RSS

CABAI PEDAS, GULA MANIS

06 Sep

Catatan Produksi Film Dokumenter SMKN1 Kebumen #3

Para Kru menggunakan alat seadanya saat produksi film dokumenter

Para Kru menggunakan alat seadanya saat produksi film dokumenter

Sore hari tepat di tanggal 17 Agustus 2014, para siswa SMK N1 Kebumen ini sudah berada di bibir pantai Petanahan Kebumen untuk merekam Sunset di pantai. Film ke-3 berlanjut setelah film Batik usai diproduksi.

Setelah semalam beristirahat dirumah sederhana di wilayah Pantai Petanahan Kebumen, Novi Nurkhaeni gadis mungil berparas cantik berwajah sendu ini mengajak teman-temannya untuk merekam aktifitas keluarga mas Didik yang bekerja sebagai petani cabai di daerah tersebut. Selain itu, orang tuanya juga mengolah air kelapa menjadi gula jawa untuk dijual keberbagai daerah.

Didik seorang petani Cabai muda yang menginspirasi Novi untuk membuat film dokumenter tentang cabai menjadikan Produksi Film Dokumenter ke-3 ini lain dari pada yang lain. Ya tema pertanian / agriculture diangkat dalam film ini.

Selain bercerita tentang proses menanam cabai, Novi juga mengupas kegunaan cabai dalam kehidupan sehari-hari. Kandungan vitaminnya serta bermacam manfaat cabai dalam dunia medis. Film yang mengupas tentang cabai dan gula ini akhirnya diberi judul Pedas Manis Kehidupan.

Bagi Novi, keluarga sesederhana mas Didik, dengan usahanya sebagai petani cabai dibantu orang tuanya yang penderes kelapa bisa menjalani hidup yang apa adanya. Meski sering kekurangan namun semangat untuk bertani tetap dimiliki oleh Mas Didik selaku generasi muda yang mencintai daerahnya.

Ada yang unik dari proses penggarapan film ini. Selain banyak sekali tekhnik One Shoot cinema dalam produksi film ini, ada seorang tim kreatif yang berniat untuk membantu memetik atau memanen lombok/cabai nmendapat pertanyaan serius terkait Haid. Jika wanita sedang menjalani masa Haid/mens, maka dilarang memetik lombok/cabai. Entah mengapa sugesti semacam ini ada, namun kenyataannya memang begitu, jika wanita yang sedang haid nekad memetik cabai dikebun tersebut, bisa jadi keesokan harinya dan seterusnya pohon cabai tersebut tidak mau berbuah lagi, alias mati.

Keesokan harinya usai merekam aktifitas panen kebun cabai mlik mas Didik, Novi beserta teman-temannya kembali melanjutkan perjalanan ke desa Kaligowong, Wonosobo. Sebuah daerah perbatasan antara Kebumen dan Wonosobo. Mereka berada disitu tak lain adalah untuk menggarap film selanjutnya tentang Jenitri.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2014 in BERITA TERBARU, Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: