RSS

Catatan Produksi Dokumenter (PENGGALI PASIR CITANDUY)

03 Apr

Ditulis oleh : Irva Febriani pelajar SMKN2 Pekalongan)

suasana produksi dokumenter pelajar majenang (3/4)

Minggu, 2 April 2017 pelajar SMK Muhammadiyah Majenang memulai produksi film dokumenter yang dibantu oleh pelajar SMK N 2 Pekalongan dan pelajar SMK Dr. Soetomo Cilacap. Ada 3 film yang akan digarap. Film pertama menceritakan tentang penggalian pasir di sungai Citanduy. Film ini disutradarai oleh Dwi  Novitasari pelaja SMK Muhammadiyah Majenang. Aktifitas diawali dengan briefing dan diteruskan mengambil suasana sore hari disungai citanduy.

Sungai Citanduy yang terletak di Desa Cikoronjo menjadi sumber pencaharian warga sekitar, karena sungai Citanduy mengandung pasir yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, selain itu mengambil pasir disungai ini juga dapat menjaga sungai agar tetap mengalir normal. “Ujar Pak Rasiman yang merupakan salah satu narasumber.

Malam harinya produsksi film masih tetap dilanjutkan dengan mengambil suasana malam di rumah Pak Agus, seorang pencari pasir disungai citanduy yang ketika itu sedang membenarkan alat-alat yang dibutuhkan untuk pekerjaannya . Hingga larut malam suasana sekeliling rumah Pak Agus semakin sepi dan kita pun memutuskan untuk melajutkan produksi besok pagi.

 

Keesokan harinya masih dengan semangat yang sama kita menuju kerumah Pak Agus untuk mengambil gambar kegiatan beliau mempersiapkan segala aktifitasnya. Aktifitas para penggali pasir ditengah sungai pun menjadi bidikan utama para pelajar dalam proses pengambilan gambar. Tak lupa mereka melanjutkan menggali informasi terkait proses penggalian pasir dengan mewawancarai beberapa penggali pasir dilokasi.

Pekerjaan yang dibawa pak Wasno dari masyarakat Madura ke Desa Cikoronjo tersebut memiliki perbedaan dari aslinya yang bertujuan memudahkan pekerja karena kondisi sungai yang dalam. Meskipun demikian para pekerja dapat menghasilkan pasir banyak yang kemudian diangkut oleh truk.

Semangat warga yang sangat antusias terhadap pekerjaan tersebut meberi pelajaran tersendiri khususnya bagi kami. Tak pernah mengeluh dalam menghapi hidup meskipun dengan pekerjaannya yang keras, karena pada dasarnya derajat manusia tak ditentukan oleh pekerjaannya.

Waktu menunjukan pukul 13.30 WIB, Setelah melakukan beberapa proses yang memakan waktu agak lama akhirnya produksi film ini selesai. Kami segera menuju ke rumah Dwi Novita Sari untuk berkemas dan melanjutkan perjalanan ke markas selanjutnya.

Produksi film pertama selesai, dilanjutkan produksi film ke dua..

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2017 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: