RSS

Slamet, Pejuang Kebersihan

09 Sep
Pak Slamet saat diwawancara

Pak Slamet saat diwawancara

Jumat Pagi, 22 Agustus 2014 para siswa SMKN1 Kebumen yang menamakan dirinya MBPro ini sudah siap merekam aktifitas Pak Slamet. Pak Slamet adalah seorang penjual Koran. Namun setiap pagi, ia berkeliling kampung untuk memungut sampah, dikumpulkan di gerobaknya dan kemudian ia buang ke tempat pembuangan sampah.

Kehidupan pak Slamet yang sangat sederhana ini menarik simpati Hanan Husnia untuk mengabadikan moment-moment istimewa tersebut dalam sebuah film. Film ini sebenarnya hendak merekam aktifitas pak Slamet. Pagi hari saat langit masih gelap pak slamet sudah berkeliling memungut sampah, setelah mengurus sampah selesai ia segera bergegas untuk menjual Koran ke beberapa instansi dan dinas terkait. Ia menjual Koran hampir setengah siang. Lalu ia kembali kerumahnya. Sembari beristirahat sejenak ia sudah harus mempersiapkan bermacam mainan anak-anak untuk ia jual di emper took atau bahkan di trotoar pinggir jalan. Ia berjualan mainan anak-anak hingga malam. Begitulah aktifitas pak Slamet selama berhari-hari.

Selain tukang sampah dan penjual Koran. Pak Slamet ternyata juga seorang seniman. Bagi beberapa rekan di SRMB (Sekolah Rakyat Melu Bae), “Pak Slamet adalah sosok seniman yang sederhana. Namun demikian Pak Slamet memiliki semangat yang tinggi untuk menyekolahkan anak-anaknya agar kelak anaknya bisa menjadi manusia yang lebih berhasil dari pada dirinya” ungkap Pekik salah satu seniman yang ditemui di SRMB Kebumen.

Film ini digarap selama 2 hari. Karena harus mengambil setting pagi dan malam. Hanan sendiri merasa banga bisa mengabadikan aktifitas Pak Slamet. Bagi Hanan, pak Slamet adalah seorang pejuang kebersihan. Ia seperti sosok seorang pahlawan di kampungnya. “Pak Slamet ini pahlawan kebersihan di kampung kita. Karena hanya Pak Slamet yang mau melakukan pekerjaan kotor itu” ungkap Hanan sang sutradara dalam film ini. Ya memang tidak ada seseorang yang mau melakukan pekerjaan yang dianggap kotor ini. Hanya Pak Slamet yang bersedia melakukannya, dengan ikhlas dan penuh semangat. “Ini merupakan ibadah bagi saya” Kata Pak Slamet saat diwawancarai oleh para siswa mengenai aktifitas nya memungut sampah.

Hanan berharap, melalui film ini, ia bisa mengabadikan pengorbanan Pak Slamet sebagai pejuang kebersihan di Kampungnya, sekaligus member dorongan bagi remaja dimanapun untuk mencintai kebersihan. Karena belakangan ini banyak sekali justru para remaja yang senaknya membuang sampah tanpa berpikir panjang efek yang terjadi ketia sampah-sampah itu penuh dan mengotori kota.

Sore hari di hari ke dua, para siswa bergegas untuk ke sebuah desa di Sadang Kulon, untuk merekam aktifitas pembuat Batu Bata Merah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 9, 2014 in Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: