RSS

Catatan Produksi Dokumenter SMKN1 Kebumen 2015

20 Sep
Linda saat mengambil Gambar

Linda saat mengambil Gambar

Usai sudah produksi Film Dokumenter pelajar SMKN1 Kebumen. Produksi yang diawali pada tanggal 10 Hingga 15 September 2015 ini menghasilkan 5 Film Dokumenter. 5 Film Dokumenter tersebut yaitu, Kampung Sangkar, Ringgit Purwo, Dangsak, Kampung Genteng, dan Jenitri 2015.

Ringgit Purwo atau yang sering kita kenal dengan sebutan Wayang Kulit merupakan film dokumenter yang mengangkat tentang dunia wayang kulit. Linda Agustin penulis sekaligus sutradara film ini, ingin mengungkapkan beberapa hal menarik seputar wayang kulit di daerah Kebumen. Mulai dari proses pembuatannya, cara memainkannya hingga tokoh-tokoh di dalam dunia pewayangan. Hal ini dia lakukan untuk mengajak para generasi muda, dan remaja seusianya untuk mencintai budaya wayang. “Karena sekarang kan banyak remaja seusia saya yang tidak suka wayang, mereka ngga paham cerita-cerita dalam pewayangan. Oleh sebab itu saya membuat film tentang wayang agar kita semua jadi mau mencintai budaya wayang.”ungkap

Selanjutnya ada film berjudul Kampung Sangkar. Kampung Sangkar, merupakan ide yang ditulis oleh Latifah. Dirinya ingin mengangkat tentang fenomena para pengrajin sangkar burung yang ternyata ada di daerah Kebumen. Hasil dari kerajinan Sangkar Burung ini terjual hingga kebeberapa daerah, seperti Cilacap, Solo, Jogja, bahkan hingga luar Jawa seperti Bali. Latifah menyutradarai langsung film ini, karena ia ingin masyarakat di luar Kebumen mengerti bahwa ada potensi yang unggul di Kebumen. Serta memberikan pemahaman kepada generasi muda masa kini, bahwa kerja-kerja kreatif yang sederhana juga bisa menghasilkan income yang tinggi.

Ada Kampung Sangkar, ada juga Kampung Genteng. Jika kita berjalan-jalan ke Kebumen sudah pasti kita akan menyaksikan pemandangan genteng-genteng bertumpuk di pinggir-pinggir jalan, dan terlihat pula beberapa rumah industry genteng. Ya Sudah lama genteng kebumen terkenal tak hanya di wilayah Jawa saja, namun juga diluar jawa. Genteng Soka sangat terkenal. Film yang disutradarai oleh Siti Muldiatun Nasikhah ini hendak mengupas beberapa hal tentang genteng Soka. Selain itu juga mengupas tentang perkembangan genteng dari masa ke masa.

Selain itu ada Film berjudul Dangsak. Dangsak merupakan kesenian khas Kebumen. Dangsak sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Kesenian ini memang lahir pada masa penjajahan Belanda. Dimana masyarakat pada saat itu sengaja menggunakan dandanan yang mengerikan bak setan berambut panjang untuk menakut-nakuti penjajah yang hendak menguasai lahan milik warga. Hingga kini kesenian Dangsak di Kebumen tetap lestari. Suningsih selaku penulis dan Sutradara dari film Dangsak ini ingin turut serta mengabarkan kebada masyarakat luas tentang kesenian yang hanya ada di Kebumen ini.

produksi Pelajar SMKN1 Kebumen

produksi Pelajar SMKN1 Kebumen

Yang terakhir adalah film berjudul JENITRI 2015. Film Jenitri 2015 ini merupakan kelanjutan dari film Jenitri sebelumnya. Jika Film jenitri sebelumnya mengupas kisah tentang pengusaha Jenitri yang sukses atas usahanya, kini film Jenitri 2015 lebih banyak mengupas tentang proses penanaman serta mengupas jenis-jenis jenitri yang berbeda-beda. Selain itu dalam film ini kita bisa tau penuturan para Buyer dari luar negeri tentang kegunaan jenitri disana. Andaeni, merupakan anak dari pengusaha Jenitri di Kalipuru. Dirinya yang secara langsung menulis kisah tentang keluarganya serta desanya untuk difilmkan. Menurut sutradara muda yang cantik ini, bayak hal yang bias dikupas dari Jenitri. Oleh sebab itu, film ke dua tentang Jenitri ini ia buat. Dan rencananya, Muslihan (sutradara jenitri sebelumnya) dan Andaeni (sutradara Jenitri 2015) ingin membuat Film Dokumenter tentang Jenitri yang ke 3. Namun di film tersebut dirinya harus bisa mengupas kegunaan Jenitri di Cina, Jepang, India dan Nepal. Maka dari itu, mulai saat ini mereka tengah belajar bahasa inggris dan mengumpulkan uang guna mewujudkan film Jenitri ke 3.

Produksi Film Pelajar SMKN1 Kebumen difasilitasi oleh sekolah mereka. Sebagian alat juga difasilitasi oleh Sangkanparan. Sedangkan para Punggawa Sangkanparan ikut terlibat dalam pendampingan selama 6 hari di Kebumen. Insan Indah Pribadi yang saat itu turut serta mendampingi dalam produksi tersebut menyatakan kebahagiaannya bisa berbagi bersama para pelajar yang kreatif dari Kebumen. “Di Kebumen banyak hal yang bisa digali dan di filmkan. Dari potensi alamnya, budaya serta makanan khasnya yang luar biasa jika kita petakan satu persatu.” Ungkapnya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 20, 2015 in Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: