RSS

Pelajar Kampung Laut Raih Penghargaan Film Terbaik di IAIIG

07 Jun
Hanifah Muyasaroh, S.Ag, M.Si (Dekan Fak Dakwah IAIIG)   menyerahkan haiah pada Herika

Hanifah Muyasaroh, S.Ag, M.Si (Dekan Fak Dakwah IAIIG) menyerahkan haiah pada Herika

Film Welit unggul di Festival Fotografi dan Film Pendek IAIIG Cilacap.  Film yang mengangkat kisah tentang Mbah Maja seorang pengrajin Welit di kampung laut ini digarap oleh Herika Juli Saputri, siswi SMK N1 Kawunganten Filial Kampung Laut Cilacap. Film Dokumenter berdurasi sekitar 15 menit itu diproduksi oleh pelajar Kampung laut dan di fasilitasi sepenuhnya oleh Komunitas Sangkanparan Cilacap.

Festival yang di gagas oleh Jurusan Komunikasi & Penyaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap ini diperuntukan untuk para pelajar di Kabupaten Cilacap. Tepatnya 31 Mei 2016, para pelajar yang sedari pagi sekitar pukul 10.00 wib mulai memadati Auditorium Al-Ghozali untuk menyaksikan awarding Festival Fotografi & Film Pendek IAIIG Cilacap. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan kemudian memutarkan film-film para nominator. Selain itu, para peserta juga di minta untuk mempresentasikan hasil karyanya.

Ripto Nabil Ode, salah satu juri dalam gelaran tersebut membacakan hasil keputusan juri sekaligus mengumumkan para pemenang dalam acara tersebut. Untuk Kategori Fotografi, sebagai Juara 1. Aan Nur Fiana, dari MAN Cilacap. Sebagai Juara 2. Ika Musyarofah, dari MA MINAT Kesugihan, dan sebagai Juara ke-3 Miftahul Hidayah dari MAN Cilacap.  Sementara untuk kategori Film pendek didapatkan hasil, Film Terbaik 1 WELIT karya Herika Juli Saputri dari SMK Kawunganten Filial Kampung Laut, Film Terbaik 2 diraih oleh film dengan judul Empat Ikatan, karya Dwitya Ali Novitra pelajar MAN Cilacap dan Film Terbaik 3 diraih oleh film dengan judul Arang Bathok karya Defi Hikmawati, dari SMK Muhammadiyah Majenang.

Herika Juli Saputri tak menyangka, filmnya kembali raih penghargaan. Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai film dengan Ide Cerita Terbaik dalam gelaran Youth Sineas Award di Bali pada bulan April lalu, kini filmnya kembali mendapat penghargaan sebagai film terbaik 1 dalam kegiatan yang diselenggarakan di IAIIG Cilacap. “Saya ngga menyangka, film saya bisa dapet penghargaan. Terus terang saya dan teman-teman merasa senang sekali, semoga ini bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya” ungkapnya sambil berfoto bersama teman-temannya ditengah kebahagiaannya. Sementara bagi Ripto, salah satu juri dalam Festival ini menyatakan penilaian yang dilakukan berdasarkan kreatifitas. Dalam film Welit, ada adegan Mbah Maja mendayung di sungai, hal ini menjadi nilai tambah dalam film tersebut. “ Pengambilan gambar di sungai itu ngga gampang, dan butuh kreatifitas. Film ini mendapat nilai tambah karena kreatifitas kameramennya dalam pengambilan gambar” ungkapnya. Selain itu, dirinya berpesan kepada para peserta yang lain untuk tidak berkecil hati. Karena baginya kreatifitas bukanlah soal menang dan kalah. “ Tetap berkarya, terus berkreasi, jangan berhenti” ungkapnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 7, 2016 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: