RSS

Janengan Hampir Punah ditelan Jaman

07 Sep
Kesenian Janengan yang hampir Punah

Kesenian Janengan yang hampir Punah

Rabu, 20 Agustus 2014 Para tim yang menamakan dirinya MBpro ini memulai produksi film ke 5 nya yaitu JANENGAN. Film yang mengambil kisah tentang group kesenian yang hampir punah ini diambil disebuah desa Ponco Warno Kebumen. Adalah mbah Maksudin, atau yang kerap dipanggil mbah Bayan seorang yang masih merawat peralatan music yang digunakan untuk kesenian tradisional Janengan. Mbah Bayan bersama rekan-rekannya selalu berupaya melestarikan kesenian ini meski sudah tidak digandrungi oleh anak-anak muda jaman sekarang.

Tidak seperti produksi biasanya, disini tim Art bekerja lebih ekstra. Karena harus mensetting suasana yang artistic untuk pertunjukan malam hari. Sejak siang tim art yang terdiri dari campuran siswa SMK N1 Kebumen dan SMK Muhhamadiyah Majenang ini memulai aktifitasnya mengolah daya cipta dan karsa mereka untuk sebuah sajian yang artistic. Maka jadilah malam harinya Janengan dipentaskan dengan suasana yang sangat indah dan harmoni. Obor-obor di sudut memberikan terang serta lampion dari pelepah pisang menambah suasana jadi tambah syahdu.

tim art mempersiapkan setting untuk pertunjukan

tim art mempersiapkan setting untuk pertunjukan

Novi Nurkhaeni salah satu tim art yang membuat ini semua merasa puas dengan hasil kerja teman-teman. Ia mengungkapkan kebahagiaannya. Hal ini memang baru pertama kali ia lakukan bersama teman-temannya. “Wooow bagus bangeeet… malah keliatan romantic yaaa” ungkap Novi saat semua lampion dan obor dinyalakan.

Sementara Indah Riskiyani perempuan tinggi semampai ini tak mau membuang kesempatan untuk merangkumnya dalam sebuah film pendek garapannya yang ia beri judul SENANDUNG JAMJANENG. Indah membuat film ini karena terdorong dari keprihatinan akan punahnya kesenian-kesenian tradisonal di Kebumen. Salah satunya yaitu JamJaneng atau janengan ini.

Melalui film ini, ia berharap bisa member gambaran tentang kesenian Janengan serta bisa memotivasi anak-anak muda lain untuk turut serta melestarikan kesenian yang hampir punah.

Melalui film ini, Indah juga mengajak peran serta para seniman Kebumen untuk memberikan sedikit komentarnya. Maka rekan-rekan dari MBpro (SMK N1 Kebumen) inipun menyempatkan berkunjung ke SRMB (Sekolah Rakyat Melu Bae) untuk bertemu beberapa rekan seniman untuk dimintai komentar serta pendapatnya mengenai kesenian Janengan.

Penggarapan film ini ternyata hanya sehari. Malam harinya tim sudah dibawa kesebuah tempat yaitu Ampel. Untuk merekam aktifitas para penggila batu akik.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2014 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: