DPRD Banyumas Hendro Kuncoro mengatakan, Bupati Banyumas salah alamat. Menurut dia, yang diprotes wartawan dalam aksinya dua hari lalu ituadalah kebijakan bupati. “Tapi kok, ini malah bupati menyalahkan bawahannya,” ucapnya.

    Mestinya, lanjut dia, Bupati memeriksa kembali surat edaran yang dikeluarkannya itu. “Yang dibenahi itu adalah kebijakannya, bukan malah mencari kambing hitam dan mencopot bawahan seenaknya,” lanjutnya.

    Surat edaran yang dipersoalkan para wartawan itu sendiri diterbitkan Bupati Mardjoko 20 Juni lalu. Isinya menegaskan bahwa informasi kepada wartawan hanya boleh diberikan oleh bupati sampai pejabat di tingkat kepala dinas. Padahal, wartawan selama ini biasa mendapatkan informasi pembangunan justru dari kepala-kepala seksi, sampai ke lurah dan camat yang dianggap lebih menguasai persoalan teknis di lapangan.
    =============
    LINTAS KEDU-BANYUMAS

    SUARA MERDEKA 10 Juli 2008
    Wartawan Tuntut SE Dicabut

    PURWOKERTO-Puluhan wartawan di Banyumas dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik yang mengatasnamakan Komunitas Pekerja Pers Banyumas kemarin (9/7) melakukan demo, mendesak SE Bupati No 480/2676 terkait pelayanan informasi ke media massa dicabut. Toleransinya diberi waktu seminggu, kalau tidak para pendemo mengancam akan memboikot semua kegiatan bupati.

    Aksi yang dilakukan di depan kabupaten itu diisi dengan aksi tutup mulut dan pembakaran salinan fotocopy SE itu. Bentuk protes juga disimbolkan dengan menanggalkan perlengakapan liputan seperti kamera, tanda pengenal media masing-masing.

    Dalam pernyataan sikapnya, wartawan menilai munculnya SE Bupati tersebut telah menimbulkan kontroversi di berbagai pihak. Tak kurang dari pengamat media massa dan Dewan Pers telah meminta klarifikasi ke bupati.

    Klarifikasi tersebut untuk meminta penjelasan lebih lanjut SE itu yang dianggap telah memberangus kebebasan pers dan membungkam akses informasi ke publik.

    ”Dewan Pers dalam suratnya menyatakan SE Bupati dinilai melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan berpotensi bertentangan dengan semangat UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi ke Publik, tapi kok malah Bupati membuat surat edaran yang bertentangan dengan hal itu,” kata Agus Maryono dari Harian The Jakarta Post selaku korlap aksi.

    Menyesalkan
    Karena itu, Komunitas Pekerja Pers Banyumas sangat menyesalkan dan menentang keras dengan dikeluarkannya SE itu. Surat itu lanjut Gusmar, panggilan akrab sang korlap, tidak sesuai dengan semnagat otonomi daerah di era reformasi.

    Wartawan mendesak agar SE Bupati segera dicabut. Jika dalam waktu satu minggu SE yang mengatur kebijakan satu pintu bagi pers tidak dicabut, maka pekerja pers yang terlibat demo mengancam akan memboikot seluruh kegiatan Bupati Banyumas.
    Bupati Banyumas Mardjoko saat kalangan pekerja pers Banyumas menggelar demo mendesak pencabutan SE terkait pelayanan informasi ke media, sedang berada di Bal.

    Dimintai tanggapannya atas aksi tersebut, Mardjoko menyatakan tetap menganggap bahwa SE Bupati No 480/2676 yang telah dikeluarkannya tidak memberangus kebebasan pers, khususnya melarang wartawan untuk mendapatkan akses informasi dan data.

    ”Apa ada yang saya larang dan hambat. Selama ini kan juga teman-teman pers bebas mencari berita. SE bupati itu hanya untuk memperjelas ke jajaran internal Pemkab saja, agar saat memberikan keterangan keluar termasuk ke media itu yang benar-benar akuntabel dan sesuai dengan tupoksinya,” kata Bupati.(G22-55)

     
  58. lela

    Juli 15, 2008 at 1:57 pm

    gue jadi penasaran pengin ketemu orangnya
    kenalana doong

     
  59. sangkanparan

    Juli 19, 2008 at 3:24 pm

    TERIMAKASIH INFO DAN KOMENTARNYA…jika kalian ingin tau lebih dalam ttg kami silahkan kunjungi terus dan ikuti perkembangan komunitas sangkanparan.

     
  60. Vian Xonata

    Juli 25, 2008 at 3:35 pm

    No Comment, just… tetep kreatif & berkarya. SEMANGAT!!

     
  61. pras

    Agustus 15, 2008 at 2:15 pm

    nice movement to feed mass people to know ” the well educate film”
    keep work hard guys

     
  62. pras

    Agustus 15, 2008 at 2:16 pm

    insya allah akhir minggu dpn, saya dan dewi mau maen ke cilacap
    semoga nanti bisa berkunjung ke sanggar
    trims

     
  63. esty

    Agustus 26, 2008 at 2:17 am

    untuk para pekerja film indonesia…untuk sinetron remaja kostum untuk pelajar SMA/SMP yang ditampilkan jangan terlalu melampaui batas. Saya guru SMA dan sering mendengar alasan dari siswa/siswi saya bila “berpakaian aneh” ke sekolah…..”kan ini bu yang ngetrend di sinetron remaja”…Astagfirullah……saya menghargai dan bangga dengan film indonesia..tapi yang lebih mendidik agar bangsa kita tidak kehilangan martabat ! maju terus film indonesia…

     
  64. al bochary

    Oktober 13, 2008 at 2:41 am

    tziiiiiiiiip!!!!!!

     
  65. Embie C Noer

    November 16, 2008 at 9:05 pm

    Eyang harus bilang gini soal ulah cucu-cucu eyang di SANGKANPARAN: GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
    Sepertinya mimpi eyang sudah lama terjelma tanpa eyang tahu. Satu lagi yang sedang eyang impikan, cucu-cucu eyang bikin karya video, film tapi bukan dokumenter, tapi filem drama cerita dan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa yang dominan dalam karyanya. Kenapa harus filem cerita? Karena sejak kecil eyang sering mendengarkan berbagai dongeng cerita.. Dokumenter? Eyang lebih suka kalau sebutannya filem esai, filem puisi, filem do’a, filem catatan, filem pribadi, dst. Tapi itu tidak penting, yang penting cucu-cucu eyang sudah membuat video, apa pun jadinya, apa pun namanya. Karena video atawa filem sering sebagai media ‘terkunci’, maka kuncilah cahaya di seklilingmu dengan kasih sayang. Lensamu adalah penamu. Goreskan di mulai dari yang paling dekat denganmu.. Hatimu, halamanmu, dst..
    EDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN…

     
  66. Arif

    November 17, 2008 at 9:51 am

    Menarik………..
    Sebagai keturunan warga cilacap kami (saya bersama teman-teman komunitas mahasiswa cilacap di jogjakarta) bangga atas apa yang sudah di capai oleh komunitas SANGKANPARAN..karena cilacap bisa berbicara kepada indonesia siapa dia melalui seni dan karya (tidak dengan keberadaan nusakambangannya yg sekarang terancam tenggelam karena pembalakan dan pengedukan di mana-mana), disisi lain kami merasa sangat iri sekaligus malu, karena notabene sebagai putra daerah yang sedang menuntut ilmu dari berbagai disiplin ilmu tidak bisa berbuat apa-apa (di banding SANGKANPARAN), maka kami sebagai saudara muda (kita berasal dari daerah dan darah yang sama yaitu cilacap) SANGKANPARAN meminta banyak masukan, share informasi, ilmu, pelajaran sehingga kami bisa mengembangkan diri dan bersama-sama memajukan “cilacap bercahaya” (semoga bukan hanya slogan saja akan tetapi pada kenyataannya semakin redup cahayanya hanya karena kepentingan dan nafsu segelintir orang).

    Salam ngapax……

     
  67. eko

    November 17, 2008 at 4:26 pm

    salam ngapakz….. satu bahasa bahasa ngapakz….
    wah terus terang kami (saya dan bersama temen-temen komunitas mahasiswa cilacap di yogya)sangat kagum dan haru, ternyata kami kalah atau belum tahu apa-apa, saya ucapkan terima kasih terhadap mas imam di cangkirnya karena telah memperlihatkan kami sebuah realitas kehidupan yang begitu nampak dan tak terkira ternyata banyak sekali yang peduli dengan budaya daerah kita.
    seperti halnya di salah satu lirik dari lagu cilacap bercahaya dimana ada sebuah pesan yang tersirat disana
    bangun terus daerah kita …..
    menuju sejahtera…..
    untuk seluruh rakyat cilacap…..
    tercinta…..

     
  68. iMaM

    November 21, 2008 at 7:09 am

    hebattt……………. akir nya aku nemuin web yang info Up2 date

    ow iya kalo pihak FreeMovieMakassar mau buat parade film indie di makassar trus mau nampilin karya temen teman yang ada di luar cara nya gimana yachhh!!!!

    Pliss bantu kami dong bang!!!!

     
  69. Bagaskara

    November 23, 2008 at 4:49 am

    Blog yang asik..
    Mohon ijin link ke senimantegal.blogspot.com
    Semoga bisa saling share…
    Ayu bareng2 bikin festival film se – Jawa Tengah
    Call Us…

     
  70. sangkanparan

    November 23, 2008 at 4:12 pm

    Untuk Bagaskara, ya saya sudah melihat seniman tegal..NICE..dan teruslah semangat membangun daerah ! ingat jangan buat karya kayak sinetron2 Indonesia ya..!buat film yg mendidik ..agar Indonesia bisa menjadi CERDAS…

    BUAT FREEMOVIE MAKASAR…
    boleh saja..dan kalo sobat mau film2 kita bisa diputer disana, layangkan saja surat pemberitahuan, kalo film kita diputar disana, jadi kami tau. Selain itu, kami juga diberi laporan informasi penyelenggaraan acara disitu..
    SOBAT bisa contact saja rekan2 Sangkanparan melalui cp dibawah ni:
    Wahyu Pilax 081327535095
    Insan Indah Pribadi : 08121563110

     
  71. thomas/tomy

    November 29, 2008 at 11:13 am

    mas inas gmna kabar?
    lama ga ketemu……….
    masi sibuk dengan rutinitasnya kah?

     
  72. Imam FreeMovieMakassar

    November 30, 2008 at 2:02 am

    Benteng Pendem adalah sebagian dari benteng yang ada di negara kita yang harus di jaga …. Buat film tentang Benteng suatu ide yang sangat Menarik… itu adalah cita cita saya tuk mengangkat theme klasik seperti itu GW dukung bangett bro…..

     
  73. sangkanparan

    Desember 1, 2008 at 10:29 pm

    HALO THOMAS..kmu pakabar juga? ya beginilah aku ….doakan selalu ya…
    BUAT IMAM makasar…YOI kamu bener banget pren

     
  74. diaz

    Februari 19, 2009 at 9:57 am

    wis jan sip….sing penting ada usaha dan hasil..dr pd g ad usaaha..teruskan kreasimu..diaz alumni smu 2 lulusan th 2000

     
  75. MITRA

    Maret 31, 2009 at 5:58 am

    LUANGKANLAH SEDIKIT WAKTU ANDA UNTUK MEMPELAJARI BAGAIMANA CARA MENGHASILKAN RUPIAH YANG SANGAT SPEKTAKULER DAN SIGNIFIKAN HANYA DI ROMYPSM.BLOGSPOT.COM . SAYA SEDIAKAN 6 LINK KHUSUS UNTUK ANDA

     
  76. samsul

    Juni 3, 2009 at 2:29 am

    aq anak smk 1 panji situbondo
    aq leh kutan gabung ma kalian ga’?

     
  77. Film Banjarnegara

    November 9, 2009 at 4:24 am

    semoga
    http://film.banjarnegara.co.cc/
    bisa menjadi wadah ide dan kreatifitas penggiat film di Banjarnegara

     
  78. Om Digit

    November 25, 2009 at 7:07 am

    salut sama karya kalian…
    tapi sayang…blognya kok gak update yak???
    ayo…teruskan…!!!
    Btw. Ada Komunitas Fotonya gak??

     
  79. sawal sihombing

    Januari 21, 2010 at 11:19 am

    temen2 saya mau gabung nih ..kbtln sy masih bekerja di slah satu stasiun tv swasta di divisi drama sbg sutradara..kl temen2 butuh untuk sharing silakan kontak sy di 0811946731..makasih

     
  80. Misman

    Februari 16, 2010 at 7:52 am

    Kok tidak ada foto tempat wisata di PPG dan sejarah kabupaten Purbalingga

     
  81. klowor

    Maret 14, 2010 at 4:01 pm

    brud kapan gawe film?

     
  82. Iskandar

    April 14, 2010 at 3:48 pm

    hai salam kenal….. aku mau gabung dong…. gimana caranya yah

     
  83. bambang kelik

    Mei 20, 2011 at 12:27 pm

    festival video edukasi 2011 kita buka lagi
    silahkan kirim karya terbaik Anda….

     
  84. tari

    Mei 27, 2011 at 4:21 pm

    Ada yang mau ngajak aku main film?please^^

    Aku pengin ikut buat film. . . .

     
  85. sangkaparan

    Juli 15, 2011 at 4:21 pm

    hee…gemes aku … gemes aku kro komunitas sangkaparan ….

     
  86. hellotofa

    Desember 24, 2011 at 11:26 am

    hallo bang insan nya ada…???

     
    • sangkanparan

      Desember 25, 2011 at 12:52 am

      ada bang…ini nongol🙂

       
  87. yuli katers

    Februari 5, 2013 at 6:24 pm

    keren2 filmnya..,ikut daftar jd kameraman donk San..???Heheheehe

     
  88. yamaguchi tomomi

    Agustus 3, 2015 at 11:30 am

    yyuuuhhhuuyyyyyyyyyy😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: