RSS

SESAL cerita kehidupan HELIDA

13 Agu

Sebuah scenario yang awalnya diberi judul RELA ini, tiba-tiba berubah judul menjadi SESAL. Ya, cerita yang menggambarkan kehidupan Anne seorang gadis belia yang tidak mampu membayar uang sekolahnya selama 6 bulan, dikemas secara sederhana namun menarik. Helida sang sutradara dalam film ini hendak mengungkapkan kisah ketidakadilan dalam kehidupan di dunia nyata ini. Memang kadang keberuntungan tidak berpihak pada kita. Anne gadis yang bermaksud bekerja untuk mendapatkan uang demi sekolahnya ini, kini harus kehilangan keperawanannya karna terjerumus dalam dunia hitam. Sementara uang yang ia dapatkan dari menjual diri, tidak cukup untuk membiayai tunggakan bayaran sekolah, karena disaat yang bersamaan neneknya terjatuh dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Kisah pendek yang dikemas dalam bentuk film ini diproduksi bersama tim kreatif yang tergabung dalam program Workshop Prakerin 2011. Tentu saja diprakarsai oleh TBM Sangkanparan.

Pada kesempatan kali ini, Helida memanfaatkan ruang kelas SMK N1 Cilacap sebagai setting adegan sekolah. Tentu saja prosedur yang ditempuh sangat mudah, karena Helida juga salah satu siswi SMK N1 Cilacap. Ruang kelas tersebut tak hanya di setting sebagai ruang kelas, namun juga mereka sett sebagai ruang TU, dan juga kamar Rumah Sakit.

Isti Komariah yang didapuk sebagai Art Director pada film ini, harus menyulap suasana ruang kelas menjadi ruang TU, sementara disudut lain ia harus menghadirkan suasana kamar perawatan di Rumah Sakit. Tentunya ia tidak bekerja sendiri, ia ditemani 2 rekan kerjanya. Isti Komariah adalah salah satu siswi SMK N1 Kebumen, yang kebetulan pada saat ini tercatat sebagai peserta program Workshop Prakerin 2011 TBM Sangkanparan. di Cilacap Isti ditemani oleh rekan sekelasnya yaitu Listi. Pada film SESAL ini, Listi kebagian tugas jadi DOP. Dimana ia harus mencari sudut-sudut yang tepat dan menciptakan gambar yang komunikatif, sehingga nantinya masyarakat dapat menikmati Film ini dengan nyaman.

Ini merupakan proses belajar yang singkat. Karena mereka hanya berada di Sangkanparan selama 3 bulan. Padahal untuk membuat film yang serius waktu 3 bulan adalah waktu yang sangat sedikit. Oleh sebab itu, kesempatan yang baik ini mereka pergunakan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu Teguh Rusmadi salah satu pendamping yang selalu setia mendampingi para siswa dalam produksi film, menyatakan kekagumannya pada para peserta Workshop Prakerin 2011, Karena semangat kerja serta tanggung jawab yang dimiliki sungguh besar. Teguh sangat yakin kedepannya mereka bisa hidup di dunia kerja. Karena Di dunia kerja yang terus berkembang ini, tak hanya kemampuan dan kecerdasan yang harus dimiliki setiap orang, namun juga Mental dan rasa Tanggungjawab yang menjadi pondasi dan harus diterapkan dalam kehidupan ini.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 13, 2011 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: