RSS

Pelajar Pekalongan Belajar Sablon Cukil

Ditulis oleh : Irva Febriani

suasana di teras sangkanparan

Sablon cukil adalah suatu proses pembuatan gambar atau hiasan pada papan kayu dengan cara mengukir kayu tersebut dengan pahat, bagian yang tidak dicukil akan tetap sejajar dengan permukaan aslinya, hasilnya akan terlihat hitam atau sesuai dengan warna tinta yang dipakai. Teknik cukil sendiri bisa digunakan pada desain kaos, salah satu contohnya pada kegiatan kita kali ini,Rabu 12 april 2017 kita pelajar SMK N 2 Pekalongan membuat karya seni rupa cukil untuk desain kaos di TBM Sangkanparan yang kita awali dengan menggambar diatas papan kayu. Karena baru pertama kali kita membuat sablon cukil ini, jadi gambarannya pun masih terlihat kaku dan hasilnya pun terkesan unyu. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2017 in Utama

 

(Lagi) Anak didik Sangkanparan Raih Dokumenter Terbaik

Dewi Menerima Penghargaan di MafiFest (15/4)

Komunitas Sangkanparan sebagai wadah kreatif para pelajar di wilayah Cilacap dan Jawa Tengah ini selalu lahirkan sineas berprestasi dari kalangan pelajar. Hampir tiap tahun karya-karya pelajar didikan komunitas Sangkanparan ini mewarnai berbagai ajang Festival Film di Indonesia dan tak sedikit pula yang mendapat penghargaan dalam ajang Festival Film yang diselenggarakan di Indonesia. Bahkan beberapa diantara mereka adapula yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Film Dokumenter berjudul URUT SEWU BERCERITA kembali raih penghargaan. Setelah sebelumnya mendapat penghaargaan sebagai Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2016 kini film tersebut diganjar sebagai film Dokumenter Terbaik pada perhelatan Awarding Night 15 April 2017 dalam ajang MALANG FILM FESTIVAL (Mafi Fest). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di Universitas Muhammadiyah Malang ini memberikan penghargaan kepada para sineas dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ada 4 peraih penghargaan dalam kegiatan Mafi Fest pada tahun ini. Diantaranya adalah : Film dengan judul “Sedeng Sang” karya Mohammad Reza Fahriansyah raih penghargaan Film Fiksi Terbaik kategori Mahasiswa, film berjudul”Uncle S” karya Panca Rafel & Bayu Prabowo raih penghargaan Film Fiksi Terbaik kategori pelajar. Kemudian film berjudul “Immadudin” karya Amanda Paramitha raih penghargaan Dokumenter Terbaik kategori mahasiswa, serta film berjudul “Urut Sewu Bercerita” karya Dewi Nur Aeni dari SMKN1 Kebumen raih penghargaan Dokumenter Terbaik kategori pelajar. Ada 2 film Dokumenter karya pelajar Kebumen yang turut meramaikan gelaran Mafi Fest tahun ini. Selain film Urut Sewu Bercerita, ada juga film berjudul Kethek karya Agustina Nurtika, yang masuk sebagai nominator dalam event Mafi Fest ini. Film ini menceritakan tentang pembuat makanan tradisional di Kebumen. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 16, 2017 in Utama

 

Film Pelajar Majenang mendapat apresiasi di Kampus ISI Jogja

Defi Hikmawati dalam suasana Diskusi Kamisan di ISI Joga

Malam itu, Kamis 13 April 2017, sedikitnya 50 orang memadati ruang Audio Visual Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Malam itu tengah diadakan kegiatan bertajuk KAMIS SINEMA. Kegiatan reguler tersebut kali ini menghadirkan 4 film dokumenter. Diantaranya adalah Film berjudul Kerabat karya Wisnu Kusuma dari Kelompok Cerita Rumah Merah, film berjudul Jembatan Sibuk karya David Darmadi produksi Daily Room, Ingatan Visual, lalu film berjudul Petani terakhir karya Dwitra J Ariana produksi workshop Denpasar Film Festival, kemudian film berjudul ARANG BATHOK karya Defi Hikmawati, pelajar SMK Muhammadiyah Majenang. Ke 4 film tersebut diputar dalam acara bertajuk Kamis Sinema yang mengambil tema Menengok FFD.

Dalam kesempatan kali ini, Defi Hikmawati bersama krunya hadir dalam sesi pemutaran tersebut. Kehadiran Defi dan teman-temanya mendapatkan support dari sekolah. Sekolah memberikan support transportasi dan akomodasi, sementara pendampingan pelajar sampai di lokasi tersebut didampingi oleh Tofik Suseno dari Sangkanparan Cilacap. Defi Hikmawati yang berstatus pelajar SMK Muhammadiyah Majenang ini tentu saja mengundang decak kagum para penonton yang hadir pada malam itu. Ya pelajar yang memfilmkan kisah petani Arang Bathok ini mendapat kesempatan mempresentasikan dan mendiskusikan filmnya dihadapan para mahasiswa di Jogja. Meski sedikit grogi, namun Defi mampu menjawab dengan baik beberapa pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa yang hadir pada malam itu. “Saya sedikit grogi, karena ini pengalaman pertama saya berbicara didepan mahasiswa-mahasiswa. Apalagi pertanyaannya kritis-kritis. Mulai dari mempertanyakan dampak lingkungan, kebutuhan ekonomi, sampai kepedulian pemerintah daerah.” Ungkap gadis cantik yang tinggal di kecamatan Kedungreja kabupaten Cilacap ini. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 14, 2017 in Utama

 

Catatan Produksi Dokumenter (Rencana Pembangunan Bendungan Matenggeng)

Suasana produksi dokumenter SMK Muhammadiyah Majenang

Setelah selesai menggarap film dokumenter tentang  “Pembuatan Coet”  pelajar SMK Muhamadiyah majenang melanjutkan film ke-3 yang menceritakan tentang rencana pembangunan bendungan matenggeng. Film yang disutradarai oleh Riska Rahmayati mulai diproduksi pada hari rabu 5 april 2017.

Aktifitas diawali dengan mengambil sunrise dan suasana pasar didaerah tambak sari.Dilanjutkan menyusuri jalan ke lokasi rencana pembangunan bendung. Kami harus menyusuri jalan berliku, menuruni bukit sejauh 3 km yang ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit.

Pak Tabirin menjelaskan “Rencana pembangunan bendungan  Matenggeng ini, akan menenggelamkan 14 desa salah satunya Desa Matenggeng. Rencana pembangunan bendungan ini sudah disetujui oleh sebgian besar masyarakat desa, termasuk juga Desa Bingkeng yang terkena rendaman terluas”. Ujar Pak Tabirin selaku Kades Matenggeng.

Pak Tabirin juga menunjukan denah perencanaan pembangunan bendungan matenggeng. Setelah selesai berbincang dengan pak Tabirin, pak Arsim dan Pak Lili selaku perangkat desa yang mengetahui perencanaan tersebut, kami memutuskan untuk kembali ke basecamp untuk istirahat sejenak. Perjalanan kali ini begitu menguras tenaga, karena kami harus kembali berjalan kaki menaiki bukit sejauh 3 km. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 7, 2017 in BERITA TERBARU

 

Catatan Produksi Dokumenter (Pembuat Coet)

Ditulis oleh : Irva Febriani pelajar SMKN2 Pekalongan

Suasana produksi dokumenter pelajar Majenang

Selasa, 4 April 2017 setelah selesai memproduksi film tentang penggali pasir di Desa Cikaronjo, pelajar SMK Muhammadiyah Majenang melanjutkan agendanya yaitu mengarap film kedua tentang pembuatan coet yang disutradarai oleh Reza Khoirul Azizy.

Aktifitas diawali dengan mengambil gambar kegiatan Pak Wartoyo salah seorang pengusaha coet yang sedang melepaskan coet dari cetakan dan diselingi dengan pengambilan gambar serpihan coet. “Kisah tentang para pembuat coet ini berawal dari masyarakat Banyumas yang membawa coet ke Desa Bantar Dusun Kedung Loa pada tahun 1987. Dan sampai sekarangpun warga desa masih menggeluti usaha membuat coet karena sangat membantu perekonomiannya. “ Ujar Pak Wartoyo. Indahnya curug Di Desa Bantar menggugah jiwa kami untuk sekedar melepas penat. Setelah hampir semua basah kuyub sekitar pukul 09.30 kami segera kembali ke basecamp untuk sarapan.

Pukul 10.00 kami melanjutkan produksi menuju ke Dusun Pasireja untuk melakukan wawan cara terhadap Pak Dzulkarim, seorang pembuat coet yang kini tangannya sudah tidak mampu untuk membuat coet karena terlalu sering terkena serpihan coet. Setelah itu kami pindah lokasi ke rumah pak Wasiman yang rumahnya tidak jauh dari pak Dzulkarim. Di tempat pak Wasiman kami melakukan wawancara dan  pengambilan gambar terhadap batu bata yang dibuat dari serpihan coet. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 5, 2017 in BERITA TERBARU

 

Catatan Produksi Dokumenter (PENGGALI PASIR CITANDUY)

Ditulis oleh : Irva Febriani pelajar SMKN2 Pekalongan)

suasana produksi dokumenter pelajar majenang (3/4)

Minggu, 2 April 2017 pelajar SMK Muhammadiyah Majenang memulai produksi film dokumenter yang dibantu oleh pelajar SMK N 2 Pekalongan dan pelajar SMK Dr. Soetomo Cilacap. Ada 3 film yang akan digarap. Film pertama menceritakan tentang penggalian pasir di sungai Citanduy. Film ini disutradarai oleh Dwi  Novitasari pelaja SMK Muhammadiyah Majenang. Aktifitas diawali dengan briefing dan diteruskan mengambil suasana sore hari disungai citanduy.

Sungai Citanduy yang terletak di Desa Cikoronjo menjadi sumber pencaharian warga sekitar, karena sungai Citanduy mengandung pasir yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, selain itu mengambil pasir disungai ini juga dapat menjaga sungai agar tetap mengalir normal. “Ujar Pak Rasiman yang merupakan salah satu narasumber. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2017 in BERITA TERBARU, INFORMASI

 

Catatan Produksi Dokumenter Pelajar Banjarnegara (PEMBUAT KERANJANG DAWET)

Ditulis oleh : Riska – pelajar SMK Muhammadiyah Majenang

suasana produksi Dokumenter pelajar Banjarnegara

Kamis 23 Maret 2017, Usai sudah produksi film tentang Pemandu Lagu/LC di Serayu Park Banjarnegara. Selanjutnya di teruskan dengan Hari terakhir produksi film dokumenter pelajar Banjarnegara .film yang disutradarai oleh Fajri Ramadhani Nur Magfiroh pelajar asal  SMK Darunnajah Banjarnegara mengupas kisah tentang pembuat keranjang dawet di Banjarnegara.

Masih berpijak  di bawah langit yang sama. Di pagi yang sedikit suntuk  dibuka dengan berdoa bersama sebelum melakukan perjalanan oleh Divisi Spiritual pelajar asal SMK N1 Gombong yaitu Yuni Tulastriningsih. Suasana sunyi menemani perjalanan kami selama di mobil sekitar pukul 07.20 WIB. Tiba di lokasi pertama yaitu Rumah Bapak Nardi di desa Rajasa sekitar pukul 07.30 WIB. Kamera sudah disiapkan. Para pelajar asal SMK Darunnajah Banjarnegara, SMK Muhammadiyah Majenang, SMK N1 Gombong dan SMK Dr.Sutomo Cilacap mulai merekam cara pembuatan keranjang dawet sekitar pukul 07.41 WIB. Gambar wayang Semar mulai diukir di atas kayu, kemudian  di tebali dengan spidol oleh pengrajin  lalu di cat agar lebih indah.  Usai merekam aktifitas Pak Nardi membuat keranjang dawet, para tim mulai mewawancarai pak Nardi.

Pak Nardi lahir sekitar tahun 1960. Usaha berjualan keranjang dawet  dimulai ketika dirinya berusia sekitar 26 tahun. Dirinya meneruskan usaha keturunan ketiga setelah  almarhum Ayahnya wafat. Krisis ekonomi sekitar tahun 1998 membuat banyak pesaing yang bermunculan. Istilah pemesanan dulu disebut dengan Getuk Tulen ialah pembeli langsung  bercabang melalui info lisan dan  membeli langsung datang ke rumah. Pembeli yang paling jauh berasal dari Kalimantan dan Sumatra penjualan juga sampai ke Negara Hongkong. kualitas terbaik keranjang dawet berasal dari kayu manhoni  dijual dengan kurang lebih Rp. 850 K per satu pasang keranjang dawet dengan wayangnya  dan yang murah berasal dari pohon albi di jual seharga Rp. 600 K per pasang, kini usaha keranjang dawet juga di jual online mengikuti perkembangan zaman. Pembeli online terjauh berasal dari lampung dan Medan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 24, 2017 in BERITA TERBARU, INFORMASI