RSS

Catatan Hanan (siswi SMKN1 Kebumen) tentang Sangkanparan

15 Jul

Catatan Hanan Husniya :

Hanan praktek menggunakan kamera

Hanan praktek menggunakan kamera

“Sangkan Paran”, mendengar nama itu tak banyak orang yang tahu nama apa itu. Yah.. Hanya anak multimedia yang tahu, tapi aku tak yakin mereka benar-benar tahu.

Awalnya aku sedikit tahu tentang Sangkan Paran, namun itu pun dari kakak kelas yang pernah bernaung disana. Kak Icus (Ira Cucu Cidar) lah yang memberikanku info tentang Sangkan Paran. Sangakan Paran adalah bukan hanya tempat Praktek Kerja Lapangan namun Sangkan Paran merupakan tempat berkumpul orang-orang yang ingin belajar multimedia lebih dalam, tempat aku memulai mengembangkan ide, mengembangkan informasi, dan mengembangkan potensi dalam diri.

Aku tertarik dengan Sangkan Paran setelah mendengar kakak-kakak kelasku mendapatkan penghargaan yang bisa dibilang baru pertama dalam sejarah siswa-siswi SMK Negeri 1 Kebumen dalam dunia per-filman khususnya film dokumenter. Dari penghargaan itu aku mulai tahu satu hal yaitu dibalik film yang keren tentunya ada kru yang keren pula dan dari Sangkan Paranlah kru itu terbentuk. Aku mencari tahu lebih dalam tentang Sangkan Paran entah itu bertanya dengan kakak kelas yang pernah disana maupun dengan Browsing di internet. Aku pun merasa yakin dengan pilihanku. Aku tidak ingin suatu hal yang aku sukai terbuang sia-sia dengan memilih tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang salah. Jarak tak masalah untukku, karena aku yakin “Ada Banyak Jalan Menuju Roma” begitupun untuk menambah pengetahuan tak ada alasan untuk tak memperolehnya.

Hari itu aku melihat jam dinding di depan kamar ibu, waktu menunjukkan pukul 09.15 WIB. Aku sepertinya tertipu, sejenak aku pandang jam itu untuk kedua kalinya ternyata jam itu tak bernyawa. Jam gila itu tiap kali mati saat aku butuhkan. Aku segera melihat jam pada layar ponselku, waktu menunjukkan pukul 05.40 WIB. Tiba waktuku untuk berangkat ke tempat PKL “Sangkan Paran” (Cilacap). Aku berangkat ke sekolah terlebih dahulu untuk berkumpul dengan teman-teman satu PKL. Aku melihat barang-barang yang dibawa teman-temanku bertas-tas dan berdus-dus seperti barang-barang yang aku bawa.

Pukul 07.30 sebagian teman-temanku berangkat duluan menggunakan bus sedangkan aku dan kedua temanku harus menunggu Pak guru yang akan mengantarkanku mengunakan mobil sekolah. Aku menunggu lama untuk berangkat, baru pukul 11.46 WIB aku berangkat.Lima temanku yang menggunakan bus telah sampai ke Sangkan Paran terlebih dahulu. Aku baru sampai di sana ketika waktu solat dhuhur akan habis. Aku melihat teman-teman PKL dari sekolah lain duduk melingkar di teras rumah. Aku senang ada banyak teman disini dan aku berharap aku dan mereka dapat berteman dengan baik.

Aku bertemu dengan babeh Insan Indah Pribadi dan Enyak Dewi Kusumawati terlebih dahulu. Selanjutnya aku membersihkan ruangan yang akan digunakan untuk tidur. Ada tiga ruangan yang bisa kami gunakan untuk tidur. Ruang pertama ada di bagian depan di bersihkan oleh Muslihan dan Fadil karena mereka berdua yang akan menggunakan ruangan itu. Ruang ke dua atau tengah aku bersihkan dengan Ardia, Novi, Indah, Neni, dan Diyan. Ruang ke tiga sudah di tinggali Kak Liza dan Ita siswi SMK Muhamadiyah Majenang. Terlihat senyum di wajah teman-temanku ketika membersihkan ruangan, meski hari itu sedang puasa mereka tetap ceria. Setelah itu aku dan teman SMK Kebumen semuanya berkumpul sebentar dengan pak guru yang mengantarkanku, Enyak, dan Babeh untuk melakukan penyerahan peserta PKL dari sekolah kepada Sangkan Paran. Haripun berlangsung dengan cepat tak terasa sudah waktunya berbuka puasa. Semuanya tampak segar setelah mandi.

Berbuka bersama-sama dengan teman-teman untuk pertama kalinya di Sangkan Paran sangat menyenangkan, saat itu Enyak yang memasakkan hidangan berbuka puasa untuk aku dan semuanya. Aku merasakan atmosfer yang penuh dengan kehangatan. Aku juga solat tarawih bersama dengan teman-teman di Mushola yang ada di samping rumah. Meski dengan rasa kantuk yang luar biasa aku jalani solat tarawih sampai selesai. Malam itu terasa begitu cepat karena semua orang tidur lebih awal. Sahur aku bangun paling awal karena aku memasang alarm di handphoneku.

Rabu, 02 Juli 2014

peserta Prakerin presentasi hasi lresume

peserta Prakerin presentasi hasi lresume

Pukul 09.00 WIB kegiatan dimulai. Kegiatan pada hari itu diisi dengan perkenalan dan meresume film fiksi. Perkenalan yang dimaksud itu perkenalanku dan teman-teman dari Kebumen dengan teman-teman dari sekolah lain. Aku pada hari itu menambah 7 teman baru dari SMK N 1 Cilacap dan 4 teman baru dari SMK Muhamadiyah Majenang. Ada Norma, Arlita, Ipoeng, Nurul, Haning, Novi, dan Dwi dari SMK N 1 Cilacap sedangkan dari SMK Muhammadiyah Majenang ada Siti, Ita, Kris, dan Nur. Jadi total semua siswa yang PKL di Sangkan Paran ada 19 siswa. Perkenalan itu tidak hanya mengenai nama namun mengenai sekilas kehidupannya sehingga sedikit-demi sedikit aku mengerti mereka.

Kegiatan selanjutnya aku melakukan resume film fiksi. Pada awalnya aku sama sekali tidak mengerti apa itu resume dan bagaiman cara meresume jadi aku hanya menulis ulang cerita pada film itu dengan bahasaku sendiri atau bisa dikatakan merangkum, namun setelah dilakukan pembahasan dengan Mas Insan Indah Pribadi yang akrab disapa Babeh, aku menjadi mengerti apa itu resume dan bagaimana cara memubuatnya. Aku dan semuanya istirahat sejenak untuk menunaikan solat Dhuhur dan kemudian berkumpul kembaali. Untuk mengorganisir para PKL, babeh meminta dibentuknya semacam ketua dan bendahara. Dari kesepakatan bersama diperoleh hasil yaitu Norma sebagai ketua dan Ita sebagai bendahara. Kegiatan pada hari itu berahir pada pukul 13.00 WIB. Mereka yang bukan dari Kebumen pulang ke kos-kosan dan rumah masing-masing kecuali Ita yang tinggal bersamaku. Di sore hari aku membeli camilan untuk berbuka puasa di depan gang. Tidak lama kemudian aku berbuka puasa dengan sayu, Kemudian melakukan rutinitas puasa seperti biasa. Hari itu aku tidur awal karena tak ada sesuatu yang aku bisa lakukan.

Kamis, 03 Juli 2014

Seperti biasa kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan pada hari itu dibuka dengan doa oleh Norma sang ketua. Hari itu hanya diisi dengan membahas ide cerita fiksi bertema pluralisme yang telah babeh tugaskan pada hari sebelumnya.Semua ide yang dibahas menurutku bagus-bagus namun sayang diantara semuanya ada cerita yang merupakan cerita dari film yang sudah ada sebelumnya. Hari itu sangat menyenangkan buuatku karena aku jadi tahu ternyata teman-temanku pintar membuat cerita.

Cerita yang aku buat itu berjudul “Kita Tak Berbeda” namun saat aku membacakannya aku tak membaca judulnya karena jujur saja aku merasa tidak PD dengan ceritanya. Aku merasa lega ketika babeh dan semuanya sepertinya suka dengan cerita yang aku buat, salah satu dari temanku berkata bahwa ceritaku puitis. Aku merasa senang paada akhirnya. Kegiatan berakhir pada pukul 12.30 WIB yang ditutup dengan doa oleh Norma kembali dan kemudian semuanya pulang ke tempatnya masing-masing.

Jum’at, 04 Juli 2014

Pukul 09.00 WIB semuanya sudah berkumpul di teras depan rumah babeh. Materi kali ini meresume film kembali namun bukan film fiksi seperti kemarin namun film dokumenter yang berjudul “Besalen”. Setelah meresume seperti biasa hasil resuman yang telah dibuat dibahas oleh babeh. Kata babeh resuman yang aku buat sudah benar, aku pun senang aku bisa meresume film. Materi selanjutnya yaitu materi Photografi yang diisi oleh salah satu teman babeh Mas Acong sapaannya. Aku dikenalkan dengan macam-macam kamera foto dari tahun ke tahun seperti kamera foto yang menggunakan film sampai memori dari kamera analog sampai kamera digital. Dengan bentuk ber macam-macam dan cara pemakaian yang beragam.

Mas Acong mengajarkanku kamera digital. Cara mengatur ISO, fokus kamera, dan lainnya. Aku diberitahu macam-macam photographer seperti photographer natural, art, nut, body painting dan masih banyak lainnya. Aku juga diperbolehkan praktek secara langsung. Hasil foto pertamaku gelap karena aku tidak mengatur ISOnya terlebih dahulu. Hasil foto yang ke duaku lumayan bagus walaupun tak sebagus foto professional namun aku merasa puas dan senang. Aku tahu dunia Photografi itu menyenangkan namun aku tidak menyangka akan jadi sangat menyenangkan seperti ini. Dari materi yang diberikan aku belajar satu hal setelaah kita mengerti semua yang ada pada kamera kita hanya cukup mengandalkan perasaan dan hati untuk memadukannya agar tercipta foto yang indah dan keren. Pembelajaran brahir sekitar pukul 13.00 WIB.

Sabtu, 05 Juli 2014

Tak seperti biasanya kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB. Babeh membahas tugas ide cerita dokumenter sebentar itu pun hanya sekilas. Pukul 14.00 WIB aku dan teman-teman di ajak menonton film BATAS PANGGUNG, Seua film tentang Pergolakan ’98 di sebuah gedung pertemuan tepatnya di Jalan Gatot Subroto  Cilacap. Karena terbatasnya kendaraan aku dan teman-teman bolak-balik menggunakan motor yang ada, boncengan berdua dan boncengan bertiga.Yang hadir tidak hanya dari PKLan Sangkan Paran saja namun diantara mereka kebanyakan adalah masyarakat umum dan para aktivis di Cilacap.

Sekitar pukul 15.00 WIB film diputar. Aku duduk di baris depan agar dapat melihat lebih jelas. Beberapa film dokumenter tentang Jokowi Jk dan dukungannya. Dan barulah film utama yaitu Fil Dokumenter Pergolakan ’98.Film yang aku lihat itu menceritakan penculikan para aktivis pada orde baru. Film itu sangat menarik untuk ditonton karena menceritakan kebenaran yang terjadi di masa lalu. Lepas dari kebenaran bahwa Prabowo yang menculik para aktivis atau tidak yang pasti dalam film dokumenter itu Prabowo adalah pimpinan Kopasus yang bertanggung jawab pasukan yang menculik para aktivis. Film pun selesai dan kemudian dilanjutkan dengan membahas bersama tentang film yang baru saja ditonton dan soal Pilpres. Setelah berbuka puasa aku pulang sekitar jam 5 lebih 10 menit. Hari itu aku sangat senang bisa bertemu dengan teman baru lagi, menambah pengetahuan tentang calon presiden, dan menambah ilmu tentang cara pemilihan. Kebersamaan yang terjaga terus menerus begitu hangat. Disana juga aku dapat menyalurkan aspirasi dan pendapat melalui diskusi kelompok.

Minggu, 06 Juli 2014

Hari minggu aku hanya di rumah babeh (Sangkan Paran) menghabiskan waktu untuk menonton film. Begitupun teman-teman yang lain kebanyakan mereka semua menonton film namun ada juga yang lebih memilih tidur. Malamnya juga begitu namun bedanya saat malam hari film yang aku tonton berjudul “Sang Penari”dan yang menonton hanya beberapa. Film itu menarik untuk di tonton tapi aku berhenti di tengah film karena rasa kantuk yang tak tertahankan. Akhirnya aku beranjak ke kamar untuk tidur dan beberapa teman lainnya melanjutkan menonton sampai selesai. Sahur aku sedikit telat bangun karena tidur larut malam.

Senin, 07 Juli 2014

Materi kala itu tentang kamera video, mas Teguh sebagai pengajarnya. Menurutku mas Teguh itu sosok yang tegas tapi juga menyenanngkan. Aku diajari bagaimana menggunakan Kamera HD secara mendasar seperti cara menyalakan dan mematikan kamera video, cara menggunakan threepot, cara memanggul kamera video, cara memasang kamera video ke threepot, teknik dasar pengambilan gambar, pengaturan fokus, cara menetralkan cahaya, dan masih banyak lainnya.

Ketika mas Teguh bertanya siapa yang ingin menjadi cameramen aku tidak mengacungkan tangan karena mimpiku menjadi animator bukan cameramen, tapi menjadi cameramen juga hal yang aku suka. Pembelajaran kali ini berahir pukul 13.00 WIB. Setelah solat dhuhur aku lekas bersiap-siap untuk pergi ke Kebumen untuk melaksanakan pilpres. Aku, Fadil, Muslihan, dan Ardia diberi waktu libur 2 hari, berangkat tanggal 7 sore berangkat ke Kebumen dan tanggal 10 pagi pulang ke Cilacap.

Kamis, 10 Juli 2014

Sekitar jam sebelas aku sampai di Cilacap tepatnya di Sangkan Paran. Ketika itu kegiatan sedang berlangsung dan anak-anak sudah duduk melingkar disana. Aku tak tahu saat itu sedang membahas tentang apa tapi yang jelas aku melihat tulisan di papan tulis seperti ukuran-ukuran frame video dan sejenisnya.Walaupun terlambat aku tak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu. Ilmu sekecil apapun dan sedikit apapun itu sangat berharga untukku. Setelah meletakkan barang bawaanku ke dalam kamar, aku bergabung dengan mereka. Materi selanjutnya yaitu tentang lensa kamera yang diberikan babeh pada siswa PKL seperti bukaan rana, white shoot: 12-18 mm, speed, ISO, dan masih banyak lainnya. Selanjutnya aku meresume film fiksi yang berjudul Rena Asih. Dan seperti biasa resume itu dibahas kelebihan dan kekurangannya oleh babeh.Pembelajaran pun berkhir sekitar jam 1 siang. Semua siswa pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.Aku mandi dan menunggu buka puasa. Selanjutnya aku melakukan rutinitas ibadah biasa.

Jum’at, 11 Juli 2014

Seperti yang dikatakan babeh hari kamis aku hari itu mendapatkan materi tentang Scenario film fiksi dan treatment dalam dokumenter. Mengenai Shoot, Scene, Take, Slete, Interior-Exterior, Night-Day, dan lainnya. Kemudian kami ditugaskan untuk membuat treatment untuk ide film dokumenternya sendiri. Tampak semua sangat serius, tergambar dari raut wajah yang mengngernyitkan mata. Waktu terus berjalan tapi tak banyak yang dapat aku tulis karena aku tidak tahu secara detail objek yang aku dokumenterkan. Waktu yang diberikan babeh akhirnya berakhir dan dilanjutkan pembahasan dari babeh. Saat pembahasanku tiba aku bilang apa adanya karena terbatasnya pengetahuan tentang objek dokumenter. Malamnya aku diajak menonton film “BETINA” yang merupakan film absurd.

Sabtu, 12 Juli 2014

Kunjungan peserta Prakerin ke Mabes CLC Purbalingga

Kunjungan peserta Prakerin ke Mabes CLC Purbalingga

Aku dan teman-teman berangkat seperti biasa pada jam 9 pagi. Dihari itu kegiatan tak dilakukan di rumah babeh namun dilakukan di Purbalingga. Sebelum berangkat aku dan semua teman-teman PKL mengumpulkan tugas membuat ide film fiksi bertemakan korupsi yang kemudian didimpan di kamar Fadil dan Muslihan. Tak lama datang sebuah mobil silver di depan rumah. Keluar seorang laki-laki yang ternyata teman babeh. Laki-laki itu membantu babeh mengantarkan beberapa temanku ke Purbalingga. Tapi dengan datangnya satu mobil aku tak langsung berangkat karena tak mungkin mengantarkan 19 siswa PKL dan babeh dengan menggunakan satu mobil. Aku menunggu mobil yang satunya lagi. Aku, babeh, dan teman-teman yang belum mendapatkan kendaraan duduk di teras dengan terus memandang ke arah jalan. Mobil yang ditunggu tak kunjung datang hanya mobil pick up berulangkali bolak balik melintasi jalan di depan rumah. Aku dan teman-teman membayangkan bagaimana jika ke Purbalingga menggunakan mobil Pick up yang full AC itu. Aku hanya tersenyum.

Tak lama kemudian mobil itu datang, mobil berwarna hitam yang akan mengantarkan aku pergi ke Purbalingga. Sekitar 8 orang ada di masing-masing mobil sedangkan babeh dan 3 siswa sisanya menggunakan kendaraan motor. Diperjalan aku hanya diam, aku berfikir bagaimana caraku untuk mengatasi rasa mualku akan kendaraan. Aku memtuskan untuk tidur. Di tengah perjalanan kedua mobil berhenti di POM bensin unuk mengisi bensin sebesar 100 ribu tiap mobilnya. Perjalan dilanjutkan dan kedua mobil berhenti kembali untuk kedua kalinya di Sebuah mini market yang ada di pinggir jalan. Pak sopir membeli permen dan yang sedang berhalangan membeli minuman dan camilan. Saat itu aku terbangun karena suara gaduh yang ditimbulkan oleh teman-teman yang berpuasa, mereka ikut menitip makanan kepada yang tidak puasa untuk di beli. Aku heran kenapa siang-siang mereka membeli makanan. Aku mencoba mengingatkan. Seperti yang aku duga mereka yang berpuasa lupa bahwa mereka sedang berpuasa.

Sekitar jam 12 lebih semuanya tiba di Purbalingga. Sebelum menuju ke lokasi yang di tuju aku dan semuanya solat dhuhur di Masjid Agung Purbalingga. Tiba di tempat tujuan sekitar jam 1 lebih. Sebelum kegiatan utama dilaksanakan aku dan teman-teman Sangkan Paran berkenalan dengan komunitas CLCP dan terjadi saling berbagi info.

Acara utama dalam kegiatan itu adalah menonton film dokumenter luar negeri yang di mulai pukul 15.30 ketika semua tamu undangan datang. Seperti pada umumnya tamu undangan aku dan semua tamu undangan juga mengisi daftar tamu yang telah disiapkan oleh komunitas. Aku memanfaatkan waktu luang sebelum pemutaran dengan melihat-lihat kumpulan film, buku, dan piala. Aku kagum dengan banyaknya piala yang di peroleh. Aku bergumam “kapan yah aku bisa mendapatkan piala-piala itu?, aku yakin pasti suatu hari nanti.” Saat film di putar suasana mencekam karena di ruang pemutaran gelap gulita dan hanya sorot lampu LCD yang menerangi ruangan itu. Semua terdiam membisu ketika menonton film itu, entah karena sedang berkonsentrasi, entah sedang menikmati cerita dalam film, atau diam karena mengantuk aku tak tahu karena aku duduk di baaris depan. Sekilas film itu menceritakan tentang perjuangan di Spanyol secara runtut.

Mas Asep, dan Mas Agus Sharing dihadapan para siswa

Mas Asep, dan Mas Agus Sharing dihadapan para siswa

Film dokumenter itu pun selesai. Dua orang berjalan dan duduk di depanku tepatnya menghadap para tamu undangan. Mas Asep dan Mas Agus mengupas sedikit dari film ini. Film ini merupakan film dokumenter ekspositoris yang memaparkan sesuatu secara runtut dan bersifat informatif. Mas Agus membahas juga tentang scenario, premis, the hereos journey, dan lainnya. Mas Agus berpesan kepada semuanya untuk selalu menciptakan ide dengan sudut pandang yang berbeda. Memahami teori sangatlah penting untuk berjalannya suatu film karena banyak kata-kata yang hanya ada dalam kosakata multimedia. Dan pesan terahir yang aku Amini adalah semoga muncul sineas-sineas hebat diantara tamu undangan. Waktu berbuka puasa tiba, aku makan nasi kotak yang sebelumnya sudah di pesan. Semua orang makan bersama kecuali beberapa tamu undangan dari SMK Purbalingga yang pulang terlebih dahulu karena ada kepentingan pribadi. Setelah makan aku dan Novi solat di mushola di dekat tempat acara sedangkan yang lain solat di tempat acara. Kemudian semuanya berkumpul kembali dan saling berbagi ilmu atau info sembari menunggu ke dua mobil siap untuk mengantar aku dan semuanya kembali ke Cilacap. Ada beberapa orang dari SMK Cilacap yang menanyakan tentang ide dokumenter yang akan mereka buat bagusnya seperti apa kepada Mas Agus. Aku mendengarkan penjelasan Mas Agus dari belakang salah seorang SMK Cilacap.

Setelah beberapa menit aku dan teman-teman Sangkan Paran menuju ke kendaraan pengantarnya masing-masing. Perjalanan ulang lebih terasa menyenangkan karena anak-anak satu mobil bernyanyi mngikuti alunan lagu yang di putar dalam mobil. Aku yang lelah akhirnya tertidur hingga mobil sampai di depan rumah babeh. Aku segera turun dari mobil dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur.

Minggu, 13 Juli 2014

Di hari itu semuanya libur. Aku dan teman-teman yang menginap di rumah babeh tiba-tiba berubah menjadi BANGSTAWAN. Yang dalam bahasa Jawa itu singkatan dari BANGSane Tangi aWAN. Setelah semuanya bangun dan mandi babeh mengajakku dan semuaanya membahas tugas ide film fiksi yang bertema korupsi dan memilih ide film fiksi karya Muslihan yang paling unik diantara ide-ide lainnya. Malamnya aku mengerjakan tugas dari babeh untuk menulis cerita ini. Belum selesai mengerjakan aku dia ajak menonton film IDENTITAS dan film yang satunya lagi aku sama sekali tidak tahu judulnya karena aku tertidur. Cerita ini baaru selesai pada Hari Senin, 14 Juli 2014 pukul 00.38.

SELESAI

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2014 in BERITA TERBARU, Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: