RSS

Dewi Nur Aeni & Sri Rohani Raih Penghargaan FEMALE FOOD HERO

29 Okt
Sri Rohani dan Dewi Nur Aeni berfoto usai menerima penghargaan

Sri Rohani dan Dewi Nur Aeni berfoto usai menerima penghargaan

Sebagai seorang perempuan dalam kehidupan berkeluarga sudah pasti memiliki peran yang besar. Begitu juga dalam bidang pertanian, perempuan yang satu ini turut membantu suaminya mengelola lahan pertanian yang dijadikan sumber penghidupan bagi keluarganya. Sri Rohani, perempuan yang tinggal di desa Wiromartan, Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen ini belum lama ini dinobatkan sebagai Perempuan Pahlawan Pangan. Penghargaan yang diberikan oleh Rimbawan Muda Indonesia (RMI) dan OXFAM dalam ajang FEMALE FOOD HERO (FFH) 2016 di Jakarta memberikan penghargaan kepada 9 Perempuan Pejuang Pangan serta 6 videomaker yang telah memfilmkan aktifitas petani.

Penganugerahan, Female Food Hero dilaksanakan di Café Cikini pada Minggu, 16 Oktober 2016 pada pukul 12.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut diadakan pula diskusi bersama 9 perempuan pejuang pangan serta 6 video maker yang telah memfilmkan aktifitas pejuang pangan.

Ternyata, kegiatan Female Food Hero 2016 tak berhenti pada kegiatan penghargaan dan diskusi saja, para finalis diajak mengikuti Educational Trip ke Camp Hulu Cai Bogor, acara educational trip yang dilaksanakan pada hari Senin, 17 Oktober 2016 diwarnai dengan kegiatan masak bersama, outbond, materi videografi  oleh Dandy Laksono, serta program seputar pertanian yang diikuti oleh para perempuan pejuang pangan terpilih. Malamnya usai makan malam diadakan bakar jagung bersama dan evaluasi serta sharing dan evaluasi kegiatan FFH 2016.

Dewi Nur Aeni salah satu pelajar SMKN1 Kebumen yang dinobatkan sebagai videomaker terpilih dalam kegiatan ini merasa bahwa kegiatan ini sangat berkesan. Pasalnya baru kali ini ia berada dalam forum yang tak dijumpai oleh pelajaran seumurannya. “Saya senang sekali, karena jarang sekali pelajar bisa terlibat dalam kegiatan seperti ini. Dalam acara itu yang statusnya pelajar cuma 2 orang, Saya (asal Kebumen) dan Faustin  (asal Bogor). Ungkap pelajar yang melahirkan karya film dokumenter berjudul URUT SEWU BERCERITA saat menjalankan Prakerin di Sangkanparan Cilacap.

Sementara itu, bagi Sri Rohani sendiri, berbagi pengalaman melalui video menjadi pengalaman yang tak dapat terlupakan, karena melalui video testimony berdurasi 3 menit itu menghantar dirinya dinobatkan sebagai Perempuan Pejuang Pangan 2016.  “Saya senang sekali bisa terlibat dalam kegiatan ini. Jadi tambah pengalaman.” Ujar perempuan yang pernah ditendang oleh TNI saat mengandung 5 bulan.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2016 in BERITA TERBARU, Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: