RSS

Kampung Tudung Dokumenter Terbaik FFD

16 Des

“Menghantarkan film Kampung Tudung sampai menjadi finalis dalam ajang FFD itupun sudah merupakan kemenangan bagiku, apalagi dinobatkan sebagai Film Dokumenter Terbaik, itu adalah bonus dan keberuntungan bagi mereka (pembuat film)”
—- Teguh Rusmadi —

Film Dokumenter berjudul  Kampung Tudung  garapan Yuni Etifah siswi SMKN1 Kebumen diganjar sebagai FILM DOKUMENTER TERBAIK Kategori Pelajar dalam ajang FESTIVAL FILM DOKUMENTER 2013.

Yuni menerima penghargaan FFD (14/12)

Yuni menerima penghargaan FFD (14/12)

Film Kampung Tudung ini bercerita tentang masyarakat desa Grujugan, Kebumen yang mayoritas adalah Pengrajin Tudung. Dalam film ini Yuni mencoba merekam dengan jelas aktifitas masyarakat desa Grujugan hingga suasana desa yang masih asri. Sederhana, sebenarnya Yuni ingin memberikan hadiah bagi desanya berupa film. Dan tak disangka-sangka film itu justru mendapat penghargaan dalam ajang Festival Film Dokumenter (FFD) 2013 sebagai Film Dokumenter Terbaik Kategori Pelajar.

Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta adalah festival film pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara, yang khusus menangani film dokumenter. FFD dilaksanakan secara rutin setiap tahun di bulan Desember berturut-turut semenjak tahun 2002. Dan banyak komunitas film se-Indonesia menyebut FFD sebagai barometernya dokumenter dunia.

Berdasarkan penuturan Agustinus Prih Adiartanto di malam Penganugerahan FFD 14 Desember 2013 di Gedung Societet Militair Jogjakarta, “Film ini berhasil menyampaikan informasi secara runut dan detail. Selain itu teknis eksekusi disajikan dengan rapi sehingga pesan film tersampaikan dengan jelas. Kemasan film ini mampu membuat objek yang sederhana, menjadi lebih bermakna.” Ungkapnya saat membacakan hasil keputusan Dewan Juri Dokumenter Pelajar yang terdiri dari Lulu Ratna, Ifa Isfansyah dan Agustinus Prih Adiartanto.

Yuni Etifah yang saat itu tidak menyangka filmnya bakal mendapat penghargaan di ajang Festival Film Dokumenter (FFD) merasa sangat bersyukur. Baginya ini adalah awal untuk terus berkarya melalui jalur film. “Ini merupakan penglaman pertama saya, dan melalui penghargaan ini saya akan terus berkarya semampu saya” ungkapnya sambil mencium piala FFD yang selalu digenggamnya selama perjalanan dari Jogja ke Kebumen.

Film itu digarap dalam masa Prakerin siswa SMK N1 Kebumen di TBM (Taman Belajar Multimedia) Sangkanparan Cilacap beberapa bulan lalu. Sebelum memproduksi film itu, mereka telah diberikan pelatihan singkat tentang film. Mulai dari proses pencarian ide, kemudian menuliskannya, hingga pada proses produksi itu sendiri. Insan Indah Pribadi selaku pengelola komunitas Sangkanparan menuturkan bahwa dalam proses produksi siswa langsung mempraktekannya sendiri apa yang telah ia pelajari sebelumnya. “Mereka menyutradarai sendiri, Kamera dipegang langsung oleh siswa, bahkan sampai editingpun, siswa yang melakukan, kami hanya mendampingi” ungkapnya.

Teguh Rusmadi salah satu pendamping produksi dan fasilitator dari komunitas Sangkanparan Cilacap turut menyampaikan kegembiraannya melalui sms. “Menghantarkan film Kampung Tudung sampai menjadi finalis dalam ajang FFD itupun sudah merupakan kemenangan bagiku, apalagi mendapat penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik, itu adalah bonus dan keberuntungan bagi mereka (pembuat film)”

Sementara itu, Cahyo Warsito selaku guru pendamping SMK N1 Kebumen yang saat itu turut hadir dalam 2 acara yang berbeda ini berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar anak-anak remaja bias terus termotivasi dalam berkarya. “Saya berharap dukungan tak hanya datang dari sekolah, namun juga keluarga terdekat dan juga lingkungan disekitar. Hal itu sangat berpengaruh terhadap siswa untuk berkarya lebih baik lagi” ungkapnya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 16, 2013 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: