RSS

Akhir dari Prakerin SMK Dr. Soetomo Cilacap

01 Feb
Evo production garap film Hidupku Seperti Sinetron

Evo production garap film Hidupku Seperti Sinetron

Usai sudah program Prakerin 2013 SMK Dr. Soetomo Cilacap di TBM Sangkanparan. Berbagai pengalaman mereka dapatkan di TBM Sangkanparan. Mulai dari pengenalan dasar-dasar desain grafis dengan melukis kendhi dan sepatu, membuat kerajinan tangan menyulap kelapa menjadi kepala orang utan, belajar membatik di kampung batik maos, membuat animasi stop motion, membuat buku saku, kajian film, membuat scenario, belajar mengoperasikan kamera, produksi film, hingga editing film. Semua mereka dapatkan di TBM Sangkanparan secara gratis.

Program Prakerin 2013 SMK Dr. Soetomo Cilacap ini tergolong pendek dibanding dengan tahun sebelumnya. Jika ditahun sebelumnya para siswa mempunyai waktu Prakerin 2,5 bulan, kali ini sekolah hanya memberi waktu 1,5 bulan untuk Prakerin. Insan Indah Pribadi, pengelola TBM Sangkanparan sendiri menjelaskan, untuk memahami seluruh materi yang diajarkan, para siswa butuh konsentrasi yang tinggi dengan waktu sesingkat itu. Insan menyayangkan sikap pelajar masa kini yang cenderung malas untuk berpikir, dan pesimis untuk mencoba. Sehingga dari 22 siswa/siswi yang tercatat Prakerin di TBM Sangkanparan, hanya sebagian saja yang dinyatakan bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan baik. Hal itu terlihat dari tugas-tugas yang dikerjakan.

Program Prakerin SMK Dr. Soetomo Cilacap diakhiri dengan produksi 3 film pendek hasil ide/gagasan mereka sendiri. 1 Kelompok menggarap 1 judul cerita. Kelompok M2TR production memproduksi film dengan Judul “Gara-gara Sikatan”,  Kelompok Star production menggarap film dengan judul “Turun Jabatan” dan kelompok EVO production mengangkat cerita berjudul “Hidupku Seperti Sinetron”

Star Production, garap film Turun Jabatan

Star Production, garap film Turun Jabatan

Masing masing film memiliki tema dan pesan yang berbeda. “Gara-gara sikatan” hendak bercerita tentang hilangnya kepercayaan diri manusia yang lebih mempercayai dukun untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan “Turun Jabatan” bercerita tentang seorang camat yang memberikan sedekah kepada seorang pengemis, namun sayangnya pengemis tersebut mendoakan pak camat supaya cepat jadi lurah. Sementara “Hidupku Seperti Sinetron” hendak memberikan pesan kepada kita akan rapuhnya hidup ini karena pengaruh visual/tayangan televisi, sehingga tak sedikit remaja sekarang yang putus asa dan mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Ke 3 Film tersebut saat ini masuk pada tahap post production di “Studio Sempit Sangkanparan”. Usai film tersebut selesai di edit, para siswa SMK Dr. Soetomo Cilacap berencana melaunching film perdana mereka dalam acara pemutaran film khusus dengan mengundang kerabat, teman, serta guru-guru SMK Dr. Soetomo Cilacap untuk bersama-sama menyaksikan film garapan siswa-siswinya.

“Mengko nek filme wis rampung, arep tek puter nang layar tanjleb ngundang guru-guru sekolahku karo kanca-kanca kabeh..” ungkap Elly Setyowati siswi SMK Dr. Soetomo Cilacap yang bertempat tinggal di Kecamatan Adipala ini.

Sementara Insan sendiri menyatakan tetap akan mendampingi para pelajar alumnus Program Prakerin sampai kapanpun. “Kami akan tetap memfasilitasi dan mensupport seluruh pelajar di Kab. Cilacap termasuk keinginan mereka untuk memutar film mereka di program Layar Tanjleb” ujar Insan Indah Pribadi yang kerap disapa dengan sebutan babeh oleh para siswanya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2013 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: