RSS

Belajar Sejarah Melalui Film

13 Jan
suasana kegiatan Nonton Film di Sangkanparan

suasana kegiatan Nonton Film di Sangkanparan

Memasuki minggu ke dua Program Prakerin di TBM Sangkanparan, para pelajar yang berasal dari SMKN1 Kawunganten, SMKN1 Kampung Laut, dan SMK N1 Karanggayam Kebumen diwajibkan menonton puluhan film yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kegiatan ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka menonton film, dan kemudian menuliskan kembali apa isi dari film tersebut. Tak hanya menulis ulang, para siswa diwajibkan untuk mengkritisi film yang ditonton, serta membongkar kelebihan serta kekurangan dari film tersebut. Hal ini dilakukan agar siswa tak hanya sebagai penikmat film saja, namun mampu mengkritisi sekaligus menjadi pengamat akan pesan yang disampaikan dalam film.

Beragam film wajib untuk di kaji oleh para peserta Program Prakerin Sangkanparan, mulai dari film Dokumenter, Film Fiksi hingga film animasi dan eksperimental.

Di sesi awal, para siswa akan diberi tugas untuk membuat Resume terhadap film-film dokumenter yang ditonton. Diantaranya film-film karya pelajar Banyumas Raya yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai ajang Festival di Tanah Air seperti Kampung Tudung karya Yuni Etifah , Besalen karya garnida Asri, dan Jenitri karya Muslihan. Serta film-film dokumenter lain yang dapat dijadikan referensi terhadap perkembangan dokumenter di Indonesia.

Ini merupakan hal baru bagi siswa. Karena sebelumnya, setiap kali menonton film, mereka tidak pernah terpikir untuk mengkritisi film yang baru saja di tonton. Selain itu, banyak juga film-film yang ditonton menjadi media pembelajaran terhadap banyak hal yang tidak diketahui oleh siswa. Misalnya saja film Dokumenter tentang Hilangnya para Aktivis 98, atau kisah tentang sejarah kelam Bangsa Indonesia.

Seperti yang diungkapkan Meilani Setianingrum siswi cantik asal SMK N1 Kawunganten “Setelah nonton film jadi tau, ternyata selama ini banyak kisah-kisah sejarah yang tidak di publikasikan secara luas. Sepertinya memang dirahasiakan”

Sementara Ria Irawan, pria kelahiran Kampung Laut Cilacap tidak menyangka, apa yang ia tonton itu adalah kejadian yang terjadi di Indonesia. “Ya ampun, Indonesia ternyata pernah ‘keos” yah??” ungkap pria yang bersekolah di kelas Filial Kampung laut SMKN1 Kawunganten ini.

Insan Indah Pribadi selaku pengelola TBM Sangkanparan menyatakan, Program Resume Film sama halnya dengan Membongkar Film. Para siswa diharapkan mampu memahami isi film, serta kedepannya dapat membuat film seperti yang mereka tonton.

Kegiatan Resume film ini akan berlangsung kurang lebih selama 1 minggu di TBM (Taman Belajar Multimedia) Sangkanparan. Selain film Dokumenter, ada juga film-film fiksi, animasi serta eksperimental yang akan di kaji dalam program RESUME FILM.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2015 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: