RSS

Arsip Bulanan: Februari 2014

‘Pande Besi’ dokumenter garapan Garnida

SMK Dr. Soetomo Cilacap produksi film dokumenter

SMK Dr. Soetomo Cilacap produksi film dokumenter

Hampir semua orang mengenal benda-benda tajam seperti pisau, celurit, parang, pedang, dan lain-lain. Namun tidak semua orang mengenal atau bahkan mengerti proses pembuatannya. Jarang pula yang mengerti bahwa proses pembuatan benda-benda semacam itu butuh waktu yang tidak sebentar.

Yah, sebut saja Pande Besi. Sebutan bagi pembuat benda-benda yang berhubungan dengan perbesian. Sebutan Pande besi bisa bermacam-macam, ada yang menyebutnya dengan sebutan Pande Besi, Empu atau bahkan Besalen.

Di Cilacap, ada salah satu Besalen yang bisa dikatakan tertua. Tempat ini sudah dipakai untuk aktivitas pembuatan benda-benda tajam sejak puluhan tahun yang lalu. Besalen yang letaknya di jl Karangsuci, Donan Cilacap  sampai saat ini masih memproduksi benda-benda seperti pisau, parang, celurit, dll. Tak hanya itu, Besalen juga menerima pesanan sesuai kebutuhan pelanggan, misalnya pembuatan bayonet untuk tentara, penipisan besi untuk alat-alat berat kapal, atau bahkan alat-alat yang digunakan untuk pabrik-pabrik besar.

Selasa 11 Februari 2014 lalu. Para siswa SMK Dr. Soetomo Cilacap mencoba mengabadikan aktivitas yang ada di Besalen tersebut. Garnida Asri siswi cantik yang saat itu menyutradarai film tersebut berusaha menyampaikan pesan melalui film yang dibuatnya. Pesan agar kita selalu menjaga Warisan Budaya Nenek moyang kita. Ia sangat menyayangkan, karena hingga kini peran serta Generasi Muda untuk meneruskan kegiatan di Besalen tergolong minim. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2014 in BERITA TERBARU

 

Wahyu, Mendokumentasikan Ketimpangan Sosial

Produksi Dokumenter SMK Dr. Soetomo Cilcap 2014

Produksi Dokumenter SMK Dr. Soetomo Cilcap 2014

Sore itu langit terlihat mendung. Jumat, 31 Januari 2014 sekitar 8 siswa SMK Dr. Soetomo Cilacap telah berada disebuah rumah milik Bu Darsih. Sebuah rumah kecil di desa Semangir yang tepat berada dibelakang Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Mereka hendak merekam suasana dan aktifitas desa tersebut.

Didesa tersebut tinggallah seorang  Nenek tua, dengan kondisi yang memprihatinkan. Tinggal di sebuah rumah kecil yang hampir roboh, dan masih dibebani mengurus 2 cucu yang terbilang bandel. Beruntung pemerintah setempat memberikan bantuan kepada mbah Sawi agar rumahnya tidak roboh. Tak hanya itu, rumah mbah Sawi juga tidak dialiri listrik. Jadi setiap malam tiba, mbah Sawi bersama cucunya hanya diterangi dengan cahaya lilin, yang bertahan dalam beberapa jam saja.  Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2014 in BERITA TERBARU