RSS

TRAVELING PROJECTOR, hadir di CILACAP

18 Mei
Suasana Diskusi Usai Pemutaran Film

Suasana Diskusi Usai Pemutaran Film

Gelaran TRAVELING PROJECTOR Keliling 11 kota, yang diprakarsai oleh ENGGAGE MEDIA sampai pada kota ke-5 yaitu Cilacap. Di Cilacap pemutaran film dilakukan selama 2 hari yaitu tgl 16 dan 17 Mei 2014 di tempat yang berbeda bekerjasama dengan Komunitas SANGKANPARAN.

Engage Media, sebuah organisasi non profit yang selama ini melakukan kerja kreatif memfasilitasi remaja di berbagai daerah dengan memanfaatkan media audio visual (video) sebagai sarana untuk menyampaikan pesan. Melalui gelaran Proyektor Keliling 11 kota ini, Engage Media ingin mengabarkan kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia akan isu-isu penting yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Video-video yang beragam dengan berbagai tema seperti Pluralisme, Kebhinekaan, Sosial dan Lingkungan akan mewarnai perjalanan TRAVELING PROJECTOR di 11 kota.

Malam itu, Jumat 16 Mei 2014 menjelang maghrib, lampion-lampion yang terbuat dari pelepah pisang telah berjejer rapi menyusuri sebuah gang, diujung gang telah menyala terang lentera kecil dari botol bekas sebagai penanda lokasi pemutaran film yang akan berlangsung malam itu.

Traveling Projector di Padepokan Seni Tari Giyan Lakshita

Traveling Projector di Padepokan Seni Tari Giyan Lakshita

Pendopo Seni Tari Giyan Lakshita jl Abimanyu Cilacap dipenuhi masyarakat yang berjubel ingin menyaksikan pemutaran film yang dibawa oleh armada TRAVELING PROJECTOR. Sedikitnya 12 Film diputar pada malam itu. Ada yang menceritakan tentang perbedaan, buruh migran, kerusakan lingkungan, serta kekerasan yang berkedok agama. Usai pemutaran film diadakan pula diskusi. Para penonton yang malam itu hadir turut terlibat dalam diskusi yang hangat. Banyak diantara mereka mendapat referensi yang lebih baik, ketimbang tayangan televisi yang selama ini mereka tonton. Mereka menjadi paham bahwa menyuarakan pesan melalui video itu sangat penting dilakukan. Seperti halnya Tofik Suseno salah satu pemuda desa Mertassinga yang turut serta menyaksikan film-film yang diputar malam itu menuturkan keprihatinannya terhadap Aparat di negeri ini yang kerapkali bertindak kasar. “Saya sangat sedih melihat aparat yang melarang seorang ibu, menarik-narik hingga ibu itu terjatuh. Bikin saya gregetan” ungkapnya menyayangkan sikap aparat yang kadang tidak terkontrol dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengayom masyarakat. Selain itu, Bowo Prananto seorang perupa yang saat itu hadir mengungkapkan rasa keprihatinannya akan kondisi bangsa ini. Namun keprihatinan tersebut sedikit terobati tatkala melihat semangat adik2 remaja di Cilacap yang ternyata memiliki banyak kreatifitas untuk memajukan bangsa ini. Ya karena saat ini di berbagai daerah di Cilacap remajanya sudah giat untuk membuat film tentang apa yang terjadi disekitarnya. “Saya berharap semangat adik-adik kita ini tidak berhenti sampai disini, kita musti kritis terhadap apa yang terjadi disekitar kita” Ungkapnya dalam diskusi yang berlangsung hangat. Acara malam itu brakhir sekitar pukul 23.00 WIB ditemani rintik gerimis sisa hujan yang mengguyur sesaat menemani diskusi santai malam itu.

Dhyta Caturani salah satu pengagas acara TRAVELING PROJECTOR berpesan kepada remaja yang sore itu hadir untuk terus aktif dan kritis dalam menanggapi segala hal yang terjadi disekitar kita. Dirinya juga memberikan kesempatan kepada para remaja yang ingin mewujudkan idenya dalam bentuk film dengan bimbingan atau workshop dari ENGGAGE MEDIA.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2014 in BERITA TERBARU, Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: