RSS

Arsip Bulanan: Agustus 2008

gelaran FILM go to KAMPOENK di Perum BKD

Gelaran FILM go to KAMPOENK hadirkan Film – film perjuangan. Kamis, 14 Agustus 2008 (jam 7malam)di RT03 Perum BKD Blok 20 Gumilir Cilacap. Layar yang dibentangkan menutupi jalan di kampung ini mampu menyedot ratusan penonton. Seusai maghrib, masyarakat dari berbagai golongan , tua, muda, remaja dan anak-anak sudah memadati lokasi pemutaran film yang diselenggarakan oleh komunitas Sangkanparan bekerjasama dengan pemuda Perum BKD RT3/X.

Acara dibuka dengan pengantar yang disampaikan oleh koordinator Program Ari Wahyu S. yang menyampaikan beberap patah kata tentang kegiatan sangkanparan serta ajakan untuk terus berjuang melawan penjajahan. Baginya perkembangan pola pikir anak-anak saat ini sudah terjajah oleh televisi yang semakin tak kenal arah. Karena ia menilai tayangan-tayangan di televisi mulai dari sinetron, pentas musik anak dan sejenisnya hanya membuat anak-anak ini kehilangan masa kanak-kanaknya. Apalagi ketika sang orang tua mendukung anak-anaknya untuk berakting layaknya tokoh idolanya dalam televisi.”Jika orang tua tidak bisa memahami mana tayangan yang baik dan buruk untuk anak, dan mereka tidak bisa mengontrolnya, maka jangan tanya jika dimasa mendatang si anak akan lebih tahu hal-hal yang seharusnya belum saatnya ia ketahui” (Dalam hal ini anak-anak jaman sekarang sudah dipaksa untuk menjadi cepat dewasa)

4 film mewarnai gelaran FILM go to KAMPOENK malam itu. Kemenangan-karya Insan Indah Pribadi Cilacap, Bedjo van Derlaak-karya Eddie Cahyono-Yogyakarta, Untung ora Untung-karya SMAN1 Cilacap dan Cheng-Cheng Po – karya BW Purbanegara – Yogyakarta.

Acara malam ini menjadi lebih berasa ketika Siswa-siswi SMAN1 Cilacap turut memperesentasikan film buatan mereka. Masyarakatpun antusias dan obrolan panjangpun terjadi. Siswa-siswi SMAN1 Cilacap ini bercerita tentang pengolahan ide cerita, sampai keluh kesah yang ia jumpai selama proses pembuatan film berlangsung. Dan merekapun menjawab pertanyaan2 yang dilontarkan beberapa warga Perum BKD.

Yang lebih unik lagi, siswa-siswi SMAN1 Cilacap memberikan hadiah dan doorprize kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan /kuis dari mereka.

Acara ini mendapat sambutan baik dari warga.Karena tontonan semacam ini sangat jarang terjadi dikampung. Semoga tontonan alternatif semacam ini bisa turut membantu mengalihkan perhatian sejenak bapak, Ibu dan anak-anak Indonesia dari televisi. (Pilax)

    sangkanparan special thanks to :Papi+Mami sangkans, Pak RT03/X Perum BKD, Eddi Cahyono-Jogja, BW Purbanegara-Jogja, Pemda Kab. Cilacap, Pak BudiIr Pemda, Mas Dhani, Yoga Oo,rekan2 PKL SMKN1 Cilacap, SMAN1 Cilacap, rekan2 Pers Indonesia, dll

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2008 in Utama

 

FILM go to KAMPOENK dalam PERJUANGAN

Di bulan Agustus 2008 ini, sangkanparan kembali menggelar FILM go to KAMPOENK yang menyuguhkan 4 film pendek bertemakan Persatuan dan Perjuangan bangsa Indonesia. Dan satu film terbaru karya Siswa-siswi SMAN1 Cilacap yang akan dipresentasikan khusus disaat acara berlangsung.

(MAAF di CILACAP, SINETRON LIBUR untuk  HARI ITU..krn kami mau PUTAR FILM yang LEBIH BERMUTU)

informasi hub : Ari Wahyu / Pilaxz  (koordinator program) 081 327 535 095

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 12, 2008 in INFORMASI

 

“misi penyelamatan kucing” warnai REFLEKSI 5 TAHUN boemboe forum 2008

Film hasil rekaman spontan 4 menit ini, membuat seisi kineforum tertawa terpingkal-pingkal (sbtu, 2 agt 2008). entah karena dialek logat cilacapannya atau memang karena suasana yang ditampilkan dalam film tersebut.

Ya, kali ini film MISI PENYELAMATAN KUCING ditampilkan dalam ajang REFLEKSI 5 TAHUN -BOEMBOE FORUM 2008, yang digelar dari tanggal 1-3 Agustus 2008 di Kineforum TIM Jakarta. Film yang bercerita tentang penyelamatan seekor anak kucing yang jatuh dari atap rumah ini, memberikan suasana yang berbeda dari film-film yang diputar sebelumnya. Insan Indah Pribadi, yang saat itu berdiri mempresentasikan film ini merasa sedikit bingung untuk bercerita. Melihat presentasi dari kawan2 film yang sebelumnya berbicara tentang hal teknis, alur cerita, sampai biaya produksi, serta perasaan grogi bercampur bangga ini, akhirnya Insan mengambil kesimpulan untuk menyampaikan pesan singkat yang dikandung dari film tersebut.

“Merekam segala sesuatu disekitar kita, dan berbagi cerita kepada yang lain” Ini point penting yang disampaikan dalam presentasi singkat tersebut. Oleh karenanya sensitifitas yang tinggi dibutuhkan untuk sekedar tanggap dan sadar untuk merekam apa yang kamu lihat itu.

Beberapa film yang juga turut mewarnai dalam Gelaran bOEMBOE FORUM 2008 ini antara lain :MARAWIS YO WIS-dokumenter karya Ari Rusyadi, Jakarta, HOLY FATHER-eksperimental karya Rizky Lazuardi, Semarang, The Aniversaries-fiksi, karya Ariani Darmawan, Bias Kelam-fiksi karya Afen Yani S, Balikpapan, dan Kitos, Selamat Tinggal Kota Merah-dokumenter karya Mahardika Yudha, Jakarta.

Selain itu, Ditahun ini, Boemboe juga menghadirkan karya – karya alumni Boemboe Forum 1 sampai 4. Dan juga dimeriahkan dengan ajang pamer kegiatan boemboe selama 5 tahun.

Tahun ini, sangkanparan merasa bersyukur karena dapat mengikuti program Boemboe forum 2008. Kebanggan ini akan terus memotifasi Sangkanparan untuk dapat terus berkarya ditahun-tauhn mendatang.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 4, 2008 in Utama