RSS

Pelajar Desa dan Prestasi Gemilang

Aktifitas Sablon Cukil digemari para pelajar

Aktifitas Sablon Cukil digemari para pelajar

Melihat perkembangan film pendek dikalangan pelajar tentunya menjadi angin segar dalam dunia pendidikan. Karena perkembangan tersebut menuju kearah yang positif. Tak sedikit para pelajar yang memanfaatkan film sebagai media untuk menyuarakan isi hati atau sekedar berbagi tentang sesuatu yang ada di sekitar mereka.

Berbicara tentang film pendek dikalangan pelajar, tentu sempat terlintas dalam pikiran kita semua, benarkah ini semua hanya peran serta dari guru di sekolah saja? Atau ada pihak lain diluar sekolah yang membantu para pelajar mewujudkan idenya menjadi sebuah film yang bisa dinikmati.

Di sebuah daerah kecil di Jawa Tengah, ada sebuah komunitas kecil yang sejak tahun 2004 selalu disibukan dengan persoalan multimedia. Komunitas ini selalu ramai dengan kehiadiran para remaja dari berbagai daerah. Ada yang dari Cilacap, Majenang, Kawunganten, Kampung Laut, Karanggayam, Kebumen, Banjarnegara bahkan Pekalongan. Kehadiran pelajar dari berbagai daerah ini beragam tujuan. Ada yang sekedar datang ingin belajar desain grafis, ada yang melaksanakan program Prakerind (Praktek Kerja Industri), adapula yang sekedar sharing dan bertukar pikiran. Komunitas ini terbuka bagi siapapun yang ingin belajar seputar hal multimedia & film. Namanya komunitas Sangkanparan. Beralamat di jl. Progro No. 66 Kelurahan Donan Cilacap.

Insan Indah Pribadi, bersama istri dan anaknya tinggal disebuah rumah kontrakan yang sederhana. Rumah yang ia kontrak di kelurahan Donan Cilacap itu dijadikan Rumah Belajar bagi para pelajar yang ingin membuat karya dalam bidang multimedia. Setiap hari rumah ini selalu ramai dengan kegiatan para pelajar. Kegiatannya beragam. Mulai dari belajar sastra, teater, desain grafis, seni rupa, fotografi, hingga belajar membuat film. Karena suasana yang terbangun di rumah ini selalu asik dan menyenangkan, maka tak sedikit pula para kreator atau seniman yang ingin berbagi keahlian di Sangkanparan. Contohnya seperti yang terjadi baru-baru ini, Rd. Syarief Hidayat, seorang perupa asal Bandung yang berbagi keilmuan tentang melukis dengan tekhnik monoprint, Bambang Suhartoyo, seorang pelukis 3 Dimensi yang berbagi tentang cara melukis 3 Dimensi, Aditya seorang mahasiswa UGM yang berbagi keahlian tekhnik digital drawing, Dan lain sebagainya. Di rumah ini, para pelajar yang tadinya tidak mengerti apa-apa, atau minim dengan pengetahuan menjadi kaya akan referensi-referensi yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Seperti halnya menggambar dengan tekhnik cukil yang disenangi oleh para pelajar. Hingga agenda sablon kaos dengan tekhnik cukil sering kali dilaksanakan untuk mengisi waktu luang para pelajar yang tinggal di rumah tersebut.

Muslihan Menerima Piala Dewantara dalam Ajang AFI 2015

Muslihan Menerima Piala Dewantara dalam Ajang AFI 2015

Kembali menyoal film. Dari tahun ke tahun, komunitas Sangkanparan ini melahirkan sineas-sineas dari kalangan pelajar. Mereka membuat karya film yang mengangkat realita yang terjadi di sekitar mereka. Dengan pendampingan yang dilakukan oleh para mentor dari sangkanparan, para pelajar berhasil menciptakan karya yang rapi dan layak untuk dipertontonkan kepada masyarakat umum. Dan tak sedikit dari mereka yang mendapat penghargaan atas karya yang mereka buat. Dari tahun ke tahun, pelajar didikan Sangkanparan ini tak pernah absen mengisi ruang-ruang festival yang ada di Tanah Air. Seperti film berjudul KAMPUNG TUDUNG, karya Yuni Etifah pelajar SMKN1 Kebumen. Mengangkat persoalan tentang pengrajin tudung di desa Grujugan Kebumen. Film ini berhasil menyabet penghargaan sebagai FILM DOKUMENTER TERBAIK Kategori Pelajar dalam ajang Festival Film Dokumenter (FFD) di Jogja pada tahun 2013. Pada tahun 2014, pelajar didikan Sangkanparan sempat memborong penghargaan dalam Festival Film Dokumenter Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Film berjudul BESALEN karya Garnida Asri dari SMK Dr. Soetomo Cilacap yang bercerita tentang pande besi, mendapat JUARA 1, Lalu film GULA JAWA KALIPOH karya Fita Fatimatul Kirom SMKN1 Kebumen, bercerita tentang petani gula kelapa di wilayah Kalipoh Kebumen berhasil mendapat Juara 2. Kemudian Film berjudul TETESAN RUPIAH karya Kusmawanti SMK Muhammadiyah Majenang juga berhasil mendapat Juara harapan ke 2 dalam ajang tersebut. Tak berenti sampai disini, di tahun –tahun berikutnya prestasi membanggakan diraih oleh Muslihan pelajar SMKN1 Kebumen, dalam filmnya berjudul JENITRI. Film yang menceritakan kesuksesan petani Jenitri di Wilayah Kaligowong ini mendapat berbagai penghargaan. Juara 2 dalam ajang Documentary Days FEUI Jakarta tahun 2014, serta dalam ajang YOUTH SINEAS AWARD tahun 2015 di Bali film ini berhasil menyabet penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik, Editor terbaik, Sutradara Terbaik serta Sinematografi Terbaik. Kemudian Film Jenitri juga mendapat penghargaan Film Dokumenter Terbaik kategori Pelajar dalam ajang Apresiasi Film Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI di Jogja pada tahun 2015.

BW Purbanegara memberikan Piala kepada Nur, dalam ajang FFD 2015

BW Purbanegara memberikan Piala kepada Nur, dalam ajang FFD 2015

Tak hanya itu, Nur Hidayatul Fitria, seorang pelajar asal desa Cilongkrang yang bersekolah di SMK Muhammadiyah Majenang mengangkat persoalan sosial yang terjadi didesanya. Persoalan itu ia kemas dalam film dokumenter berjudul KORBAN BENDUNG MANGANTI. Film ini juga mendapat apresiasi yang luar biasa, serta berhasil menyabet beberapa penghargaan, seperti Film Terfavorit dalam ajang Youth Sineas Award di Bali tahun 2015, Film Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Dokumenter (FFD) Jogja 2015, Film Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Purbalingga 2015, dan Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Esemka 2015 di Cilacap. Dan masihh banyak lagi film-film karya pelajar yang mendapat penghargaan dalam ajang Festival yang diselenggarakan di Indonesia. Seperti halnya pelajar Kampung Laut yang memfilmkan tentang pengrajin Welit yang sederhana, serta pelajar Kawungantten yang memfilmkan tentang petani Gula Semut.

Melalui prestasi serta penghargaan-penghargaan yang diraih oleh para pelajar tersebut, tak sedikit yang akhirnya mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah. Anak didik Sangkanparan yang akhirnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi antara lain Lia Budi Astuti, yang mendapat beasiswa kuliah di UNS Solo, Ira Cucu Cidar yang mendappat beasiswa di UNNES Semarang, Fita Fatimatul Kirom, yang saat ini berkuliah di IAINU Kebumen, serta Nur Hidayatul Fitria yang dibiayai oleh WALHI untuk berkuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) tahun ini.

Kegiatan para pelajar di Komunitas Sangkanparan diadakan secara sederhana. Dengan memanfaatkan teras rumah dan ruang-ruang yang ada disekitarnya, memakai peralatan seadanya asal masih bisa dipakai untuk berkarya. Para punggawa dari Sangkanparan selalu setia mendampingi para pelajar berkarya. Baik itu berkarya dirumah maupun saat memproduksi film di luar kota.

Para pelajar yang belajar di Sangkanparan sama sekali tidak dipungut biaya, alias gratis. Mereka tinggal di rumah yang sederhana, bersama. Makan dan minum bersama-sama, berkegiatan bersama dan berkarya bersama. Kebersamaan inilah yang seringkali dirindukan oleh para pelajar didikan Sangkanparan.

Ini sekedar catatan yang mungkin bisa menjadi kabar baik serta inspirasi bagi para pelajar di seluruh pelosok negeri untuk tidak berhenti berkarya. Sangkanparan membuktikan dengan aktifitasnya bertahun-tahun turut memberi sumbangsih dalam dunia pendidikan. Meski berada di pelosok desa, namun bisa membuat inovasi daerah dan menjadikan para remaja menjadi berdaya untuk masa depan. Mereka semua yang rata-raa berasal daeri pelosok desa mampu membuktikan, biarpun mereka bersekolah dan hidup di desa namun prestasi yang didapat bisa membanggakan semua orang. Teruslah berkarya, tanpa henti, Untuk Indonesia.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku –https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2016 in Utama

 

Juara Favorit GREAT LOVE AWARD 2016

Suasana DAAI NIGHTGreat Love Award

Suasana DAAI NIGHTGreat Love Award

Gelaran GREAT LOVE AWARD Bertajuk Ketulusan dan Cinta Kasih usai sudah. Puncaknya didapatkanlah 5 nominator yang berhhak mendapatkan penghargaan dalam ajang yang diselenggarakan olehh DAAI TV. Lomba Iklan layanan Masyarakat yang diselenggarakan oleh stasiun televisi swasta di Jakarta ini memang mengusung tema Ketulusan dan Cinta Kasih. Insan Indah Pribadi salah satu pengelola komunitas Sangkanparan turut serta menjadi salah satu nominator dalam acara tersebut. Ini kali ke dua Insan menghadiri acara bergengsi tingkat Nasional yang diselenggarakan di bilangan Pantai Indah Kapuk Jakarta. Pada taun lalu Insan sempat mendapat penghargaan sebagai JUARA ke-3 dalam ajang GREAT LOVE AWARD pada bulan Februari 2015. Kini dirinya berdiri di panggung yang sama untuk menerima penghargaan kembali melalui iklannya yang berjudul Berikan Yang Terbaik. Tapi kali ini iklannya hanya mendapat Juara Favorit. Namun demikian Insan Indahh Pribadi merasa bangga bisa kembali berada di panggung kehormatan Great Love Award 2016. “Pada Awarding Night Great Love Award tahun ini dimeriahkan oleh artis-artis seperti Marcel Siahaan dan Francesca Kao jadi lebih meriah” ungkap Insan yang menikmati pertunjukan konser dengan gratis itu. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2016 in Utama

 

Perayaan Hari Remaja Internasional di Cilacap

13938353_10154349848837660_7204058482726533320_nGerimis pagi itu tidak menyurutkan semangat bagi para remaja Karangtaruna Pisma 83 untuk menjalankan kegiatan yang sudah direncanakan. Jumat 12 Agustus bertepatan dengan Hari Remaja Internasional, bertempat di jl Pisang no.25 Cilacap, mereka menggelar berbagai kegiatan. Sejak pagi hingga siang hari diadakan Donor Darah, bekerjasama dengan mobil Donor Darah PMI Kabupaten Cilacap. Budhi Kuncoro selaku ketua panitia awalnya pesimis banyak yang ikut donor darah. Karena, pagi itu hujanpun datang tak kunjung reda. Namun diluar dugaan, antusias masyarakat kelurahan Tambakreja ternyata luar biasa. Dalam waktu 2 jam saja sudah terkumpul 30 pendonor yang positif bisa mendonorkan darahnya. Selain kegiatan donor darah, dihalaman rumah juga diadakan aktifitas kreatif Sablon Cukil karya remaja didikan Sangkanparan. Banyak warga sekitar yang datang membawa kaos polos atau yang masih kosong pada bagian belakang/depanya untuk di sablon cukilan karya remaja didikan Sangkanparan.  Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 13, 2016 in Utama

 

Share Skill “Digital Drawing” ala Along

Along sedang berbagi di TBM Sangkanparan

Along sedang berbagi di TBM Sangkanparan

Rabu, 10 Agustus 2016 Rumah Belajar Sangkanparan kembali diramaikan dengan kegiatan SHARE SKILL. Kali ini ada Aditya Wahyudin, pria asal Menganti Cilacap yang menempuh pendidikan S1 jurusan Desain Interior di UNS Solo. Ia berbagi tentang tekhnik menggambar digital atau dalam bahasa kerenya DIGITAL DRAWING. Ada beberapa software yang bisa dijadikan acuan untuk menggambar digital. Salah satunya yaitu Photoshop. Selain itu ada juga software-software pendukung seperti Clip Studio Paint, Corel Painter, Manga Studio FX , Paint Tool SAI, dll. Aditya Wahyudin sendiri menyatakan dirinya sering mengolah gambar pada software Photoshop. Justru awalnya ia tidak mengerti kalau ternyata Photoshop bisa dipakai untuk menggambar. “Saya malah baru tahu ketika SMK kelas 2, kalau Photosop ternyata bisa untuk menggambar juga.” Demikian ungkap Aditya yang akrab dipanggil Along oleh teman-temanya. Dirinya lalu bercerita tentang cara ia menggunakan software-software tersebut, hingga akhirnya ia bisa menciptakan puluhan gambar kartun hasil olahan tanganya. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 11, 2016 in Utama

 

SHARE SKILL, Tekhnik Melukis 3 Dimensi

para pelajar berpose diatas lukisan 3 Dimensi

para pelajar berpose diatas lukisan 3 Dimensi

Lukisan 3 Dimensi, merupakan sebuah lukisan yang memiliki ruang. Jadi ketika lukisan tersebut disajikan, maka lukisan terseut terkesan memiliki ruang. Seperti halnya botol yang terlihat berdiri seperti aslinya, atau gambar jalan berlubang yang tampak seperti lubang betulan.

Rabu, 27 Juli 2016 tepatnya di pelataran Rumah Belajar Sangkanparan, seorang perupa bernama Bambang Suhartoyo atau yang lebih akrab dipanggil Basuto ini berbagi keilmuan tentang tekhnik melukis 3 dimensi. Perupa yang sudah 2x melakukan pameran lukisan 3 Dimensi ini kini hadir di Sangkanparan dan memberikan materi kepada sedikitnya 21 pelajar pagi itu. Pelajar yang berasal dari SMKN1 Cilacap, SMKN1 Karanggayam, SMKN1 kebumen dan SMK Muhammadiyah Majenang terlibat praktek langsung membuat lukisan 3 dimensi. Awalnya mereka diminta membuat sketsa untuk latihan di sebuahh kertas, lalu kemudian bersama-sama melukis di lantai pelataran RUmah Belajar Sangkanparan.

Kegiatan SHARE SKILL pada hari ini memang disajikan untuk pelajar yang tengah mengikuti prakerin di Sangkanparan. Insan Indah Pribadi selaku pengelola Sangkanparan seringkali mengundang rekan-rekanya untuk berbagi keilmuan di rumahnya, seperti beberapa waktu lalu ia sempat mengundang seorang perupa untuk berbagi tentang tekhnik cetak monoprint, kini giliran Bambang Suhartoyo yang diundang untuk berbagi tentang lukisan 3 Dimensi. “Kegiatan seperti ini akan selalu ada di Rumah belajar Sangkanparan. Dan siapapun boleh untuk berbagi disini.” Ungkap pria yang menjadikan rumah kontrakannya di jalan Progo sebagai rumah Belajar Multimedia bagi puluhan pelajar dari berbagai daerah. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2016 in Utama

 

SHARE SKILL Tekhnik Cetak Monoprint

IMG_20160719_095110Selasa, 19 Juli 2016 Rumah Belajar Sangkanparan yang bertempat di jl Progo No. 66 Cilacap sudah diramaikan sedikitnya 21 pelajar dari SMK N1 Cilacap, SMKN1 Kebumen, SMKN1 karanggayam dan SMK Muhammadiyah Majenang. Mereka memperhatikan Syarief Hidayat atau yang lebih dikenal dengan nama beken Kikip Jago ini saat memberikan materi “Melukis dengan tekhnik cetak Monoprint”. Kegiatan Share Skill yang dilakukan di teras rumah belajar Sangkanparan ini merupakan kegiatan berbagi bersama. Kang Kikip Jago adalah seorang perupa asal Bandung. Dirinya bersama karya-karyanya telah mengisi berbagai pameran di berbagai ajang Seni Rupa di Indonesia. Sudah 4 tahun ini dirinya tinggal di Cilacap.

Pertumbuhan Seni Grafis dikalangan remaja yang membuatnya menjadi tertarik untuk berbagi di Sangkanparan. Ya hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi para pelajar, karena mereka mendapat satu lagi ilmu Seni Grafis yaitu melukis dengan tekhnik monoprint. Dalam perkembangannya seni grafis monoprint adalah seni grafis yang cenderung menampilkan gambar-gambar yang ekspresif. Sehingga semakin bebas pikiran itu berkembang, karya yang dihasilkan semakin memiliki karakter kuat.

Kang Kikip merasa bahagia, bisa berbagi bersama dalam kegiatan Share Skill di sangkanparan. “Bagi saya ini sebuah kebahagiaan tersendiri, bisa berbagi keilmuan dengan anak-anak muda di Sangkanparan. Yang terpenting, apa yang saya bagikan bisa beruna untuk anak-anak muda. “ ungkapnya sembarri mempraktekan melukis di kaca didepan puluhan pelajar di Sangkanparan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 22, 2016 in Utama

 

SABLON CUKIL ALA PELAJAR SANGKANPARAN

IMG_20160715_084646Lebaran usai sudah, aktifitas rutin mulai dijalankan seperti biasa. Begitu juga di Rumah Belajar Sangkanparan CIlacap. Sedikitnya 15 pelajar yang berasal dari SMKN1 Cilacap, SMKN1 Karanggayam dan SMKN1 Kebumen ini melaksanakan prakerin di Sangkanparan Cilacap. Di pertengahan Bulan Juli ini mereka terlihat asik menuangkan idenya pada sebuah papan / hardboard. Mereka menggambar beberapa poster yang berisi ajakan untuk melakukan sesuatu. Nantinya gambar tersebut akan di cukil menggunakan alat pahat. Lalu setelah itu papan yang sudah dicukil tadi di roll dengan catt sablon, lalu hasil gambarnya diterapkan pada kaos polos. Ya kegiatan seperti ini sering disebut Sablon Cukil atau dalam bahasa kerenya Hardboard Cut Printing.

Teknik Mencukil ini merupakan Seni grafis tertua. Dahulu digunakan oleh para seniman untuk menyuarakan isi hati. Seperti upaya-upaya penyelamatan lingkungan, keadilan social, dan lain-lain. Sehingga tak heran jika hasil karya seni grafis cukil ini cenderung berbentuk poster-poster propaganda. Insan Indah Pribadi selaku pengelola Sangkanparan sengaja menerapkan kegiatan ini pada para pelajar di Sangkanparan, agar mereka bisa menyuarakan isi hati mereka terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka. Hasilnya, banyak pelajar yang menyuarakan keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan, korupsi yang merajalela, serta persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.  “Saya membebaskan mereka mengkritisi persoalan sosial yang ada di sekitar mereka. Salah satunya melalui karya cukil ini. Ini salah satu bentuk kampanye social agar masyarakat bisa melakukan sesuatu yang lebih baik”. Ungkapnya. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2016 in Utama