RSS

Menulis Skenario dengan CINTA

30 Mei

gabungan.jpglihat foto ? klik aja

Suatu ketika saya bertanya pada Musfar Yasin (penulis skenario film “Nagabonar Jadi 2” dan “Kiamat Sudah Dekat”. Bagaimana Anda menulis skenario dahsyat yang mampu menyapa jiwa penonton?Bung Musfar pun menjawab; “Terpenting dalam menulis skenario adalah mengerjakannya terus-menerus karena kecintaan. Barulah bekal-bekal lain berupa kepekaan melihat sekeliling yang biasanya terlewat dari perhatian orang lain. Wawasan, akan membuat karya kita jadi kaya, orisinal, nggak latah mengulang-ulang yang sudah ada”.Tepat! Saya sepakat dengan jawabannya. Mustahil suatu pekerjaan atau hobi apapun akan berhasil bila tak didasari rasa suka yang mendalam. Dan belajar secara kontinyu itulah yang akan semakin mengasah kemampuan kita. Ditambah banyak referensi dengan cara membaca, melihat, mendengar, dan merasakan.Satu hal yang tak boleh ketinggalan. Bakat! Ya, bakat adalah bagian yang penting. Meski demikian, bakat saja tidaklah cukup, harus ada proses belajar yang terus-menerus agar kita bisa trampil menerapkan teknik dalam penulisan skenario.Bagaimana skenario film yang baik? Seorang penulis skenario film harus memperhatikan penulisan secara filmis, artinya harus memperhatikan cara penuturannya karena film adalah bahasa gambar dan suara. Penulisan secara filmis bertujuan untuk penyajian gambar dinamis dan suara yang merangsang.Menurut penulis skenario kawakan Misbach Yusa Biran, skenario yang baik bila jalan ceritanya dapat dipahami dengan jernih, kreatif dalam menggunakan bahasa film, bagus tangga dramatiknya, dan mudah disimpulkan isi cerita yang dikandungnya. Penulis yang telah memasuki usia 73 tahun ini berhasil menciptakan puluhan skenario berkualitas antara lain skenario film “Fatahillah” dan sinetron “Jalan Lain ke Sana”.Untuk menciptakan sebuah skenario film, pertama tentu berangkat dari ide, entah untuk film fiksi, dokumenter, maupun jenis film lainnya. Ada pula skenario yang berangkat dari cerpen, novel, bahkan puisi. Sang penulis, agar hasilnya bagus, mengetik naskah seraya membayangkan adegan-adegannya. Seolah merasakan sendiri.Seorang penulis skenario profesional kerap mengajak orang lain yang paham, terutama orang yang hendak bekerjasama dalam pembuatan sebuah film, untuk membicarakan dan mendiskusikan karya sebuah skenario.Skenario film, sinetron maupun drama/teater pada prinsipnya sama. Perbedaan terletak pada masalah teknis saja. Dalam sinetron ada jeda untuk break. Jeda inilah yang perlu diperhatikan. Potongan cerita harus dibuat “nggantung” agar penonton penasaran. Skenario film dan sinetron, terbatasi teknis potongan adegan, terbatasi waktu dan ruang. Ini berbeda dengan skenario drama/teater yang lebih cair dan fleksibel.

Sementara untuk skenario film pendek, karena berdurasi maksimal 30 menit, mengandung unsur; satu napas, satu emosi, satu tekanan, atau satu masalah yang dimunculkan. Selamat mencoba !!!

(* adalah sutradara dan penulis skenario film pendek)

materi ini disampaikan pada “workshop film pendek” SMA Negeri 2 Purbalingga 6-8 April 2007 Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga

 
27 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 30, 2007 in Tak Berkategori

 

27 responses to “Menulis Skenario dengan CINTA

  1. mia winiarti

    Juli 14, 2007 at 2:31 am

    saya senang bisa tahu tentang penulisan skenario, tapi selam saya di yogya saya kesulitan untuk mencari komuniatasfil ini

     
  2. ROMERO G

    Oktober 15, 2007 at 8:26 am

    Salam….
    nama gw aj dah kayak Sutradara terkenal kayak
    G ROMERO yah…..
    he he he
    tapi gue ROMERO G.
    yg senang bergelut dengan dunia kamera.
    tapi yg pgn gw tanya.. gmna caranya njual karya kita yang sudah selesai yah….
    thanks bgt
    GBU

     
  3. erlia

    Oktober 31, 2007 at 7:27 am

    pakah skenario tu butuh kisah nyata?gmn crnya buat skenario yang berbobot?

     
  4. desta

    Desember 19, 2007 at 6:11 am

    tu yang mukul ganas deh
    yang di pukul culun

     
  5. martin

    Desember 19, 2007 at 6:14 am

    tu yang mukul siapa sih?
    yang di pukul kok kaya aku ya?
    mkch wat CLC yg tlh majangin photo2 kita waktu workshop

     
  6. firda simurat

    Maret 3, 2008 at 12:52 pm

    kalau mau ikut exting boleh ga nii kayanya seru juga, trus gw jg tertarik didunia ekting, kalau ada salah satu produser yang tau bakat gw dibidang ekting trus gw ditawarin main film/ sinetro gw mau, tapi saya bakat yang gw punya harus gw genggam dulu,karena gw harus nyari dulu salah satu management dulu, sering kaling gw ikut casting tapi gw slalu ditolak tanpa ada kejelasan yang pasti, maka dari itu gw ingin saran dari yang sudah berpengalama di dunia exting. thanks from all

     
  7. herrygoenpat

    Maret 5, 2008 at 12:32 pm

    Dari waktu ke wwaktu selalu nulis dan nulis skenario.cuman anehnya kok nggak bisa tau cara buat ngejualnya. jadi di waktu waktu selanjutnya jadi males bikin lagi

     
  8. Yos Rahardjo Ks

    April 11, 2008 at 2:51 am

    Menulis skenario TV atau Film itu mengasyikkan apalagi kalau skenario yang kita tulis diproduksi. Pada saat kita menulis skenario TV maka yang ada di benak kita adalah adegan yang ada di layar kaca. Kita harus tahu seluk beluk istilah-istilah teknis. karena skenario yang kita tulis sebagai panduan bagi sutradara,kameramen, dan pemain dan kruw TV untuk suksesnya produksi.Ketika saya masih tinggal di Bali pernah dalam setahun memproduksi 12 sinetron berarti sebulan sekali dan semua ditayangkan di TV Denpasar dan ada yang ditayangkan secara Nasional, Saat itu belum ada TV swasta jadi acara yang saya buat ditonton permirsa TV. Saya mau terus mengasah kemampuan menulis dengan cara membaca dan tentu saja berdiskusi dengan penulis remaja yang kreatif. Salam

     
  9. 1000download

    Juni 1, 2008 at 8:00 am

    Maaf mas, mau ikut promosi web. Ga pa pa ya, abis bikin blog ga ada yang nengok-nengok.🙂 Bagi yang mau mendownload skenario film Hollywood, klik disini. Bagi yang mau mendownload 2000 cerita pendek dari sriticom, klik disini. Terima kasih.🙂

     
  10. Rindu

    Juli 9, 2008 at 5:18 pm

    Saya nyari kurus menulis skenario … tau gak dimana?

     
    • joegievano

      Agustus 1, 2012 at 7:59 am

      coba ke tintascreenplay.com

       
  11. tandatanya

    Desember 16, 2008 at 3:43 pm

    ternyata kendala yang paling banyak selama gw baca baca di forum adalah tidak ada wadah yang mengakomodasi karya temen temen yang mungkin udah nulis, biasanya mereka kebingungan mau diapakan karya mereka. ketika temen temen berinisiatif untuk mengirim secara konfensional seperti mengirim secara langsung, biasanya karya mereka tidaka ada kabar beritanya.
    atau temen temen mungkin ada yang tahu situs yang bisa nerima karya kita? tentunya yang bukan asal nerima gitu aja tapi memberikan masukan atau tanggapan ketika karya kita dianggap kurang berkualitas?
    tanggapan semacam ini yang sebenernya memotifasi kita untuk tetep eksis menulis…..meskipun itu sebuah penolakan..menurut temen temen gimana nih?

     
  12. NANDO DOKE

    Februari 12, 2009 at 4:55 pm

    aku gi mau nulis skenario film,siapa yang mau bantu.
    biar kerja sama ,okeyy

     
  13. jie

    April 11, 2009 at 9:09 am

    mgwa ska nlis ..
    mo bca ksahku ga….

     
    • Aki

      Juni 4, 2009 at 3:32 am

      Mau-mau..!!!
      kisahnya tentang apa ni?
      kirim ke email saya ya! verborgen_verdriet@yahoo.co.id

      atau bisa juga kontak saya di : fictionfreak.multiply.com

      atau ke : kalangkang.deviantart.com

      Saya tunggu loh! ^_^

       
    • deedee

      April 4, 2011 at 4:03 pm

      bs dong kita sharing…….????!!!!!
      aq jg lg garap skenario

       
  14. Aki

    Juni 4, 2009 at 3:21 am

    Saya juga ingin mulai serius menulis. Ada yang mau bantu dan kerja sama?????
    kontak saya via mail : verborgen_verdriet@yahoo.co.id

     
  15. Aki

    Juni 4, 2009 at 3:30 am

    maaf yang tadi salah ketik. email saya yang benar: verborgen_verdriet@yahoo.co.id
    Duh…saking semangatnya jadi salah…=D

     
  16. dodi mawardi

    Agustus 5, 2009 at 11:35 pm

    Buat yang mau kursus menulis skenario, udah ada tuh sekolahnya. Ya semacam tempat kursus, namanya Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia, di Plasa Tendean Lt 3, ph. 33556975.

     
  17. Armadina

    Oktober 10, 2009 at 4:54 pm

    Haloo teman2 semua, saya Dina dari Plot Point sebuah workshop penulisan berbagai macam tulisan mengajak teman2 bergabung ke dalam plot point….
    Berikut adalah sedikit cerita tentang Plot Point…

    Siapa lulusan SMA/kuliah yang tidak bisa menulis?

    Tidak ada.

    Siapa lulusan SMA/kuliah yang bisa menulis tetapi belum tentu bisa mengkaryakan tulisannya?

    Banyak. Terlalu banyak.

    Ini bukan soal kegiatan membosankan dimana kita duduk di meja sambil memandang kosong ke atas kertas putih sambil menggigit bolpen dengan penuh rasa frustasi. Ini juga bukan soal membela mati-matian teori yang mengatakan bahwa elemen visual itu lebih cepat memberikan informasi kepada otak manusia. Bayangkan. Apa jadinya kalau Benjamin Franklin memutuskan untuk menyimpan pembelajarannya soal listrik di dalam kepala? Atau kalau Walt Disney menolak bersahabat dengan kertas dan pena saat merintis mahakarya Disneylandnya? Atau bahkan kalau Thom Yorke merasa lirik lagunya yang selalu dahsyat tidak perlu repot-repot diabadikan dalam bentuk tulisan juga?

    Apa sih susahnya membuat kalimat? Subjek-Predikat-Objek. Selesai. Tidak semudah itu. Dengan apatisnya, semakin banyak generasi yang memandang rendah kepada manusia-manusia post modern negara ini. Manja, serba instan, dangkal, sinis dan gampang menyerah. Membaca buku saja sulit.

    Apakah kita akan diam dan membiarkan citra itu menempel? Ataukah kita akan memutuskan bahwa sudah saatnya untuk berubah?

    Bukan cuma penulis yang butuh kemampuan menulis. Sudah pernah merasakan susahnya bikin skripsi? Atau ditolak sponsor karena ketidakmampuan menyusun proposal pensi? Atau merasa selalu mimpi bahwa suatu hari nanti karyanya akan memenuhi bioskop-bioskop seluruh negeri?

    Profesi apa yang tidak butuh kemampuan menulis? Atau lebih sederhana lagi, profesi apa yang tidak butuh kemampuan mengerti dan menganalisa sebuah tulisan? Bahkan seorang designer pun butuh tahu apakah gambar yang dibuatnya cocok dengan tagline yang diberikan. Masak mau bulat-bulat begitu saja ia telan.

    plotpoint. adalah sebuah wadah pelatihan menulis yang membuka kelas-kelas penulisan dengan jenis yang beragam, untuk melahirkan penulis-penulis yang berkualitas dan mampu benkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Terserah. Apakah dia mau terjun ke industri, atau mau menyimpan tulisan untuk kepuasan pribadi. Pokoknya tanpa tendensi.

    Sasaran peserta plotpoint. adalah siapapun yang tertarik dengan kegiatan menulis dalam berbagai bentuk, skenario film, kritik film, novel, artikel, cerpen, lirik lagu, puisi, bahkan menulis untuk terapi. plotpoint. hadir untuk memfasilitasi para pesertanya dengan menghadirkan para penulis yang handal di bidangnya masing-masing sebagai tenaga pengajar. Salman Aristo (Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku), Eka Kurniawan (Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau), Hagi Hagoromo (Ex Editor in Chief TRAX Magazine & Four Four Two Magazine, Editor in Chief Alif Magazine) dan Raditya Dika (Kambing Jantan, Kambing Jantan The Movie) adalah beberapa di antaranya.

     
  18. Armadina

    Oktober 10, 2009 at 5:03 pm

    Oiya bagi yang berminat silakan kirim e-mail ke goodnightdina@gmail.com atau add facebook Armadina az

     
  19. hotma riduan

    Mei 1, 2010 at 9:24 pm

    saya adlah penulis formula,yang ingin mengirim skenario film,tpi saya tidak tahu harus mengirim kemana,sayangkhan kalau skenario film saya ini terbuang tolong ya kalau ada yang ingin menampung skenario saya ya

     
  20. melynasri.H

    Maret 25, 2011 at 2:49 am

    hhhhaaaaaaaaaa kka.. pengen beljar nulis skenario.. kebetulan di sekolah mel ada ekxszul sinematografi….. ada bahan adkit buat belajar…mel juga sering ngisi mading dengan cerpen/novels..gth…

     
  21. joe

    Juli 1, 2012 at 4:07 pm

    setuju banget, kalo nulis screenplay musti dengan cinta kalo tidak hasilnya akan terasa hambar seperti kebanyakan film kita, karena di tulis sembarangan, tidak jujur dan masih profit oriented mindset. saya ngerti film juga bisnis, tetapi film bukannya refleksi dari kehidupan manusia bukan? kalo cerita itu jelek bagaimana kita bisa mencintai film lokal?

    tintascreenplay.com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: