RSS

Arsip Bulanan: November 2013

PILKOSIS Film Dokumenter Terbaik 2

para Peraih Penghargaan Berfoto bersama Para Juri Dekan Unsoed

para Peraih Penghargaan Berfoto bersama Para Juri Dekan Unsoed

Waktu telah menunjukan pukul 09.00 WIB . Sabtu, 23 November 2013 Ruang Aula FISIP Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto telah diramaikan ratusan siswa SMA/SMK dari berbagai daerah se Barlingmascakeb. Datangnya para siswa tersebut adalah untuk meramaikan gelaran Kompetisi Dokumenter Banyumas Raya 2013 dengan tema “Pemilihan Osis”. Sebanyak 11 Film Dokumenter garapan para siswa SMA/SMK beradu dalam kompetisi tersebut.
Acara ini diselenggarakan oleh Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed Purwokerto bekerjasama dengan Jaringan Kerja Film Banyumas. Kompetisi Film Dokumenter yang mengambil tema Pemilihan Osis ini memang sejatinya adalah proses pembelajaran demokrasi kepemimpinan pada level dan lingkup yang sederhana yaitu sekolah. Sebuah potret demokrasi di lingkup sekolah yang secara langsung mendidik seorang pelajar untuk mengenal proses berdemokrasi tak hanya dilingkungannya namun juga di lingkup yang lebih luas lagi.

Dalam kompetisi film tersebut, muncul beberapa film yang akhirnya menjadi inspirasi tak hanya bagi Dewan Juri yang menilai film-film yang masuk namun juga para penonton yang saat itu hadir. Film berjudul “Pesta Pilketos” garapan Ade Pangestu SMK N1 Bawang yang berusaha menyampaikan temuan software /program garapan siswa tentang sistem pemilihan umum untuk lingkup sekolah. Sehingga pemilihan OSIS di sekolahnya bisa dilakukan secara sederhana dengan menggunakan teknologi yang berkembang sekarang ini, mendapat penghargaan khusus Dewan Juri.

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 24, 2013 in BERITA TERBARU, Utama

 

Merangkai Bunga Kering

asyiknya merangkai bunga kering

asyiknya merangkai bunga kering

Banyak sekali barang-barang disekitar kita yang tidak terpakai lalu akhirnya dibuang. Namun tidak ditangan Elisabeth. Ibu yang lebih cocok dipanggil nenek ini telah lama menekuni dunia seni kreasi bunga. Ia memanfaatkan barang-barang yang telah usang dan tidak terpakai. Bunga-bunga kering, plastik, kain dan barang-barang lainnya yang dikatakan sebagai sampah, ia olah menjadi barang-barang bernilai jual tinggi.

Beberapa waktu lalu, para siswa SMK Muhamadiyah Majenang yang tengah menjalani Prakerin di TBM Sangkanparan, mendapatkan kesempatan untuk mencoba merangkai bunga kering di kediaman ibu Elisabeth di perum Bumi Ketapang Damai Cilacap. Kegiatan yang dianggap baru bagi para siswa SMK Muhamadiyah ini dimanfaatkan dengan baik oleh mereka. Tentunya mereka tidak mau kalah mengembangkan imajinasi sebebas-bebasnya menciptakan kreasinya sendiri.

Siti Zahrotul Zannah, siswi tinggi berparas manis ini merasa sangat senang dengan materi baru yang ia terima. Baginya ini merupakan pengalaman yang sangat berarti, karna ia jadi tahu cara memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang yang indah. “Tadinya barang-barang ini kan mau dibuang, tapi setelah dirangkai jadi terlihat indah dan berfungsi. Akhirnya gak jadi dibuang deh” ungkapnya sambil menempel butiran biji-biji buah ke kain flanel yang ia rangkai. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 3, 2013 in Utama

 

Tetes Karet dan Keping Rupiah

siswa SMK Muhamadiyah Majenang produksi film Dokumenter

siswa SMK Muhamadiyah Majenang produksi film Dokumenter

Pagi itu masih gelap, Pak Daryanto mempersiapkan alat kerjanya dan bergegas menuju hutan. Udara pagi itu masih terasa sangat dingin. Dengan gagah perkasa bapak beranak 4 ini melangkahkan kakinya menuju hutan karet yang tak jauh dari rumahnya. Berjalan tanpa alas kaki, menaiki dan menuruni bukit, disapa tetes embun yang terjatuh dari dedaunan, maka sampailah Pak Daryanto di sebuah lahan luas yang dipenuhi ratusan pohon karet. Ia menancapkan pisau di pohon karet tersebut dana mulailah menyadap satu persatu dari pohon tersebut. Geraknya begitu cepat, seolah berkejaran dengan mentari yang sesaat lagi akan menampakkan sinarnya.

Yah aktifitas rutin inilah yang hendak direkam dalam sebuah film berjudul “Tetes Rupiah” oleh Kusmawanti, siswi SMK Muhamadiyah Majenang yang saat ini tengah menjalani masa Prakerin di TBM Sangkanparan 2013. Hari Rabu, 30 Oktober 2013 seharian penuh Kusmawanti bersama 5 orang temannya (Ana, Thomy, Rizky, Shyfa, dan Adam) memproduksi film dokumenter yang mengangkat tentang kehidupan petani karet ini.

Ini adalah kali pertama mereka membuat film. Setelah sebelumnya mereka banyak mempelajari cara membuat skenario / treatment, dan belajar untuk membedahnya menjadi breakdown serta menyusun jadwal shooting hingga mempersiapkan segala peralatan yang digunakan ketika shooting berlangsung. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 3, 2013 in Utama