RSS

Pelajar Cilacap Raih Penghargaan di FFD 2015

15 Des
BW Purbanegara memberikan Piala kepada Nur, dlm ajang FFD 2015

BW Purbanegara memberikan Piala kepada Nur, dlm ajang FFD 2015

Film Dokumenter garapan Nur Hidayatul Fitria siswi SMK Muhammadiyah Majenang, kembali raih penghargaan. Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Dokumenter Terbaik dalam Ajang Festival Film Purbalingga 2015, dan Film Terfavorit ajang Youth Sineas Award Bali 2015, Dokumenter Terbaik Festival Film Esemka 2015 di CIlacap, dan kini film berjudul KORBAN BENDUNG MANGANTI tersebut sabet penghargaan sebagai DOKUMENTER TERBAIK Kategori PELAJAR dalam ajang Festival Film Dokumenter 2015.

Festival yang menginjak usiake 14thini digelar dari tgl 7-12 Desember 2015 di Taman Budaya Yogyakarta, Lembaga Indonesia Perancis (LIP) dan juga Tembi Rumah Budaya. Dalam ajang ini ada 3 kategori yang dikompetisikan. Dokumenter Pelajar, Dokumenter Pendek, dan Dokumenter Panjang. Yang masing-masing diambil 1 unggulan per kategori untuk mendapatkan penghargaan DOKUMENTER TERBAIK Kategori Pelajar, Dokumenter Pendek Terbaik dan Dokumenter Panjang Terbaik. Selain program kompetisi, dalam ajang FFD 2015 ini juga disuguhkan program-program khusus, seperti Spektrum, Perspektif, Rekoleksi Memori, Docu Francais, Thai Docs, Korean Youth Docs, Asian Docs, Music Et Docs, Ingatan Kolektif dan Lokalitas, dan School Docs. (info lengkap cek www.ffd.or.id)

Film Korban Bendung Manganti ini adalah hasil karya program Prakerin siswa SMK Muhammadiyah Majenang di Sangkanparan Cilacap. Selain film Korban Bendung Manganti, ada juga 1 film yang digarap oleh anak didik Sangkanparan yang menjadi nominator yaitu PENYADAP PULUT. Film Penyadap Pulut digarap oleh Sugeng siswa SMK N1 Karanggayam.

Berdasarkan catatan panitia FFD 2015 terkait Film Dokumenter Pelajar, ada sesuatu dalam diri orang-orang muda yang membawa kesegaran. Dari 26 entri film dalam kategori Dokumenter Pelajar Program Kompetisi tahun ini, disaring  5 film: Sang Penari, Korban Bendung Manganti, Selimut Panas, Sang Kolektor, dan Penyadap Pulut. Mengaitkan ‘semangat muda’ dengan 5 film tersebut, para finalis tahun ini menawarkan sudut pandang yang terasa lebih dewasa dalam film-film mereka. Patut diapresiasi pemikiran kritis yang mereka tawarkan, dijalin lewat proses pengumpulan materi yang kemudian disampaikan dalam kesatuan gambar bergerak yang tidak hanya menangkap realitas, namun juga lapis-lapis di bawahnya. Dan terpilihlah Film Dokumenter Terbaik kategori Pelajar tahun ini adalah KORBAN BENDUNG MANGANTI.

Pada tanggal 8 Desember 2015, film Korban Bendung Manganti dan juga Penyadap Pulut diputar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, serta pada tgl 9 Desember 2015 kedua film tersebut diputar di Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Jogja. Nur Hidayatul Fitria (SMK Muhammadiyah Majenang) dan Sugeng (SMKN1 Karanggayam) sudah berada di dalam ajang ini sejak tanggal 8 Desember 2015. Pasalnya dia harus hadir dalam pemutaran film yang membuka sesi diskusi pembuat film dan para penonton yang hadir saat itu.

“Film Dokumenter Pelajar Terbaik pada tahun ini secara politis sangat penting, dan pembuat film berhasil untuk membingkai persoalan dengan perspektif yang tepat. Sebagai sebuah film yang berupaya memotret ketiakadilan Negara terhadap warganya, film ini tidak jatuh pada sekedar mengeksploitasi korban sebagai korban, tapi disisi lain berhasil menyisipkan satu bentuk optimism melalui subjek-subjek yang masih mampu melihat peluang untuk berjuang. Film ini berhasil menyampaikan paparan fakta dengan cukup baik, dan didukung dengan visual yang kuat, sehingga memudahkan penikmat film dalam mencernanya.” Ungkap BW Purbanegara saatmembacakan hasil catatan Dewan Jurika tegori Pelajar yang terdiri dari BW Purbanegara, St. Kartono dan Park Hye-Mi.

Sementara Nu rHidayatul Fitria, yang saat ini masih duduk di bangku kelas XII SMK Muhammadiyah Majenang mengungkap kebahagiaannya saat menerima piala serta piagam penghargaan. “Kemenangan ini saya maknai sebagai dukungan terhadap saya untuk terus berkarya. Semoga dengan penghargaan ini, film saya bias mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah untuk segera memberikan solusi terhadap persoalan yang saya angkat dalam film ini.” Ungkap Nur saat memberikan sepatah kata pada malam puncak Festival Film Dokumenter 2015.

Sementara itu, Insan Indah Pribadi yang sejak awal hinga akhir mendampingi kehadiran Nur dalam ajang tersebut sangat berharap adanya dukungan dari pihak sekolah untuk terus mendukung siswanya dalam berkarya. “Nur ini salah satu pelajar yang kritis. Saya sangat berharap tidak hanya saya yang memberikan support bagi dirinya untuk terus berkarya, tapi juga keterlibatan sekolah atas kemajuan dirinya melalui prestas-prestasi yang membanggakan dirinya, sekolah dan juga orang tua.” Ungkap Insan yang juga berperan sebagai fasilitator serta Produser dalam film Korban Bendung Manganti.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2015 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: