RSS

2 Film Anak Didik Sangkanparan Raih Penghargaan di Jakarta

30 Nov
Dewi Nur Aeni menerima Penghargaan dalam Ajang DocDays 2016

Dewi Nur Aeni menerima Penghargaan dalam Ajang DocDays 2016

Dua Film Dokumenter hasil didikan komunitas Sangkanparan Cilacap mendapat penghargaan di Jakarta. 2 film tersebut berjudul ARANG BATHOK Karya Defi Hikmawati siswi SMK Muhammadiyah Majenang dan URUT SEWU BERCERITA karya Dewi Nur Aeni pelajar SMK N1 Kebumen. Karya ini berhasil raih penghargaan sebagai Dokumenter Terbaik dalam ajang Documentary Days (DocDays) 2016. Ajang Perfilman Dokumenter yang memasuki tahun ke 10 ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini memutarkan beberapa film Dokumenter unggulan serta memberikan penghargaan kepada 7 film dokumenter terbaik yang diproduksi oleh para pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Malam Penghargaan (Awarding Night) yang diselenggarakan di Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta pada tanggal 28 November 2016 ini memberikan penghargaan kepada 7 film terbaik dalam ajang DocDays 2016. Film-film tersebut antara lain ARANG BATHOK karya Defi Hikmawati – SMK Muhammadiyah Majenang, URUT SEWU BERCERITA karya Dewi Nur Aeni – SMK N1 Kebumen, DANGDUT IS MY MUSIC, karya Terrizqo A – M Docs, MACAN KOMBAS karya Dwiantosa – Nol Derajat Film, MENEMPAH DOA karya Dicky Dwi Septian – Visual Mandiri Kreatif, PAK OGAH PARA PENCARI RECEH karya Abudaris Kamil – RSN Mercubuana, dan SANG PENGHALANG karya Rossi Pratiwi – Beras Production. Ke tujuh film ini diganjar penghargaan sebagai Dokumenter Terbaik karena memiliki keunggulan dilihat dari berbagai segi dan sudut pandang. Terutama film ARANG BATHOK karya Defi Hikmawati. Pelajar yang masih berstatus pelajar di SMK Muhammadiyah Majenang ini mencoba mengupas kehidupan Pak Sugeng sebagai pengolah bathok-bathok kelapa menjadi arang yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Selain didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia, Arang Bathok tersebut juga di ekspor ke beberapa negara seperti Jerman dan Amerika.

Defi berhalagan hadir

Pada saat Penganugerahan Film di Jakarta, Defi Hikmawati berhalangan hadir. Beruntung di Jakarta ada kakak kelas yang saat ini menempuh bangku perkuliahan di Fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia adalah Nur Hidayatul Fitria, perempuan yang mendapat dukungan biaya pendidikan dari WALHI ini kini tengah berkuliah di Jakarta. Dirinya menyempatkan waktu mewakili Defi dalam Malam Penghargaan DocDays 2016. “Alhamdulilah ada mbak Nur di Jakarta, jadi saat penerimaan penghargaan diwakilkan oleh mbak Nur” ungkap Defi yang tidak bisa hadir dalam ajang DocDays 2016.

Sementara itu, Insan Indah Pribadi selaku pengelola komunitas Sangkanparan menyatakan, prestasi yang diraih anak didik Sangkanparan bukan semata-mata hal instan yang dilakukan. Ini semua melalui proses yang panjang. Mereka melakukan riset, belajar bertutur, belajar membuat scenario, belajar berkomunikasi dan selebihnya persoalan tekhnis seperti pengambilan gambar dan editing dipelajari di sesi akhir. “ Selama 3 bulan mereka berada di Sangkanparan, banyak hal yang mereka lakukan. Seperti menonton film agar mereka dapat referensi, kemudian mereka melakukan riset, belajar berkomunikasi, sampai belajar mengoperasikan kamera dan edit film.”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 30, 2016 in Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: