RSS

Rojak Bikin Film “NYESEL”

06 Mar

“Penyesalan selalu datang terakhir..”

Demikian pesan yang ingin disampaikan oleh Abdul Rojak, siswa SMK Dr. Soetomo Cilacap melalui filmnya.
Film berjudul NYESEL yang bercerita tentang seorang anak yang selalu mengabiskan waktunya bermain game ini, seolah hendak menyinggung realita anak jaman sekarang yang kondisinya tidak sama lagi seperti dahulu. Anak-anak jaman sekarang selalu menghabiskan uang dan waktunya untuk bermain game. Tak hanya itu, hubungan interaksi antar sesama pun jadi hilang. Mereka cenderung menjadi anak yang individualis. Belum lagi umpatan-umpatan di saat bermain game yang akhirnya membuat watak dan sikap anak jadi cenderung suka melawan dan kasar.

Dalam film ini diceritakan, bagaimana seorang anak meminta uang pada ibunya dengan sikap dan perilaku yang kasar. Meski ibunya sedang sakit, ia tak peduli. Dan setelah uang didapatnya, iapun segera menghabiskan waktu untuk bermain game. Waktupun semakin sore, ia pulang dan mendapati ibunya telah tiada.

Abdul Rojak selaku penulis dan sutradara dalam film ini bercerita bahwa film ini terinspirasi dari kehidupan anak-anak jaman sekarang yang suka menghambur-hamburkan uangnya dan menghabiskan waktu untuk nge-Game. Bahkan ketika ibunya butuh bantuanpun kadang si anak tidak peduli.

Sementara Insan Indah Pribadi selaku fasilitator dari TBM Sangkanparan mengungkapkan, ide film tentang penyesalan ini hampir sama seperti film garapan siswa SMK N1 Cilacap, yang Prakerin di tahun 2010. Film tersebut berjudul “NGAPURANE MAK”. Ceritanya hampir sama. Diminta bantuan oleh ibunya malah pergi, lalu ketika pulang ia menjumpai ibunya sudah tak berdaya. Di film Ngapurane Mak, diceritakan si anak bertemu dengan pacar lamanya, sementara di film garapan Rojak ini si anak menghabiskan waktu ngeGame.

“Film ini menyinggung realita anak jaman sekarang yang menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game, sementara ibunya terkapar ia tak peduli.” Ungkap Insan Indah Pribadi saat ditemui oleh tim pewawancara Mading SMK Doksoet Cilacap.

Proses penggarapan film ini cukup lama. Selain mencari lokasi dan pemain, Rojak musti mengatur jadwal pemain yang memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Tak hanya itu, pernah suatu hari, pemain utamanya ngambek dan menangis tidak mau main karena hari itu ada jadwal pertandingan sepak bola PSCS. Dirinya yang pendukung setia PSCS tidak rela waktu menonton sepak bolanya harus terganggu dengan jadwal shooting yang mulur-mulur. Sekiranya dari masa pra produksi sampai produksinya sendiri memakan waktu hampir 1 bulan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 6, 2012 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: