RSS

asyiknya belajar Multimedia

05 Jul

Senin, 20  Juni 2011,  sebanyak 7 siswa SMK N1 Cilacap sudah meramaikan Griya TBM “Taman Belajar Multimedia” Sangkanparan. Mereka menjalankan tugas sekolah selama 3 bulan, mencari pengalaman kerja di dunia luar sekolah. Program tersebut di beri nama PRAKERIN (Praktek Kerja Industri). Prakerin tersebut akan berlangsung selama 3 bulan. Terhitung sejak 20 Juni sd 20 September 2011.

Beberapa program pembelajaran multimediapun telah disiapkan oleh Dewi Kusumawati, selaku pengelola komunitas Sangkanparan dibantu beberapa rekan kerja yang ada di Sangkanparan. Program tersebut, tentunya disesuaikan dengan kurikulum serta silabus yang berlaku di Sekolah. Tak hanya itu, mereka juga akan menerima beberapa materi yang tidak mereka dapatkan disekolah.

Ya belakangan ini, banyak sekali sekolah di Jawa, bahkan di Indonesia membuka jurusan Multimedia. Namun pembukaan jurusan tersebut, tidak disesuaikan dengan Sumber Daya Manusia yang ada di sekolah tersebut. Dengan kata lain, di sekolah tersebut, sebenarnya tidak ada guru/pengajar yang sebenarnya mampu mengajar hal-hal yang berkaitan dengan Multimedia. Sehingga, tak heran jika banyak sekali siswa-siswa sekolah jurusan Multimedia yang salah kaprah terhadap istilah-istilah dalam dunia multimedia. Contoh kecil, mereka tidak tau perbedaan antara film fiksi dan documenter, atau bahkan mereka tidak tau istilah tekhnik pengambilan gambar (Close Up, Medium Shoot, dll), Atau bahkan mereka tidak tau caranya membuat web design/animasi. Padahal hal-hal itu semua yang sebenarnya harus mereka pelajari di jurusan Multimedia.

Mengapa hal itu terjadi ? Sudah tentu dikarenakan kurangnya sumber pengajar di sekolah tersebut. Lebih parahnya lagi, di sekolah-sekolah yang membuka jurusan multimedia, tak ada guru/pengajar yang memiliki basic yang sesuai dengan jurusan multimedia tersebut. (Desain Grafis, Fotografi, Advertising, Broadcasting) .. Masa sih guru Akuntansi mengajar Tehknik Pengambilan Gambar?? Atau masa sih guru matematika mengajar Animasi ?? Yang terjadi malah justru, siswa dan guru sama-sama belajar. Bahkan tak sdikit guru yang pasrah dan menyuruh siswanya untuk belajar sendiri dengan mencari tau artikel di Mbah Google.. (kalo sudah begini, buat apa sekolah??) sungguh menyedihkan..

Kembali ke TBM Sangkanparan. 7 siswa tersebut akan mengikuti program pembelajaran secara singkat (3bulan)… Namun tidak semua akan dipelajari disini. Karena keterbatasan waktu, maka Sangkanparan memberikan program bertahap yang semoga saja berguna bagi mereka.

Di 2 minggu awal mereka akan dikenalkan dengan Film. Mereka ditugaskan menonton satu persatu film dan membongkar film tersebut. Membuat resumnya, menilai apa kekurangan film tersebut, mampelajari tekhnik yang digunakan dalam film tersebut dll.  Film yang di jadikan referensi adalah film-film pendek dari rekan-rekan komunitas film Indonesia yang kebetulan disimpan dan didata rapi pada perpustakaan mini Sangkanparan. Film fiksi, film documenter, video Experimental, animasi dll.. Setelah mereka menjalani proses tersebut, mereka akan ditugaskan untuk membuat ide cerita. (documenter, fiksi, video experimental dll) Lalu setelah ide tersebut tertulis, barulah mereka akan diajarkan cara membuat scenario. Jika mereka telah paham segala hal yang disiapkan untuk produksi, maka produksi film akan dilakukan. Sangkanparan akan memfasilitasi siswa-siswi tersebut dalam memproduksi ide crita yang mereka miliki. Barulah setelah produksi selesai, mereka akan belajar mengedit film. Film jadi dan siap untuk dipertontonkan. Namun belum selesai sampai disini. Mereka masih harus mengemas film tersebut dengan menarik.  Otomtis mereka harus membuat cover serta label dvdnya, serta media publikasi berupa poster film, dll.

Dalam menjalankan proses sepanjang itu, Sangkanparan tidak berjalan sendiri. Kami melibatkan beberapa rekan dari komunitas film di seluruh Indonesia. Kami akan mengundang beberapa rekan untuk berbagi. Misalnya memberikan materi tentang Editing, tentang penulisan scenario, penyutradaraan, dll. Dan dalam proses sepanjang itu pula, kami akan memberikan program-program refreshing yang tidak mereka dapatkan di sekolah, seperti Tekhnik Fotografi dengan menggunakan Kaleng (Kamera Lubang Jarum), atau melukis sepatu, melukis tas, kaos dll.

Oh iya, sejak tgl 3Juli 2011, kami ketambahan 2 siswi lagi dari SMKN1 Kebumen. Mereka rencananya akan bergabung bersama dalam program Prakerin, hingga 20 September nanti.

Demikian sekilas catatan kegiatan yang bisa kami sampaikan secara sederhana ini. Semoga apa yang kami lakukan bisa berguna bagi pertumbuhan dunia pendidikan di Indonesia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 5, 2011 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: