RSS

Berbagi Pengalaman Hidup

28 Jul
Keseriusan peserta prakerin ketika mendengarkan cerita Enyak

Keseriusan peserta prakerin ketika mendengarkan cerita Enyak

Kegiatan prakerin di TBM (Taman Belajar Multimedia) Sangkanparan tidak hanya belajar tentang Multimedia, namun peserta prakerin juga dibekali keimanan. (Sabtu, 26 Juli 2015).

Malam itu, peserta prakerin berebut tempat untuk mendengarkan sharing dari Dewi Kusumawati istri Insan Indah Pribadi yang biasa dipanggil “Enyak”, pembimbing TBM Sangkanparan. Enyak bercerita pengalamannya sejak SD sampai dunia kerja.

Peserta prakerin memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan Enyak. Beliau bercerita ketika tinggal sendiri di pondok (mushola panggung sederhana yang sudah tua), selain itu Enyak juga pernah menjadi guru, artis, juru kamera dan masih banyak lainnya. Beberapa pengalaman yang di alami ada satu pengalaman yang tak terlupakan yaitu diremehkan oleh teman dan gurunya karena disangka hamil. Sebenarnya Enyak sakit karena keracunan nasi aking yang sudah berjamur, tanpa diduga pertolongan Allah datang melalui dua orang pemulung yang kebetulan lewat dan menolongnya sehingga Enyak bisa pulang ke pondok. Dan anehnya sebelum dan sesudah kejadian ini tidak pernah ada pemulung yang lewat lagi. Hal ini terjadi karena Enyak selalu ingat Shalat, karena “shalatlah yang menolong kita di saat mengalami kesusahan” begitulah tuturnya.

Enyak membaca garis tangan Nasikhah

Enyak membaca garis tangan Nasikhah

Usai sharing peserta prakerin berebut supaya di baca garis tangannya, diantaranya Siti Muldiatun Nasikhah salah satu peserta prakerin dari SMK N 1 Kebumen mengutarakan “Saya ingin sekali dibaca garis tangannya, kemudian saya meminta saran dari Enyak apa saja yang harus diubah dalam hidup saya agar menjadi lebih baik”.

Selain Nasikhah, Naufal Hunaif peserta prakerin dari SMK Muhamadiayah Majeneng mengungkapkan perasaannya setelah mendengarkan sharing , “urip jalani kaya air mengalirlah trima apa anane, iya ora maksa dewek kudu kepriwe priwe, jadi diri sendiri”. (Jalani hidup seperti air yang mengalir menerima apa adanya, tidak memaksa diri harus bagaimana, jadilah diri sendiri).

Suasana saat itu menjadi ramai, banyak peserta yang meminta untuk di bacakan namun akibatnya Damar bangun, sehingga pembacaan garis dan pembekalan materi berakhir.

Setelah selesai, peserta prakerin yang berasal dari SMK N 1 Kebumen dan SMK Muhamadiyah Majenang menyadari betapa pentingnya keimanan dalam kehidupan.

(Ditulis oleh : Andaeni)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2015 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

One response to “Berbagi Pengalaman Hidup

  1. Ario M Sano

    Agustus 2, 2015 at 8:41 pm

    sip , ikatlah ilmu dengan menulis dan berbagi dengan jepretan karya sendiri, maturnuwun enyak babeh sampun berbagi dengan para siswa.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: