RSS

SMAN1 CILACAP dengan FILM BARUNYA

16 Jul

Bulan Juli Minggu ke 2. adalah hari-hari pertama masuk sekolah. Begitu kaki diinjakkan pada gedung sekolah SMAN 01 Cilacap, maka kreatifitas siap di adu. Karena pada hari itu juga, banyak ditemui para siswa yang mengumpulkan hasil karyanya. Penasaran?

Anang Nurasa Madurasa..hanyalah seorang guru biasa, yang mengajar di SMAN1 Cilacap. Namun semangat untuk menggebleng kreatifitas pelajar itu yang patut diacungi jempol. Terbukti, saat ini ada sedikitnya 20 Kelompok yang diwajibkan untuk membuat FILM pendek sebagai tugas sekolah. Dengan demikian tak perlu ditanyakan lagi bahwa FILM di sekolah tersebut sudah masuk dalam kurikulum (bukan ekstrakurikuler lagi).

Dirinya mengungkapkan, bahwa untuk kedepannya diharapkan adanya kepedulian dari Dinas terkait untuk lebih memperhatikan kreatifitas pelajar. Terlebih dukungan dan juga kekuatan untuk menopang majunya kreatifitas anak demi mengangkat citra Daerah, agar bisa menjadi lebih baik.

Sebagai pengajar, Sebenarnya banyak yang ingin dia lakukan, salah satunya adalah dengan melakukan hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti para pegiat Film Lokal. Sebagai contoh, dengan memberikan tugas kepada para siswanya, otomatis hubungan komunikasi antara siswa dan masyarakat dapat terbangun dengan sendirinya, apalagi dalam melakukan proses produksi pembuatan film, yang mustahil dapat mereka lakukan sendiri tanpa bantuan dari berbagai pihak.

Beberapa siswa menyatakan dirinya menemukan dunia yang baru, ” Ternyata bikin Film itu enak ya…asik..” ada juga yang hanya diam, dan mengagumi hasil karyanya sendiri..”Jebule maen yahh…Ah ngesuk gawe film maning lah..” Hal-hal seperti itulah yang sering dijumpai ketika kita nekad tanya secara langsung pada salah satu anak yang saat itu sedang produksi film.

Mengangkat Unsur Lokal

e1.jpgESTU, sebuah film garapan PiNujuLAn production ini mampu mengangkat sisi lokal kehidupan orang desa di Cilacap. Meski tempat dan daerahnya tidak disebutkan, namun sudah cukup menggambarkan bahwa kesehariannya itu berada di sebuah desa Cilacap.

Sebagai seorang desa, yang benar-benar kuper dan lugu, Saring menyatakan ingin pergi berlibur ke sebuah  tempat. Teman, temannya menyarankan pada dirinya, alangkah baiknya jika pergi ke kota Pake ESTU. Namun saran tersebut dibantah oleh Saring, karena dianggap kurang ajar. Beberapa temannya lagi malah menyarankan agar segera memesan ESTU, yang katanya murah. Mendengar hal tersebut Saring memberanikan dirinya untuk memesan ESTU. Namun alangkah kagetnya Ia, ketika ia menanyakan hal tersebut kepada Estu. Estu langsung marah, sewot dan malah menangis. Selang beberapa saat kemudian, barulah Saring tau , kalau ESTU yang dimaksud oleh teman-temannya adalah BIS kota yang berlabel ESTU.

ESTU, produksi bersama Pinujulan prod – durasi 15 menit

Selain film fiksi, ada juga beberapa kelompok yang membuat film dokumenter berdurasi pendek ( 5 menit) Simak saja cerita seorang penjual abu keliling bernama Saring.

shar.jpgDengan keadaan dirinya yang memiliki kekurangan pada tubuhnya, ia tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup ini. Apalagi ia memiliki semangat dan juga keinginan yang mulia. Salah satu keinginan yang belum tercapai sampai saat ini adalah Ingin memberangkatkan Bapak dan Ibunya pergi HAJI

Demikian laporan singkat rekaman kejadian di Cilacap dalam perkembangan singkat diatas udara yang masih ramah berhembus (kami nantikan komentar anda)- Insan Indah Pribadi

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 16, 2007 in Tak Berkategori

 

15 responses to “SMAN1 CILACAP dengan FILM BARUNYA

  1. Bowo Leksono

    Juli 16, 2007 at 9:44 pm

    Salut! Aku yakin, apa yang dilakukan teman-teman SMA N 1 Cilacap dan Pak Anang, akan membuat iri sekolah-sekolah lain di eks-karesidenan mBanyumas. Semoga!

    Persoalan kualitas memang penting, tapi itu sebuah proses belajar yang perlu waktu. Suatu ketika pasti akan ada karya yang secara kualitas unggul. Ya untuk sementara itu menjadi tanggung jawab Bung Insan untuk tekun mengajari adik-adiknya bikin pelm yang buagus…
    Semoga semangat Bung Insan dan Jeng Dewi tambah membara setelah mereka berdua disatukan Alloh… Amin.

    Saran dari teman-teman CLC Purbalingga, ndak usah terlalu berharap pada pemerintah ndaerah untuk memperhatikan, apalagi yang namanya Dinas Pendidikan. Sudahlah… mereka itu bebal, yang penting masyarakat luas ada di belakang kita.

    Maju terus film mBanyumas dengan atau tanpa dukungan pemerintah daerahnya…

     
  2. BAGUS

    Juli 17, 2007 at 2:46 pm

    Sungguh menyenangkan sekalee sekolah di SMAN1? Sekolah lain ga ada yg dikasih tugas bikin FILM. Di sekolahku dulu aja YOSDA ga ada tugas bikin Film.Salut deh buat Pak Anang..
    Oya Kapan Bisa nonton film-film itu..APA Mas Insan punya? kalo mau Screening kasih tau kami yah…biar kami bisa sama-sama dateng berkunjung…sekaligus ngeceng liat-liat cewek SMAN1 hehehe…
    Mas insan Harusnya yang AKTIF .. jadi JEMBATAN antara mereka dengan DINAS terkait..kan KAU PEGIAT FILM harus high komunikasi donk !! Hubungkan mereka dengan dunia LUAR…SMAN1 Bisa lebih terangkat Citranya..JUSTRU DINAS Pendidikan itu mustinya Bangga. Ada Pelajar Kreatif, kok Dinas Pendidikan ga bisa support sih?
    pesan utk para DINAS-DINAS :
    KAMI MENGUTUK ITU..!! COBALAH TURUN KESEKOLAH-SEKOLAH..lihat perkembangan sekolah saat ini, JANGAN HANYA DUDUK DIAM di KURSImu!!!!

     
  3. ERIA jr

    Juli 17, 2007 at 3:14 pm

    SUNGGUH LUAR BIASA, kalobisa di ikut sertakan dalam Festival

     
  4. IND4H

    Juli 17, 2007 at 3:17 pm

    AKU SENANG MENDENGAR KABAR SMAN1 ternyata BIKIN FILMNYA ga cuma sedikit…katanya ada 20 FILM yg siap diproduksi ya?
    PROFISIAT deh …MAJU TERUS FILM PENDEK CILACAP !

     
  5. rahmadianang

    Juli 21, 2007 at 7:45 am

    sudah saatnya memang film ‘yang sebenarnya’ diperkenalkan kepada anak – anak pelajar…biar bangsa kita bukan bangsa kaya sinetron…menyebalkan, dan terkesan menutup – nutupi relita dengan kesombongan, kemewahan dan kepintaran semua, padahal secara tidak langsung kita dibuat bodoh jika mengkonsumsi sinetron itu…..Hidup Film…SMA 1 ciptakan terus generasi – generasi kreatif yang tau realita kehidupan….salam

     
  6. diaz

    Agustus 18, 2007 at 5:14 am

    anak smanic hebat2 ya….?
    aq stuju bgt ma bagus yosda ga pernah di suruh buat pilim padahal mas insan smangat 45 bgt nawarin ke yosda….eh di yosda di tolak di smanic di trima jd iri neh….gmn klo pilim kalian di pamerin kek dimana geto…jgn buat anak smanic doank!!!
    byar tambah terkenal loh…

     
  7. Indra_Angkatan2004

    Desember 20, 2007 at 6:11 am

    Saya sangat berharap dengan adanya karya ini dapat memacu prestasi-prestasi yang lain di SMAN1c lebih maju dan terus maju hingga ke luar negeri.
    Good luck, My friends !

     
  8. trisya

    Februari 1, 2008 at 6:24 am

    walupun aQ dah ga diclp,
    Lg tpi aQ tw klo smansa i2 the bast bangt kq,
    Pa Lg nak2ny,pnter2,cool,keren,
    jdi aQ hrpkan smansa sllu terbaik di clp key……….
    nd jgn Lpa 5 yg diatas ya(allah SWT)

     
  9. trisya

    Februari 15, 2008 at 7:17 am

    assalamu’alikum wr.wb
    hay nak2 smanic………….
    aQw yaya di BATAM
    gmn dgn dgn skul klian?
    pZtiny tmbah bnyak peminatny kan!
    oya yaya ne dah ga di clp lgi,jdi yaya mw tw tntng skul klian…………..
    ga pa2 kan!!!!!!!!!!!!!
    good luck dech boeat smnic the best selalu……..
    wassalam

     
  10. JandA

    November 20, 2008 at 8:50 am

    sma1 jangan ngawurlah.nganggo2 prestasi siswa,tapi ra gelem modali. mung gelem dadine tok. estu kiye wis banggakna sma1.taraf internasional gtu lho… ga kyk sma 1 yang menggembor2kan dirinya dengan SBI. WAGU………………….!!!!!!!!!!!!!!
    jangan bedain prestasi akademik m non-akademik dnk….prestasi non-akademik juga bisa bw nama baik!!!!!!!!!!!!
    estu KORBANnya!!!!!!!!!!!!!!

     
  11. adhi prayogo

    Februari 2, 2009 at 10:08 am

    boleh mes minta cd-nya buat demo ke aku, barangkali sctv berminat? buat teman2 alumni silahkan Join di Facebook “SMAN 1 Cilacap(ALUMNI).

     
  12. Uky areme

    April 2, 2009 at 5:40 am

    Estu tu buatan tahun berapa mas ?

    Lha yang film tahun ini ada apa tidak ?

    Teman – temanku juga sekolah di Smanic sie . . .

     
  13. endras sekaringtyas

    Desember 25, 2009 at 5:37 pm

    rasanya sedih ngliat saring dieksploitasi & jd konsumsi publik.apa yg bisa dijual dari saring selain kecacatannya.sekalian aja liput kakek+bapaknya yg juga cebol.kalo mau bantu saring rasanya gak perlu jual kecacatannya.sejak remaja bapak+ibu saring sudah jadi pembantu di rumahku.orang tuaku yg menikahkan mereka.jadi aku kenal saring dari kecil.mereka numpang tinggal di salah satu tanah milik ortuku.setelah ortu meninggal aku yg kasih tanah cuma2 untuk ditinggali & dimiliki keluarga saring tanpa pernah aku melihat atau mentertawakan kekurangan mereka.aku hargai mereka sama seperti aku hargai orang normal lainnya.pada kasus saring aku gak merasakan ada kebanggaan atau prestasi selain eksploitasi fisik.mohon lebih kreatif tanpa harus menjual aib seseorang.salam untuk saring dari mba een,saring sdh dewasa,harus belajar lbh waspada & bijaksana,jangan terlalu lugu,gak semua orang punya niat baik & benar2 tulus bantuin kita.success to smanza cp.(alumnus ’88).

     
  14. rosyadi

    Mei 6, 2011 at 8:25 pm

    aku pernah tinggal dicilacap.
    dan pernah lihat si’penjual abu itu & pernah ngobrol sekali waktu, tepatnya di jl.hr juanda.
    q salut dan bangga dengan beliau, ini mungkin hadiah kecil buatnya, moga semangatnya jadi semangat buat kita semua.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: