RSS

Arsip Bulanan: April 2015

SENANDUNG JAMJANENG Dokumenter Terbaik Festival Film Malang 2015

Indah Menerima Penghargaan di Festival Film malang 2015

Indah Menerima Penghargaan di Festival Film Malang 2015

Perhelatan yang meriah Festival FIlm Malang 2015 baru saja digelar 2-4 April 2015 di Kampus besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam kegiatan tersebut, selain ada pemutaran film, diadakan pula sesi-sesi khusus seperti kursus sinema, temu komunitas, nawak malang, sesi malangan dan juga sinema tour keliling kota Malang.

Acara ini diadakan setiap tahun, dan tahun 2015 ini adalah tahun ke 11 penyelenggaraan Festival Film Malang. Festival yang diikuti oleh para Pelajar dan Mahasiswa dari seluruh pelosok tanah air ini memberikan penghargaan kepada film Fiksi dan Dokumenter. Setiap kategori hanya mendapat ‘satu’ kategori saja yang akan menyandang sebagai “Film Terbaik”

Muslihan dan Indah Riskiyani adalah siswa SMKN1 Kebumen yang turut hadir dalam acara tersebut. Bersyukur mereka berdua bisa hadir disela-sela kesibukannya menghadapi Ujian Nasional 13 April mendatang. Mereka hadir karena film Jenitri karya Muslihan dan Juga Senandung Jamjaneng karya Indah lolos seleksi dan masuk sebagai nominator dalam ajang Festival Film Malang 2015. Muslihan dan Indah yang awalnya sempat kebingungan karena tidak memiliki cukup dana untuk berangkat ke Malang akhirnya plong juga karena ternyata pihak sekolah mendukung dan memberangkatkan 2 siswa ini beserta 2 guru pendamping untuk hadir dalam Festival FIlm Malang 2015. Memang keterlibatan dan dukungan sekolah sangat diperlukan. Namun demikian pihak sekolah tetap menghimbau kepada para siswanya untuk tak henti-hentinya belajar, apalagi mereka akan menghadapi UN dalam waktu dekat. Meski menempuh perjalanan yang cukup jauh Muslihan dan Indah memanfaatkan waktu belajar di kereta. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2015 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

“Penyadap Pulut” Produksi Film Dokumenter SMKN1 Karanggayam

Para siswa SMKN1 karanggayam saat produksi film Penyadap Pulut (9/3)

Para siswa SMKN1 karanggayam saat produksi film Penyadap Pulut (9/3)

Sore itu tepat di hari Minggu, 8 Maret 2015. Setelah produksi Dokumenter Kampung Cething Selesai, para pelajar SMKN1 Karanggayam, Kebumen yang dibantu oleh beberapa siswa dari SMKN1 Kawunganten dan Kampung Laut Cilacap ini, langsung bergerak ke sebuah tempat bernama desa Silampeng.

Produksi Dokumenter selanjutnya adalah kisah kehidupan seorang penyadap Pulut di desa Silampeng, Kebumen.  Kisah ini sengaja direkam oleh Sugeng dan dikemas menjadi sebuah film Dokumenter. Para narasumber dalam film ini sangat dekat dengan Sugeng, karena penyadap pulut tersebut tak lain adalah ayahnya. Sugeng memberanikan diri merekam aktifitas sang ayah dari awal pulut di sadap, hingga diolah dan kemudian berubah menjadi keping rupiah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Dalam produksi Dokumenter ini, para kru yang mayoritas adalah siswa SMKN1 Karanggayam dibantu beberapa pelajar dari Cilacap, memanfaatkan waktu yang begitu singkat. Selain medan perbukitan yang harus mereka lalui begitu terjal, mereka juga harus berkejaran dengan waktu. Meski sempat mengalami kendala karena faktor cuaca, namun syukurlah film ini dapat selesai diproduksi. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2015 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

“KAMPUNG CETHING” produksi Film Dokumenter SMKN1 Karanggayam

Nur Kholifah, (Kameramen) sedang mengambil gambar orang menganyam (Glontor, 7Maret 2015)

Nur Kholifah, (Kameramen) sedang mengambil gambar orang menganyam (Glontor, 7Maret 2015)

Siapa yang tidak tahu Cething? Ya peralatan dapur yang digunakan sebagai tempat nasi ini sering dijumpai di mana-mana. Termasuk di pasar tradisional di seluruh Indonesia. Namun siapa yang tau proses pembuatannya? Bagaimana dan dimanakah Cething diproduksi?

Shakir Iskandar, salah satu siswa SMKN1 Karanggayam Kebumen, mencoba mengupas aktifitas para pembuat cething di desa Glontor. Di desa ini, mayoritas penduduknya mengisi keseharian mereka dengan menganyam. Hasil anyaman mereka berwujud perkakas dapur, salah satunya yaitu Cething.

Keseharian di Desa Glontor, Kebumen ini menginspirasi Shakir untuk kemudian memfilmkan Kampung Cething dalam film Dokumenter perdananya.

Tak hanya keseharian para pembuat Cething, Shakir juga merekam aktifitas yang terjadi di desa tersebut, seperti suasana pasar tradisional yang masih asli (tidak dipengaruhi oleh pasar modern), budaya masyarakat yang berkumpul, dan segala kearifan lokal yang tercipta di desa yang masih asri ini. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2015 in BERITA TERBARU, INFORMASI