RSS

Workshop “Musik Angin”

29 Agu
Workshop

Workshop “Musik Angin” oleh Kak Misbah dari Makassar

Jum’at, 28 Agustus 2015 saat waktu senja di sebuah tanah lapang tepatnya di sawah pekarangan rumah bang Taufik diadakan Workshop bertajuk “Musik Angin” yang diisi oleh Kak Misbah dari Makassar. Workshop “Musik Angin” dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan. Tidak ketinggalan pula para peserta prakerin dari TBM Sangkanparan mengikuti kesempatan tersebut. Beberapa diantaranya juga terdapat seniman dari berbagai daerah. Workshop yang dibuka untuk umum dan secara gratis ini berbagi tentang bagaimana sebuah sendaren yang sumber bunyinya berasal dari gesekan antara angin dan pita jepang  ini bisa dijadikan sebagai instrumen musik yang kreatif dan indah. Alat yang terbuat dari bambu dan pita jepang ini diberi sebutan Indonesian Wind Harp.

Kak Misbah mengungkapkan bahwa sendaren memang sudah menjadi hal yang biasa di setiap daerah terutama di daerah pesisir. Selain dubuat untuk layang-layang, sendaren biasa digunakan untuk mengusir burung di sawah oleh para petani. Lain halnya dengan para nelayan, mereka menggunakan sendaraen untuk menandai arah angin. Hal ini membuat beliau memiliki pemikiran bahwa sendaren merupakan alat untuk berkomunikasi antara manusia dengan alam.

Banyak juga peserta yang bertanya seputar sendaren kepada Kak Misbah disela-sela sharing dan penjelasan tersebut. Di berbagai daerah, sendaren memiliki sebutan yang beraneka ragam. Beliau menuturkan bahwa sendaren juga bisa diaplikasikan untuk mengiringi lagu, meditasi atau yoga, juga marching band.Gerakan yang digunakan untuk memainkan sendaren ternyata memliki filosofi kehidupan. Gerakan bermain sendaren membentuk angka 8, dimulai dari gerakan seperti mendayung dan gerakan seperti menebas padi atau tumbuhan oleh para petani.

Kak Misbah sedang memainkan sendaren

Kak Misbah sedang memainkan sendaren

Latifah, salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Kebumen mengungkapkan, “Kalau saya udah kenal sendaaren dari dulu, tapi saya nggak tahu kalau ini itu bisa dijadiin music juga. Dengan adanya workshop ini saya jadi tahu kalau hal sepele sepeti ini bisa jadi luar biasa.Saya jadi ingin memainkanya besok bareng temen-temen di Kebumen”. Berbeda dengan Defi Hikmawati, “Awalnya saya malah nggak tahu sendaren, sekarang saya jadi tahu sendaren dan bahkan hal seperti ini bisa dijadikan musik”. Ungkap siswi asal SMK Muhammadiyah Majenang.

Menurut Kak Tofik Suseno selaku koordinator penyelenggara Workshop Musik Angin, kegiatan berbagi seperti ini sangat penting dilakukan, agar remaja di Cilacap memiliki referensi yang baru terus menerus. “Awalnya Kak Misbah ini datang keCilacap khusus untuk pertunjukan SAPA WANI, namun karena ada waktu luang, kita ajak kesini untuk berbagi bersama rekan-rekan semua”. Ungkap Kak Tofik.

Kak Misbah memiliki keinginan untuk mengembangkan sendaren mejadi seni musik yang apik, agar menambah ciri khas musik di Indonesia yang sudah banyak terpengaruh oleh musik budaya lain. Rencananya pada malam Minggu diadakan pementasan sendaren oleh para peserta workshop pada gelaran Sapa Wani. Senangnya bisa ikut pentas bersama kak Misbah dan kak Ali..Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga tidak terasa waktu menjelang maghrib, mereka terpaksa mengakhiri kegiatan yang bisa tergolong singkat ini. Kemudian akan dilanjutkan kembali hari Sabtu sore untuk latihan pementasan pada malam harinya.

Ditulis oleh : Siti Muldiatun Nasikhah

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2015 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

One response to “Workshop “Musik Angin”

  1. Lia Budi Cahyani

    Agustus 31, 2015 at 5:04 am

    Mantabs..ternyata suara sendaren bisa diolah menjadi musik yang apik. Benar benar unik ☺

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: