RSS

‘Pande Besi’ dokumenter garapan Garnida

13 Feb
SMK Dr. Soetomo Cilacap produksi film dokumenter

SMK Dr. Soetomo Cilacap produksi film dokumenter

Hampir semua orang mengenal benda-benda tajam seperti pisau, celurit, parang, pedang, dan lain-lain. Namun tidak semua orang mengenal atau bahkan mengerti proses pembuatannya. Jarang pula yang mengerti bahwa proses pembuatan benda-benda semacam itu butuh waktu yang tidak sebentar.

Yah, sebut saja Pande Besi. Sebutan bagi pembuat benda-benda yang berhubungan dengan perbesian. Sebutan Pande besi bisa bermacam-macam, ada yang menyebutnya dengan sebutan Pande Besi, Empu atau bahkan Besalen.

Di Cilacap, ada salah satu Besalen yang bisa dikatakan tertua. Tempat ini sudah dipakai untuk aktivitas pembuatan benda-benda tajam sejak puluhan tahun yang lalu. Besalen yang letaknya di jl Karangsuci, Donan Cilacap  sampai saat ini masih memproduksi benda-benda seperti pisau, parang, celurit, dll. Tak hanya itu, Besalen juga menerima pesanan sesuai kebutuhan pelanggan, misalnya pembuatan bayonet untuk tentara, penipisan besi untuk alat-alat berat kapal, atau bahkan alat-alat yang digunakan untuk pabrik-pabrik besar.

Selasa 11 Februari 2014 lalu. Para siswa SMK Dr. Soetomo Cilacap mencoba mengabadikan aktivitas yang ada di Besalen tersebut. Garnida Asri siswi cantik yang saat itu menyutradarai film tersebut berusaha menyampaikan pesan melalui film yang dibuatnya. Pesan agar kita selalu menjaga Warisan Budaya Nenek moyang kita. Ia sangat menyayangkan, karena hingga kini peran serta Generasi Muda untuk meneruskan kegiatan di Besalen tergolong minim.

Hingga saat ini, Besalen tersebut masih dikelola oleh anak-anak dan ucunya. Seperti Empu Dian, empu Yanto, dan yang lainnya yang masih memiliki hubungan keluarga. Mbah Tayan sendiri berharap, adanya peran serta generasi muda untuk mau terlibat dan belajar memahami proses pembuatan pisau, parang, bedog, dll. Karena sampai saat ini, jarang ada generasi muda yang mau melakukan pekerjaan seperti ini.

Proses pembuatan bedog (parang) misalnya. Membutuhkan tahapan yang tidak gampang. Besi yang dibeli dari tempat rongsok diolah untuk kemudian disepuh. Dibakar disebuah tungku pembakaran. Proses pembakarannyapun masih menggunakan bahan bakar arang. Besi tersebut dibakar sampai menjadi bara, kemudian dipukul (ditanggem) untuk mendapatkan bentuk yang sempurna. Hal tersebut dilakukan berulang-ulangg. Proses selanjutnya adalah menghaluskan dengan gerenda. Dan menipiskan salah satu sisi yang ingin ditajamkan. Untuk mengakhirnya, pisau tersebut kemudian diberi gagang yang terbuat dari kayu.

Produksi film dokumenter SMK Dr. Soetomo Cilacap didampingi oleh Teguh Rusmadi salah satu pengelola komunitas Sangkanparan yang terbilang paling dikagumi oleh para siswa. Teguh hanya mendampingi saja, segala proses dilakukan oleh siswa. “Mereka bikin skenario sendiri, menyutradarai sendiri, megang kamera sendiri, saya hanya mengajarkan tekhniknya saja” ungkapnya saat memberikan pembelajaran praktek langsung pembuatan film dokumenter.

Untuk melihat-lihat video sangkanparan silahkan KLIK : Disini 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2014 in BERITA TERBARU

 

One response to “‘Pande Besi’ dokumenter garapan Garnida

  1. toko herbal online

    Mei 23, 2014 at 8:53 am

    terimakasih gan atas artikel nya sangat membantu sekali menambah pengetahuan saya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: