RSS

CLC Putar Film di Tangerang

09 Agu

Memasuki tahun kedua, Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga kembali menggelar program ‘Layar Tancap’. Bulan Agustus dirasa tepat untuk mengadakan even yang dulu sempat mengakar dimasyarakat kecil. Pada bulan bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia , masyarakat haus akan hiburan. “Mereka rela keluar rumah meninggalkan layar kaca. Mencari tontonan alternatif. Dan layer tancap dinilai hiburan paling aman di luar rumah,” tutur Manager Program CLC Bowo Leksono. Tahun lalu, CLC sukses menggelar di 10 desa di wilayah Kabupaten Purbalingga. Tahun 2007 ini, CLC disamping menggelar di beberapa desa di Purbalingga seperti Desa Gandasuli, Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari, Desa Penaruban. Di samping beberapa desa yang meminta CLC untuk memutar film. CLC juga hendak melebarkan sayap memutar film di Perum Mustika Desa Pasir nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Sebagian penghuni perumahan itu berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta . “Mereka meminta saya memutar film di sana ,” kata Bowo. CLC juga melebarkan sayap dengan mengajak kerjasama Kaki Langit, komunitas film indie dari Kota Tangerang. Pada Sabtu, 11 Agustus 2007, kami hendak memutar film bersama di Rumah Belajar Keluarga, Tanah Gocap, Markas Kaki Langit di Kota Tangerang. Baru pada 17 Agustus 2007, CLC bersama Kaki Langit menggelar layar tancap di Perumahan Mustika. Pernah senasib Kaki Langit meminta film documenter “Bioskop Kita Lagi Sedih” turut diputar untuk menjadi bahan diskusi bersama. Film kontroversial ini ternyata menjadi film yang menarik bagi berbagai komunitas film indie.

Koordinator Kaki Langit, Edi Bonetsky mengatakan, apa yang dialami anak muda Purbalingga pernah dialami mereka 10 tahun silam. “Kami juga pernah mengalaminya, tidak dianggap oleh Pemkot kami. Dan kami tidak pernah patah semangat. Terus memperjuangkan nasib seniman. Sangat lucu pemerintah menyepelekan sumber daya,” ungkapnya. CLC Purbalingga rencana memutar delapan film yaitu Peronika, Metu Getih, Pasukan Kucing Garong, Boncengan, 500 Perak toek Negerikoe, Adu Jago, Lelaki Pesolek, dan Bioskop Kita Lagi Sedih. Setelah pemutaran akan digelar diskusi untuk saling tukar pengalaman.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 9, 2007 in BERITA TERBARU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: