RSS

Catatan Produksi Dokumenter SMKN1 Karanggayam 2015

20 Nov
Pelajar karanggayam saat produksi FIlm Golak

Pelajar karanggayam saat produksi FIlm Golak

Tepatnya 10-13 November 2015 Para Pelajar SMKN1 Karanggayam dibantu beberapa pelajar SMK Muhammadiyah Majenang berkunjung ke atas bukit Karanggayam untuk memproduksi 2 Film Dokumenter. Film tersebut adalah GOLAK dan Seni Budaya Jawa.

Adakah yang mengenal GOLAK ? Golak jika dibeberapa daerah dikenal sebagai makanan khas yang berasal dari Singkong. Ada juga yang menganggap Golak itu adalah Lanting. Nah makanan khas daerah manakah GOLAK ?

Nawang Riyadi, pelajar SMKN1 Karanggayam yang melakukan riset terhadap makanan khas Kebumen bernama Golak. Baginya Golak ini memang merupakan makanan sederhana di Kebumen. Namun Golak ini adalah salah satu makanan khas yang tidak boleh punah dari dunia Kuliner khas Kebumen. Seperti halnya makanan khas kebumen yang lainnya, Golak juga memiliki histori yang tinggi. Selain sudah ada sejak jaman dahulu, Para penjual Golak ini rata-rata mewarisi usaha para pendahulunya. Usaha turun temurun keluarga penjual Golak inilah yang hingga kini dikhawatirkan minim penerus.

Bagi Nawang sutradara film Golak, Golak ini layak untuk di filmkan. Selain untuk memperkenalkan Kuliner khas Kebumen, juga mengajak generasi muda saat ini untuk peka dan turut menjaga kearifan lokal dan kekayaan khasanah budaya bangsa.

Produksi Film Golak dilaksanakan di desa Krakal, Kecamatan Aliyan, Kabupaten Kebumen. Dalam produksi ini, turut serta Teguh Rusmadi dan Insan Indah Pribadi dari Sangkanparan, untuk memfasilitasi dan mendampingi para pelajar memproduksi film tentang Golak.

Usai Film Golak diproduksi, para pelajar berbondong-bondong menuju Karanggayam. Di Karanggayam mereka mempersiapkan diri untuk memproduksi film selanjutnya yang mengangkat kisah tentang Ekstrakurikuler yang diselenggarakan di Sekolah mereka. Ya Sebuah ekstrakurikuler yang jarang ada di setiap sekolahan, yaitu Seni Budaya Jawa. Dalam Film ini mengupas bagaimana usaha para siswa dan guru-guru untuk berlatih gamelan serta macapat bersama. Para guru dengan sungguh-sungguh mengajak para siswa untuk mempertahankan tradisi budaya Jawa yang sudah ada sejak jaman dahulu.

Melalui film ini, Maryanti selaku sutradara berharap, adanya perhatian dari generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya Jawa agar tidak punah. “Alhamdulilah di sekolah saya para siswa antusias untuk mengikuti ekstra ini sehingga banyak juga yang sekarang sudah mahir bermain gamelan dan nembang Macapat” ungkap siswi SMK N1 Karanggayam ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 20, 2015 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: