RSS

SMK Negeri 1 Cilacap Bikin Film Lagi !

08 Mar

Sepulang sekolah, beberapa siswa yang sebelumya telah menyusun konsep serta script untuk membuat film Dokumenter sudah siap dengan peralatan tempurnya. Sebuah kamera ditangan dan beberapa lembar pertanyaan untuk narasumber telah siap ditangan. Meraka adalah Tiara dan Hanin. Keduanya adalah siswi SMK Negeri 1 Cilacap.
Mereka sedang melakukan praktek langsung proses pembuatan Film Pendek bergenre Dokumenter. Dengan semangat yang tinggi, mereka memanfaatkan beberapa peralatan yang dimiliki sekolah seperti kamera, dan tripot seadanya. Rencananya Produksi Film Dokumenter ini dilakukan selama 3 – 6 minggu.
Seperti penuturan Dewi Kusumawati, S.Sos seorang guru jurusan Multimedia di SMK Negeri 1 Cilacap, Pembuatan Film tersebut tidak semata-mata untuk diikutkan dalam ajang Festival Film di berbagai kota di Indonesia, namun sebagai bentuk nyata agar siswa dapat secara langsung mengenal proses-proses pembuatan Film. Mulai dari persiapan, riset, mencari data, proses penyutradaraan yang baik, serta bagaimana cara mengambil gambar yang baik dan terarah.
Tidak hanya Tiara dan Hanin, yang mengupas tentang RUPBASAN (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) dalam filmnya, namun ada juga beberapa siswa yang lain seperti Rizky Tyas .dkk yang mengangkat tentang Museum Soesilo Soedarman Cilacap, serta Desti dkk yang mengagkat tentang Eksotisme Wisata Benteng Pendem Cilacap. Hal itu dilakukan siswa dengan penuh semangat, mesti peralatan yang dimiliki hanya seadanya.
Beberapa siswa tersebut juga terlibat dalam GFRB (Gerakan Fasilitas Remaja Berkarya) yang dimotori oleh Dewi Kusumawati dari komunitas Sangkanparan yang saat ini menjabat sebagai guru SMK Negeri 1 Cilacap. Gerakan ini sebagai wujud kepedulian komunitas sangkanparan terhadap semangat siswa/siswi SMK Negeri 1 Cilacap dalam dunia film pendek . Adapun bentuk Fasilitas yang diberikan bermacam-macam. Mulai dari peralatan, pendampingan saat produksi, surat-menyurat/ijin, sampai kepada proses editing yang baik. Semua dilakukan oleh siswa/siswi sendiri, komunitas Sangkanparan hanya melakukan arahan serta pendampingan saja. Hal itu dilakukan agar siswa tidak hanya mengamati namun dapat mempraktekkan secara langsung proses-proses yang diajarkan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 8, 2010 in Utama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: