RSS

Sharing Pengalaman di halaman TBM Sangkanparan

16 Jan
para siswa bercerita tentang pengalamannya

para siswa bercerita tentang pengalamannya

Sebanyak 20 siswa/siswi yang berasal dari SMKN 1 kebumen, Kampung Laut dan Kawunganten tengah mengikuti program Prakerin di TBM Sangkanparan selama 3 bulan. Tepatnya, Kamis 15 Januari 2015 para siswa diajak membentuk kelompok-kelompok untuk saling mengenal satu persatu teman-temannya. Tentunya dalam satu kelompok mereka bertemu dengan teman yang berbeda sekolah. Dalam kelompok-kelompok tersebut Insan Indah Pribadi selaku mentor di Sangkanparan memberikan tugas untuk saling menggali segala hal tentang temannya. Satu per satu dari mereka berusaha mengorek identitas dari teman-temannya, mulai dari latar belakang keluarganya, kehidupannya, pengalaman yang pernah dialami, baik itu pengalaman lucu, maupun menyedihkan. Untuk selanjutnya diceritakan secara ringkas dalam durasi 30detik. Ya setiap anak mempunyai kewajiban untuk memperkenalkan temannya dalam waktu 30 detik.

Hal ini dilakukan untuk melatih siswa agar mampu merangkum banyak hal yang mereka dapatkan dan diceritakan secara ringkas dan padat, seperti layaknya sebuah reportase singkat. Selanjutnya, masih dalam bentuk berkelompok, para siswa diminta bertukar posisi dan membentuk 3 kelompok. Disesi kali ini, para siswa diminta untuk menceritakan berbagai pengalaman hidupnya. Bisa pengalaman unik, menarik, atau bahkan pengalaman menyakitkan dan menyedihkan. Setelah itu nantinya setiap kelompok menceritakan satu cerita yang diangap paling penting untuk diceritakan. Bukan berarti pengalaman teman-teman yang tidak diceritakan itu tidak baik, tapi para siswa harus mempunyai keputusan cerita apa yang layak dan dirasa penting untuk diceritakan kepada semua orang.

Puji Hastuti, siswi SMK N1 Kawunganten mencoba menceritakan kisah lucu pengalamannya ketika di kontrakan yang dam-diam memakan mangga karena kelaparan. Cerita ini membuat teman-teman yang lain tertawa terbahak-bahak membayangkan polah tingkah puji dan meilani dalam cerita tersebut.

Sementara Nur Kholifah siswi SMK N1 Karanggayam Kebumen menceritakan pengalaman pahitnya ketika ia masih duduk dibangku kelas 4 SD. Saat itu ia tengah menjalani test sekolah di Jakarta, sementara di desanya di Kebumen ayahnya menderita penyakit yang tak kunjung sembuh. Hingga pada suatu ketika Nur Kholifah merasa sangat ingin untuk menelepon ayah tercintanya. Hal yang sangat tak diinginkan terjadi, ternyata melalui telepon itulah ia terakhir kali mendengar suara Ayah tercintanya memberikan pesan kepadanya untuk terus belajar yang rajin dan patuh pada ibunya.

Pengalaman-pengalaman tersebut nantinya tertulis dalam sebuah buku yang berisi kompulan pengalaman dan ide cerita film. Tulisan-tulisan tersebut nantinya bisa jadi menjadi acuan mereka dalam menggarap film dikemudian hari.

Kegiatan yang dilakukan di TBM Sangkanparan adalah untuk mensupport para siswa SMK jurusan Multimedia yang ingin lebih mendalami dunia multimedia. Kegiatan ini tidak disponsori oleh perusahaan apapun atau bermitra dengan perusahaan apapun. Jadi jika ada perusahaan yang mengaku bahwa kegiatan Sangkanparan dibiayai oleh perusahaan tersebut atau merupakan mitra binaan sebuah perusahaan adalah salah besar. Karena para siswa di TBM Sangkanparan melakukan iuran sendiri untuk membuat kegiatan tersebut berjalan. Demikian semoga kegiatan yang dilakukan para siswa di TBM Sangkanparan bisa terus memotivasi para pelajar di Seluruh Indonesia untuk terus kreatif dan berkarya.. !!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2015 in BERITA TERBARU

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: