RSS

Sangkanparan Pentaskan Teater WEK-WEK

02 Okt
persiapan pementasan WEK-WEK

persiapan pementasan WEK-WEK

Tepat 30 September 2013, Sangkanparan menggelar sebuah peristiwa Budaya. Peristiwa Budaya yang dilaksanakan di gedung Sasana Diklat Praja jl Dr. Soetomo Cilacap mengangkat kisah tentang Tipu Muslihat yang kerap terjadi dalam kehidupan di masyarakat.

Pementasan teater berjudul WEK-WEK ini menampilkan 4 wanita cantik dari SMK N1 Kebumen. Mereka adalah : Lia Budi Cahyani sebagai Belor, Umi Laelatun Nafi’ah sebagai Sumprit, Yuni Etifah sebagai Kenyis dan Ira Cucu Cidar sebagai Bu Lurah.

Cerita yang ditulis oleh Iwan Simatupang ini biasanya dipentaskan dengan gaya yang Surealis bahkan terkadang absurd. Namun Dewi Kusumawati selaku sutradara dalam pementasan ini mencoba menggarapnya dengan serius. Wek-wek adalah sebuah drama yang mengisahkan tentang tipu muslihat manusia dalam mencapai tujuanya, dimana setiap orang tidak bisa dinilai dari penampilanya.

suasana pementasan WEK-WEK

suasana pementasan WEK-WEK

Cerita bermula ketika Sumprit seorang yang pekerjaannya angon bebek tengah mengalami musibah terhadap bebek yang diangonnya. Datanglah Kenyis seorang yang akhirnya berperan menjadi pengacara bagi dirinya. Kenyis dan Sumprit telah mempersiapkan rencana agar nantinya Sumprit tidak dituntut oleh majikannya. Terjadilah obrolan antara Majikan, Sumprit, Bu Lurah dan Kenyis yang kemudian menjadi perdebatan panjang. Karena Kenyis dan Sumprit telah merencanakan sesuatu, maka mau tidak mau sang majikanpun mengalah dan akhirnya dinyatakan kalah. Kenyis yang dalam persidangan sederhana itu merasa telah membantu Sumprit meminta bagiannya. Namun karena akal liciknya, Kenyis justru tertipu oleh ulah si Sumprit. Begitu juga dengan Bu Lurah yang sedari awal telah mengetahui akal busuk mereka berdua yang memang licik.

Pementaan ini dipertontonkan secara umum dan disaksikan oleh para siswa SMA/SMK dari berbagai daerah di Cilacap. Pementasan sore itu juga sebagai kegiatan Penggalangan Dana untuk 2 Balita Penderita Apert Syndrom (Kintan dan Danu) yang harus segera menjalani operasi pada bagian kepala. Seluruh hasil penjualan tiket pada hari itu diserahkan untuk penderita Apert Syndrom.

Berikut nama orang-orang yang telah mensukseskan pementasan teater WEK-WEK.

Penulis Naskah : Iwan Simatupang |Sutradara : Dewi Kusumawati | Ass Sutradara : Fita Fatimatul Kirom
Para Pemain : Yuni Etifah, Ira Cucu Cidar, Umi Laelatun Nafi’ah, Lia Budi Cahyani
Artistik : Nur Eri P, Akhmad Nawawi, Tommy Saputra, Rizky Putra
Lighting : Ahmad Wahidin | Ilustrasi Musik : Pratik Hari Yuwono, Nasrudin Mudaff, Faik,Tomy, Risky
Pimpinan Produksi : Insan Indah Pribadi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2013 in Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: