RSS

SRMB Putar Film Kampung Tudung

15 Jan

 

Musikalisasi Puisi oleh SRMB (Skolah Rakyat Melu Bae)

Musikalisasi Puisi oleh SRMB (Skolah Rakyat Melu Bae)

Rintik hujan tak jua berhenti. Sejak sore pukul tiga menjelang gelappun angin basah masih berhembus dan terasa sangat dingin menusuk sampai ke tulang. Ya, hari itu Senin, 13 Januari 2014. Sebuah desa kecil yang terkenal dengan daerah pembuangan sampah di jl Sawo Kebumen sudah diramaikan dengan aktifitas warga sekitar mendirikan panggung kecil beserta sound system lengkap. Hari itu adalah perayaan 11 tahun SRMB (Sekolah Rakyat MeluBae) sebuah majelis tempat berkumpulnya seniman dan budayawan Kebumen untuk terus mengembangkan dirinya melalui berbagai aktifitas seni & budaya.

Malam itu perayaan Ulang Tahun ke 11 SRMB dimeriahkan berbagai pertunjukan.  Diawali dengan pertunjukan Musikalisasi Puisi oleh rekan2 seniman SRMB Kebumen, dilanjutkan lagi dengan pementasan JEMBLUNG. Dan diakhiri dengan Pemutaran Film Kampung Tudung, karya siswa SMK N1 Kebumen yang telah meraih Penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Dokumenter 2013.

diskusi 2Pertunjukan yang digelar oleh SRMB selain sebagai magnet yang merekatkan warga sekitar bersama dengan para seniman di Kebumen juga sebagai bentuk edukasi bersama agar masyarakat menjadi paham dan sadar untuk menjaga budaya bangsa yang adiluhung. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Kebumen Ki Basuki Hendro Prayitno yang turut hadir di acara tersebut. Dalam sambutan singkatnya ia sebenarnya ingin berbagi bersama teman-temannya di satu panggung untuk merayakan ulang tahun SRMB malam itu. Namun kekhawatiran istri tercinta membuatnya urung membawa sejumlah peralatan wayangnya. “Sebelum berangkat ke sini saya sempat ijin ke istri saya untuk membawa beberapa tokoh wayang yang akan saya pentaskan meski sebentar, namun istri saya mengingatkan akhirnya saya tidak jadi membawanya” ungkapnya.

Di penghujung acara, diadakan pula pemutaran film berjudul KAMPUNG TUDUNG. Dan diakhiri dengan diskusi para pembuat film bersama dengan warga dan seniman yang malam itu masih berada di situ. Hadir dalam acara tersebut, Yuni Etifah (sutradara), Fita Fatimatul Kirom (Cameraman), Ira Cucu Cidar (Ass Cameraman), Lia Budi Cahyani (editor).

Banyak pertanyaan yang muncul dari para penonton malam itu. Selain itu ada pula kritik dan masukan yang tentunya sangat berguna bagi para pembuat film yang masih pelajar ini. Banyak diantara mereka meragukan film Kampung Tudung digarap oleh pelajar SMK N1 Kebumen. Dan diskusi malam itupun menjawab beberapa pertanyaan para penonton.

“Film ini dikerjakan oleh mereka sendiri. Mereka bikini de cerita sendiri, bikin scenario sendiri, pegang kamera sendiri, menyutradarai sendiri sampai pada proses editingpun mereka ngedit sendiri, kami hanya mendampingi saja.” ungkap Teguh Rusmadi selaku pendamping produksi dari Sangkanparan.

Dalam acara itu hadir pula Nasruddin Mudaf Ketua Dewan Kesenian Cilacap. Yah bentuk silaturahmi antar kota memang sangat dibutuhkan. Terbutkti Ketua Dewan Kesenian CIlacap menyempatkan hadir dalam acara tersebut. “Mas Pekik rekan Dewan Kesenian Kebumen mengundang saya secara khusus untuk hadir dalam acara tersebut. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi CIlacap, selain para siswa Kebumen yang dididik oleh Sangkanparan Cilacap mendapatkan penghargaan dalam bidang film dan skarang Filmnya bisa diapresiasi oleh masyarakat Kebumen” ungkap Nasruddin Mudaf malam itu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 15, 2014 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: