RSS

Layar Tanjleb di gelar di Sidnei

24 Nov

Sidnei, adalah sebutan untuk sebuah tempat, yaitu Perumahan Sida Negara Indah. Ya, ditempat itulah komunitas PARANOID yang berasal dari SMK Dr. Soetomo Cilacap menggelar Layar Tanjleb. Komunitas kecil yang mulai aktif membina kegiatan perfilman di sekolahnya ini membuat pertunjukan kecil di sebuah kampung. Mereka menggelar pemutaran film karya Pelajar Cilacap, Selasa 22 November 2011 pukul 19.30 WIB di sebuah balai RT di blok 17 Perumahan Sidney Cilacap. Pemutaran Film tersebut dilaksanakan untuk memperkenalkan karya-karya mereka kepada masyarakat di Cilacap. Mengingat minimnya Fasilitas gedung yang representatif untuk pemutaran film di Cilacap, mereka lebih memilih memutar film mereka dari kampung ke kampung.

Dalam kegiatan ini, komunitas PARANOID menggandeng SANGKANPARAN sebagai partner. Dimana di waktu-waktu sebelumnya mereka telah menimba ilmu tentang dunia Film dan Multimedia di Sangkanparan. Hernaedy Sidharta, selaku koordinator Layar Tanjleb di Sidney menyatakan kepuasannya terhadap acara yang digelar dikampungnya. Meski tak dihadiri oleh ratusan penonton. “Karena kondisinya hujan, jadinya penontonnya gak banyak, tapi meskipun demikian kami sangat puas atas apresiasi warga terhadap kegiatan yang dilaksanakan malam itu”ungkap Hernaedy puas. Ya acara yang dihadiri sekitar 45-50 orang yang berasal dari kalangan pelajar dan warga sekitar ini mendapat apresiasi dan tanggapan yang cukup baik.

Ada beberapa film yang diputar pada malam itu. 3 Film hasil Prakerin SMK N1 Cilacap di Sangkanparan 2010 (Kowe Anak Kethek, Ngapurane Mak dan Bakul Tempe) menjadi pembuka dalam acara LAYAR TANJLEB di Sidney. Dilanjut 3 film unggulan dari SMK Dr. Soetomo Cilacap yang telah meraih penghargaan di Festival Film tingkat Nasional (Pengen Sarung Anyar, Kondom dan Kelalenan). Pengen Sarung Anyar –sutradara Hernaedy Sidharta, yang saat ini sedang mengikuti kompetisi di Festival Film Pelajar Jogja 2011, Kondom- sutradara Mira Setiani yang telah lolos Seleksi FFI 2011 dan saat ini tengah mengikuti gelaran SAFARI FFI  di 5 kota, serta Kelalenan- sutradara Ade Ragil yang kemarin telah meraih Penghargaan Aktor terbaik dan Kameramen Terbaik pada Festival Film Anak Medan 2011.

Gelaran Layar Tanjleb diwarnai dengan presentasi dari sutradara dan crew dari film yang diputar, serta Diskusi terbuka untuk semua yang hadir saat itu.

Diskusi film berjalan ramai. Karena sebagian dari warga di kampung tersebut ingin mengetahui proses pembuatan dari film tersebut. Yang paling menarik adalah ketika Dicky Purnama, seorang kru film Pengen Sarung Anyar mempresentasikan tentang tekhnik Art dalam penggarapan film. Ia bercerita tentang cara mengubah suasana siang menjadi malam.

“Saya baca skenario, disitu ada istilah Day For Night. Waktu itu, saya diminta merubah suasana siang jadi malam.Yang saya lakukan adalah menyiapkan jarit dan kain yang banyak untuk menutupi semua jendela dan lubang fentilasi dari luar rumah. Sehingga suasana didalam rumah terasa seperti malam hari (tak ada pancaran matahari masuk)” ungkap Dicky Purnama – Art Director dari Film Pengen Sarung Anyar.

Tak hanya 6 film diatas yang diputar. Ada 1 film hasil Prakerin SMK N1 Kebumen di Sangkanparan tahun 2011. DEMI DANGDUT-sutradara Suryani Listiangingsih, SMK N1 Kebumen. Film ini diputar sekaligus menutup gelaran Layar Tanjleb di Sidney.

Hadir sebagai kru film Demi Dangdut, Helyda Nelasari dan Wisnu Sadewa dimalam itu.  Helyda yang saat itu bertugas sebagai Talent Koordinator (koordinator Pemain) menceritakan proses mengatur pemain, bagaimana ia menghubungi pemain, memberikan arahan untuk pemain, mempersiapkan kebutuhan pemain, sampai mengatur jadwal kehadiran pemain. “Yang tersulit adalah menyesuaikan jadwal shooting dengan kesibukan pemain. Karena pemain di film ini nggak semua anak muda, tapi ada ibu-ibunya juga. Selain itu ada juga pemain yang musti kerja di jam-jam tertentu.” Ungkap Helyda Nelasari, siswi SMK N1 Cilacap ini.

Sementara Wisnu Sadewa, siswa SMK Boedi Utomo Cilacap ini menceritakan pengalamannya saat berperan sebagai Bogel dalam film Demi Dangdut arahan Suryani Listianingsih. “ Saya bukan pecinta dangdut, tapi disuruh memerankan seseorang yang tergila-gila pada musik dangdut. Ini yang bikin saya jadi tertantang. Dan yang paling sulit di adegan ini adalah adegan ketika Joged Dangdut”

Meski hujan rintik dan udara dingin terus terasa dilokasi Layar Tanjleb, warga Sidney tak henti-hentinya ingin mengetahui cerita-cerita tentang produksi film dari para pelajar Cilacap ini. Sehingga diskusi terus berlanjut. Tak terasa waktu semakin malam. Dan kami akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kegiatan Pemutaran Film di malam itu. Kegiatan diakhiri pada pukul 22.40 Wib.

(dimuat di Suara Merdeka-Serayu 24November 2011)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 24, 2011 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: