RSS

7 Siswi SMK N1 Cilacap dengan kegiatannya

23 Mei

7 Siswi SMK N1 Cilacap ini sejak 1 Juli 2010 sudah rajin berangkat ke Sangkanparan. Mereka rupanya ingin sekali belajar segala hal tentang Multimedia. Karena di sekolah mereka, tak banyak yang mereka dapatkan, meskipun jurusan yang mereka pilih adalah jurusan ‘multimedia’.
Melalui Program Prakerin selam 3 bulan inilah mereka bisa mendapat kesempatan belajar langsung tentang segala hal yang belum mereka dapatkan secara lengkap di sekolah.
Sangkanparan sebagai komunitas yang memfasilitasi kegiatan belajar multimedia ini, membuka pintu lebar-lebar kepada 7 siswa yang tengah menjalankan Prakerin di tempat tersebut. Berbagai hal diajarkan disitu , mulai dari tekhnik dasar Fotografi, desain grafis, sampai tekhnik pembuatan film.

Tekhnik dasar Fotografi
Seperti yang kita tahu, ketika kita akan memotret kita pasti butuh kamera. Disini mereka mengenal hal yang lain dari pada yang lain. Memotret dengan kaleng. Ya kaleng tersebut digunakan sebagai kamera. Tekhnikk semacam ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh teman-teman pecinta fotografi dan lebih dikenal dengan nama “Kamera Lubang Jarum”.
Hal ini tentu saja merupakan hal baru bagi 7 siswi SMK N1 Cilacap. “Awalnya banyak yang gagal ketika memotret, Tapi karena penasaran, akhirnya mereka terus mencoba sampai akhirnya puas dengan hasil yang didapat” ungkap Ari Wahyu Setiawan selaku pendamping serta orang yang mengajarkan praktek Kamera lubang Jarum.

Dari Ide Cerita, Skenario sampai proses Pembuatan Film
Selain fotografi, mereka juga mendapatkan ilmu tentang film. Diawali dengan beberapa hari menonton film dan membongkar isi film, untu selanjutnya membuat resum /ringkasan film tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bahan referensi. Agar siswa dapat memahami betul apa saja yang harus dipersiapkan dalam masa pra produksi supaya film yang mereka garap bisa maksimal.
Setelah itu, mereka di minta membuat ide cerita, yang kemudian di gubah menjadi skenario. Setelah skenario jadi, mereka masih harus mengupasnya lagi satu persatu agar proses shooting yang mereka lakukan bisa teratur. Setelah itu, mereka mencari pemain dan mengatur jadwal untuk shooting. Setelah semua siap, barulah film di produksi.
Ada 7 film yang akan diproduksi. Ide ceritanya beragam. Seperti halnya Elsa Diana dan Dewi Astuti yang memiliki ide cerita seputar dunia pendidikan. Elsa melalui tulisannya yang berjudul ‘BTe (Bakul Tempe) hendak bercerita tentang seorang anak yang mengejar seorang pembeli tempe dan akhirnya mengobrak-abrik bungkusan tempe tersebut, karena ternyata yang dipakai sebagai bungkus tempe adalah buku pelajarannya. Karna sang ibu sebagai penjual tempe tidak tahu kalau ternyata buku anaknya masih dipakai..Lain halnya dengan Dewi Astuti, yang bercerita tentang Abi seorang anak pemulung yang ingin bersekolah seperti teman-temannya. Abi meskipun tak bisa sekolah, namun ia menyempatkan dirinya untuk belajar bersama meski hanya diluar kelas. Namun demikian Abi tergolong anak yang pintar, ini terbukti kalau ia bisa menjawab pertanyaan guru yang saat itu mengajar di dalam kelas. Mendengar seseorang yang melontarkan jawaban dari luar kelas, ibu guru lalu bergegas keluar kelas, namun sayang yang dijumpai hanya sebuah karung dengan rongsok yang tergeletak di kursi dekat jendela. Film yang berjudul “Nyong Teyeng” ini hendak bercerita tentang kondisi masyarakat Indonesia menghadapi dunia Pendidikan yang kian lama kian mahal harganya. Sementara Marsela Subiarti memiliki ide cerita yang ringan dan menggelitik, cerita tentang beberapa anak yang bermain kelereng bersama, dan terlibat ejek-ejekan. “Kowe anak kethek” mendengar itu, teman yang diejek itu lalu nangis dan mengadukan hal itu kepada orang tuanya. Namun orang tuanya malah justru membenarkan hal tersebut, dan memberikan pengertian bahwa dalam bahasa Jawa anak kethek itu namanya “Kowe”. Lain halnya dengan Rifa dan Ragil yang menceritakan tentang pengalamanya. Rifa’atul Mahmudah dengan cerita“Ngapurane, Mak” Kisah tentang seorang anak yang tidak mau membantu ibunya yang saat itu meminta tolong. Malah akhirnya anak ini pergi dan berpacaran di taman. Betapa terkejutnya si anak, ketika pulang menjumpai ibunya tergeletak lemas tak berdaya. Ragil Sayekti dengan ceritanya “Deneng” (lho kok) yang bercerita tentang kesalahpahaman seseorang berawal dari sms yang salah sambung. Lalu Khotimah Apriani, dengan judul “Owalah Jiand” yang menceritakan tentang anak-anak yang bermain petak umpet, namun bukannya ditinggal ngumpet, malah ditinggal makan rujak bersama di rumah temannya. Cerita yang paling panjang adalah “Semua Ada Aturannya”. Cerita milik Febrianti Ambar ini mengupas tentang persahabatan 4 orang anak sejak kecil hingga dewasa, dengan segala permasalahan yang terjadi.

Dalam proses produksi ini, 7 siswa tersebut banyak belajar berbagai hal. Mulai dari menata ruang, mensett cahaya, dan mempelajari berbagai macam tekhnik pengambilan gambar. Semua dikerjakan secara sederhana. Salah satunya adalah Tekhnik One Shoot Cinema. Tekhnik pengambilan gambar tanpa cut ini banyak diterapkan pada film-film mereka. Salah satu yang menarik disini adalah, penggunaan gerobak sebagai peralatan penunjang dalam mempraktekan tekhnik One Shoot Cinema.

Ke 7 anak ini menyatakan kebanggaannya berada di Sangkanparan, bahkan Marsela Subiarti menyatakan sudah tidak sabar lagi menunggu masa editing, karena ingin sekali filmnya jadi. Sementara Febrianti Ambar Lestari yang mempunyai ide cerita terpanjang ini menyatakan “ini pengalaman yang ga terlupakan, Karena di film ini ada 10 sett, dan shootingya butuh waktu yang lama..tapi di film ini, kita banyak belajar tekhnik-tekhnik baru dalam pengambilan gambar..asik”

Jika seluruh film selesai diproduksi, maka tibalah saatnya masuk ketahap editing. Pada tahap editing inilah, mereka akan diajarkan bagaimana caranya memotong dan menyambung gambar supaya hasilnya bisa tertata rapi, dan akhirnya menjadi film utuh yang bisa dinikmati bersama.

Setelah itu, mereka diwajibkan membuat poster serta mengkemas filmnya agar menarik, untuk selanjutnya akan di ROAD SHOW ke 7 tempat di Kabupaten Cilacap.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 23, 2011 in Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: