RSS

Menanti Fajar di Bukit Barong

20 Agu

Catatan Produksi #2 Film Dokumenter Prakerin 2013, SMK N1 Kebumen

pemandangan diatas bukit barong

pemandangan diatas bukit barong

Senin sore, 12 Agustus 2013 usai sudah produksi film pertama tentang Peternak Ayam di desa Lumbu. Kini perjalananpun berlanjut ke desa Kalirancang. Sebuah desa kecil di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen.

Wahidin, pemuda setengah tampan, berkulit sawo pucat ini membawa crew yang telah dibentuknya menuju ke sebuah rumah yang dijadikannya base camp untuk Produksi ke2 Film Dokumenter dalam rangkaian Prakerin TBM Sangkanparan.

Tak terasa malam itu, 9 awak crew film dokumenter ke2 sudah disambut dengan udara dingin yang lebih dingin dari malam sebelumnya. Malam itu, tim tak melakukan aktifitas shooting, hanya breafing sesaat dan segera beristirahat untuk mempersiapkan perburuan fajar diatas bukit esok hari.

Suara adzan subuh terdengar lirih, membangunkan para crew untuk beraktifitas mengejar matahari diatas bukit. Merekapun bergegas mendaki bukit terjal. Tanah bercampur bebatuan masih tak bisa dibedakan karna gelap masih sangat pekat. Sementara dedaunan masih terlihat basah oleh butiran embun yang belum berkilau. Wahidin, membawa serta adiknya Tofa berteman sebilah parang ditangannya, yang ia gunakan untuk membabat aral yang merintangi perjalanan para crew untuk sampai diatas bukit. Bukit ini berada 5 Km diatas basecamp yang semalam kami tiduri, sebuah bebatuan terjal tinggi diatas yang akhirnya kami kenal sebagai Bukit Barong. Kami (Yuni, Icus, Lia, Wahidin, Nawawi, Teguh, Fita, Insan dan Tofa) berjalan menembus kabut, seolah masuk kedalam rimba yang belum terjamah. Di bukit Barong terdapat bebatuan yang memiliki celah/lubang serupa gua. Dan disitulah tempat beristirahat para Kijang. Tak hanya kijang. Bukit ini juga masih dihuni banyak hewan seperti kera, burung, dan tentunya berbagai hewan yang tak terkesan liar.

Di atas bukit ini, kita bisa melihat dengan jelas suasana Kabupaten Kebumen yang tampak dari atas. Tak menunggu lama, kameramenpun segera merekam kesempatan langka ini.

breafing sebelum beraktifitas

breafing sebelum beraktifitas

Perjalanan singkat di pagi buta yang penuh dengan sensasi itu sebenarnya hanya untuk mendapatkan gambar/visual suasana pagi Kebumen yang tampak dari atas bukit. Setelah berhasil mendapatkan gambar indah tersebut, kami segera kembali menuruni bukit. Matahari telah bersinar terang. Karena puas dengan hasil yang didapat, perjalanan menuruni bukit tidak terasa lelah, bahkan perjalanan turun kami dihantar oleh kilau embun di pucuk2 dedaunan. Kilau yang mengabarkan kesejukan alam raya, kilau embun di hijau daun yang sesaat akan hilang ditelan mentari.

Waktu tidak begitu panjang, sehingga kami harus bergegas menuju sebuah kantor Kepala Desa. Merekam suasana dan aktifitas warga di pagi hari.

Film Dokumenter ke2 ini sebenarnya hendak bertutur tentang seorang Kepala Desa yang pandai bermain Sulap. Keunikan yang dimiliki pak Lurah inilah yang mengundang decak kagum, dan Akhirnya diangkat dalam sebuah film dokumenter oleh Ahmad Wahidin.

Rasanya tak hanya Wahidin saja yang dibuat kagum melihat aksi Sulap pak Lurah, bahkan seluruh crew film yang hadir disitu sempat terpana dengan apa yang dilakukan pak Lurah dalam aksi Sulapnya.

**Next Baca : Catatan Produksi #3 Film Dokumenter Prakerin 2013, SMK N1 Kebumen

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2013 in BERITA TERBARU, INFORMASI, Link Terkait

 

3 responses to “Menanti Fajar di Bukit Barong

  1. Androz

    September 11, 2013 at 3:37 am

    Bukit Barong di Kalirancang itu sebelah mana ? Kebetulan saya Orang Kalirancang…

     
    • sangkanparan

      September 11, 2013 at 3:28 pm

      yaa..kami jalan dari rumah wahidin..
      kebetulan, rumah wahidin kira2 jrknya 300M dibelakang balai desa.. (kami sempat bercengkrama bersama pak kades juga)

       
      • Lembah Alian

        Maret 4, 2014 at 12:36 pm

        Mungkin yang dimaksud, Bukit Pagerijo atau warga Kalirancang biasa menyebutnya Gunung Pagerijo. Bukit yang memiliki 3 puncak. Saya pernah ke puncak yang tengah, bisa liat Lembah Alian yang hijau dihiasi lekukan sungai ditengahnya. Kalau untuk camp di puncak plg selatan, agak lapang.

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: