Film perjuangan “Bagus” lah …., kalo semisal senapan diganti ama “debog” pisang … oi lebih bagus lagi n layak jual banget misal ditampilin diluar negeri. Coba lebih diklasikin lagi san … jadi ga begitu keliatan modern walaupun kategoinya masih masuk ke film pendidikan …. Hidup perfilman Cilacap
San, wis maen koh bloge. Ngko bocahan CeeLCe tek latih dolanan internetan disit ben pada ngerti, nembe inyong tek sinau meng rika kabeh gawe blog nggo CeeLCe.
Tuli lucu mbokan, nek CeeLCe nduwe blog ning ora teyeng mbukak. Dudu merga salah bocahan, ning salaeh bupatine, terlalu pede. Jere Purbalingga wis maju, anu warnet bae ketinggalan jaman, ngisin-isini mbokan?!
Paling nek esih kurang ya kuwe, kotrete Oki karo Virgin, mageh de tampilna, karo nggo tamba ngantuk kiye inyong gele ngrampungna pegawean neng njrakata tuli dengat-dengut koh…
Dari tak ada menjadi ada
air mengalir
udara bergerak
matahari menyengat
alat-alat berarus listrik merenda medan-medan magnet
warna demi warna merenda kata-kata
peradaban demi peradaban melaju dengan kencang
kamera dalam genggaman tangan
siap menerakan pada sepenggah kisah
berikan makna pada kehidupan
Di mana Sang Hidup tak pernah membunuh
Dan Sang Hidup tak kan pernah mati.
Be di UMP 13 mei 2007 ada workshop pembuatan blog pembicaranya bayu leksono CLC emangnya ada yang namanya bayu leksono????????
Yang aku tau di CLC BOWO LEKSONO
Salam,
Terima kasih banyak. Sangkanparan tidak hanya membantu setiap kerja Tjlatjapan Poetry Forum. Lebih dari itu : mendorong dialog antara sastra dan film. Dengan ini, saya merasa ke depan Cilacap di gelanggang kebudayaan akan lebih diperhitungkan sepanjang seniman tetap berpegang pada komitmennya : membangun Cilacap dengan ketajaman intuisi seniman.
Viva Artistica!
Duh, kapan ada baca puisi lagi. Aku baca di ulasan Koran Sindo tentang Tjilacapan Forum yang bikin kegiatan Kebun Serayu. Minta alamatnya dong sama nomor teleponnya Tjilacap Forum.
Sekalian minta alamatnya Mas Nanang Anna Noor dong……..hiii pemain sinetron kok masih maunye baca puisi. Itu orang gila yang suka bikin gger di Yogyga. Aku kangen.Tolong ya masssssss
Makacih
MORI REGITA..untuk alamat Tjlatjapan Poetry Forum ada di bawah artikel kok..COBA deh baca sampai selesai. THANKS ya ..tar kalo ada agenda SASTRA lagi kami kabari..OKS (Bagus-operator)
SaLam buat PaK Guru.
Boleh doNg aku jaDi aktoR film dokuMenternya SANGKANPARAN…!
GUe Ganteng kok, SUEERRRR………. pokoKnya bisa di prospek deh.
oH ya, akU pIngin lihaT filM yang AKtornya SUGEng, kook Mas Insan MiriP SUgeng sihHH…….??
Design Webnya di ganti dong.
JAYALAH SANGKANPARAN.
Hi..
Salam Kenal..
Saya sebagai marketing, kepada reken-rekan yang bergerak dibidang Production House (PH), yang ingin menjadikan rumah mewah dengan lokasi di Puri Cenere sebagai tempat pebuatan Iklan dan shooting senetron.
Sebelum finishing rumah kami, beberapa perusahan pembuatan film ternama berkeinginan shooting film cerita di lokasi kami.
Saat ini kami siap menjadi mitra rekan-rekan Production House untuk mengunakan lokasi shooting karya-karyanya.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Amal Liga di nomor
0811962803 atau 085281171774
Saya merupakan mahasiswa S2 sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang.
Saya ingin menanyakan dan meminta informasi, Apakah ada film / cerita multimedia yang dapat dikenakan (digunakan) pada anak usia SD kelas 4-5. Bila ada mohon dapat dikirim informasi mengenai hal tersebut ke alamat email saya….
aku suka banget deh karya2nya oya kau pengen banget bergabung didunia film..aku pengen tahu gmn komentar kamu tentang skenarioku tlong dilbles di atun-gels@plasa.com ya
Kawan2 SMA bisa mengadakan workshop untuk satu dan atau beberapa bidang film. Misalnya penulisan skenario, tata kamera, penyutradaraa, editing, dll yang terkait dengan produksi film.
Atau bisa juga workshop secara menyeluruh, tak hanya seputar produksi film, namun juga masalah programming, eksebisi dan distribusi karya.
Kawan2 di Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) mudah2an bisa memberi materi.
Termasuk materi tambahan untuk pelajaran PPKN. Hehehehe…
Ehhh Cilacapkan punya TVE tempatnya di SMKN 1 Cilacap kenapa ga gabung aja kesitu nanti filmnyakan bisa diputar nantikan masyarakat tahu bahwa filmnya hasil karya SMAN 1 Cilacap.
TVE kan TV pendidikan .
heyyyy…………………..??!! what a suprise??! congratulations for u! i love people like you babe………! you r such as creatif people. good! defently it! i mean, keep do that babe! and of course u must be make it more better everyday. more,more n more………….! feel like want to joint with u as an actress on ur next film! he,he….. i missin how to play my act! uhh…………i missin cilacap, i missin jogja………i missin java…………….hiks,hiks….anyway, if u have a good chance please take d film in Bali! oh yeah,ur web is good too. but make it more life! like something blink,blink…..or move in ur web. hey,dewi,insan, please contact me by email. miss u all! mwah,mwah,mwah……! tc n Gbu.
Salah satu syarat Film terbaik adalah film yang didalamnya ada pesan moral yang ingin disampaikan.
Dalam setiap FFI sebaiknya untuk nominasi film terbaik dipilih film yg selalu ada hal baru didalamnya. Contoh :film tentang asmara menjadi salah satu nominasi, tetapi jika sudah pernah terpilih film seperti itu, dan tidak ada didalamnya hal baru yg ingin disampaikan sebaiknya jangan dipilih jadi film terbaik, kecuali nominasi yg lain juga tidak ada hal baru yg ingin disampaikan, mungkin film itu bisa dipilih, misalnya karena film tersebut mendapat piala citra paling banyak dari kategoriyg lain,misalnya aktor terbaik,cinematograpi terbaik,artistik terbaik, visual efek terbaik,busana terbaik,penata musik terbaik, skenario terbaik, sutradara terbaik,aktris pembantu terbaik
Bayangkan, kita akan ditertawai seluruh dunia jika film ” Eiffel, I’m in Love” jadi film terbaik FFI. Saya akui, banyak film/sinetron Indonesia yang hanya untuk ajang jual tampang para artis baru, yg penting bisa top.
ternyata oh ternyata insan yg kukenal dibalik pribadinya yg humoris, dia adalah seorang sosok tokoh yang penting didalam dunia perfilm’an tho, salut n’ gokill abiz lah ditengah-tengah maraknya perfilm’an di Indonesia skrg masih ada yg peduli about aritistiknya dari sebuah film indonesia yang memberi peluang untuk di lirik go International..ya gak?
Boss, thankyou for your such a great help. Means so much. Bezok bantuin lagee yacs…
CLC juga kompakan muter film di kampungnya Om Boleks koh… Kan saksi mata jadi semakin sedikit
mas iNsan fAndi pelit bangetttt
geh….. jajal!!! qu nganah arep ngenet gratis mlah di urak bali alesane ora ulih nang wong tuwane truz njaluk duit go ngenet ora nguwehi amarga alesane akeh bgt… akhire aqu kro fajar golet utangan……
smoga amal kebaikan kami tdk pernah diusir pulang …..
kebangeten mbok….
Makasih banget buat masukannya ke AFF. We’ll be more concern about it. Yach..kami berharap untuk koreksinya demi kemajuan bersama.
Tanpamu..apa artinya.. he..he..he…
Btw, tanggal 1 Sept besok AFF mohon bantuannya lagi, kawan…
aku kenal sama kang insan and mba dewi, gara-gara jadi panitia tausiah and dzikir akbar bersama opick di kroya 28 juli 2007. Waduh orangnya baek bangeeeettt dech mereka berduaaaa……maaf banget yach, teman2 panitia banyak salah and khilaf heh3x…selamat menunaikan ibadah puasa aja mudah2an barokah amieenn….
Aku doakan, Semoga SANGKANPARAN Tetap jaya!!semakin maju dan maju!!salut dech, ama kepedulian kru sangkan paran terhadap acara-acara sosial-religi…makasih banyak atas sumbangsihnya dalam kegiatan TAUSIAH & DZIKIR AKBAR kemaren, moga esok kita bisa bekejasama lagi amieenn…….semoga jadi tabungan amal ibadah kang insan, mba dewi beserta kru-nya…
deneng ora diisi mas wis tak perlok-perlokna koh malah tutup.sekali-sekali tulisanku dimuat[emang koran he..he..] bukankah blog njenengan ajang komunikasi sineas dadi bukak brahhhh sing amba ya ben marem oce…. jaya kreativitas anak bangsa! saatnya bangga dengan film bikinan kita! matur nuwun kang
Saya usul agar Panitia FFI tetap memilih film dari Masyarakat Film Indonesia (MFI)yang katanya tidak mau ikutan FFI. Alasan adalah sebagai bukti bahwa panitia FFI adalah orang yang demokratis.Bukankah MFI juga tetap mendukung kegiatan FFI. Saya juga mendukung kalau FFI diadakan juga di daerah-daerah lain, bukan hanya Jakarta, karena Indonesia bukanlah hanya Jakarta.
Karena akan rancu jadinya, jika dalam ajang Internasional seperti Golden Globe atau Academy Award film Indonesia terdapat 2 versi, versi FFI dan MFI misalnya.
Saya sendiri heran, kenapa orang-orang yang mengatasnamakan dirinya MFI melakukan protes terhadap Film Ekskul setelah FFI 2006 digelar, bukan sebelum FFI 2006 digelar. Bukankah pihak film Ekskul sudah membayar royalti musik yang dimaksud dan menerima pembatalan filmnya sebagai film terbaik FFI 2006?
Dunia luar tentunya bisa menertawai kita soal ini, dan bisa dianggap sebagai bentuk ketidaksportifan orang yang tidak mau menerima kekalahan. Kalau jiwa insan perfilman kita seperti ini, entah kapan film Indonesia maju?
Dalam setiap pertandingan kalah atau menang adalah hal yang biasa. Hal ini harus ada dalam setiap jiwa insan perfilman kita.
Kalau para sineas-sineas dalam MFI memang mau memajukan dunia akting Indonesia, mereka harus melakukan protes terhadap banyaknya sinetron Indonesia di televisi yang jiplakan dan tidak mendidik, termasuk yang spesial efeknya jelek, dan kebanyakan hanya jual tampang para pemainnya.
Sebenarnya saat ini, film Indonesia sudah mulai maju lagi, setelah beberapa tahun yang lalu sempat mandek.
Jangan sampai kisruh ini adalah permainan orang-orang yang tidak ingin film Indonesia maju.
Film yang layak dikatakan film Indonesia adalah :
1. Judulnya memakai bahasa Indonesia. Sangat disayangkan beberapa film Indonesia memakai judul berbahasa Inggris. Lebih baik kalau judulnya memakai bahasa daerah, daripada bahasa Inggris atau negara lain.
2. Semua krunya adalah orang Indonesia, mulai dari Produser, Sutradara, Penulis Skenario, Pemain, Editor, dan lainnya adalah orang Indonesia Asli ( Lahir di Indonesia dan berdarah Indonesia)
Bagus kalau sinetron-sinetron jelek di televisi diganti dengan pemutaran film-film bermutu, peraih Piala Oscar atau Citra. Karena itu dapat menambah pengetahuan orang yang berminat di perfilman, utamanya generasi muda yang ingin menonton film kelas-kelas Oscar atau Citra, yang susah didapat(VCD,DVD,rol filmnya dan lain-lain) terutama di daerah-daerah.
Cobalah putar film:
1. Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa
2. Nagabonar
3. Langitku Rumahku
4. Marsinah : Cry Justice
5. Schindler’s List
6. On the Waterfront
7. Senyum Di Pagi Bulan Desember
8. Kembang Kertas
9. Unforgiven
10. Soerabaia ‘45
11. Gandhi
12. West Side Story
13. The Deer Hunter
dan lain-lain
untuk Panitia FFI :
1.Sebaiknya FFI diadakan bulan Januari, jadi Film yang dirilis bulan Desember tahun sebelumnya tetap bisa ikut festival.Artinya Film buatan tahun sebelumnya bisa dinilai semua. Contoh seperti di ajang Piala Oscar. Misalnya suatu film dirilis tanggal 17 Desember 2007, sedangkan pengumuman nominasi tanggal 2 Desember 2007. Akhirnya film tersebut tidak bisa ikutan FFI 2007, meskipun dia buatan tahun 2007.
2. Jika sudah ada film sebaiknya langsung dinilai, jangan dikumpul semua dulu baru dinilai, biar juri tidak repot. Misalnya film yang telah rilis bulan Agustus, sudah bisa dinilai bulan berikutnya(September), untuk menentukan apakah ada nominasi yang bisa diraih film tersebut atau mungkin tidak ada.
3. Selama ini saya kurang tahu bagaimana cara juri menilai film. Apakah ada standar nilai? Misalnya suatu Film setelah dinilai semua, nilainya 72.Sedangkan untuk masuk nominasi Film terbaik harus diatas 85. atau untuk nominasi kategori Aktor terbaik harus diatas 85 nilainya dan kategori lainnya.
saya kurang setuju dengan pendapat penulis skenario yang mengatakan karakter seseorang tergantung namanya. Bisa saja orang bernama Ira lebih berkarakter pemarah daripada orang yang bernama Herman. Semua nama kan biasanya punya arti, dan itu juga bisa ditahu artinya seiring perjalanan hidup seseorang.
Assalamu’alaikum…
Salam kenal buat Komunitas Sangkanparan…
Salut buat Sangkanparan, ternyata dibalik “matinya” dinamika idealisme Cilacap, ada juga yang muncul buat nge-burn idealisme (he.. he.. gue cuma copy paste brencmark di kop blog lho..)…
Selamat bergabung di komunitas ideologis.. Kita suarakan realita.. Bongkar kebusukan para kapitalis.. Teriakan LAWAN dan PERUBAHAN…
Gimana, klo kita buat film2 ideologis… Okey…
Salam salut… Top markhotop.. Good marsogood..
Wassalam…
–kurnia–temennya Wari–
kurniaagus.blog.com
Film dokumenter adalah sebuah genre film, dimana film diupayakan untuk mendokumentasikan sebuah realitas. Walaupun adegannya dipersiapkan secara matang, semuanya tidak dinaskahkan, dan orang-orang dalam film dokumenter bukan lah aktor.
Di beberapa film dokumenter, akan ada narasi voice over untuk lebih menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam footage. Di beberapa film lainnya, footage itu sendiri lah yang berbicara. Banyak film dokumenter yang juga menampilkan interview dengan orang-orang yang ada dalam footage tersebut.
Film pada masa awalnya banyak yang bergenre film dokumenter. Biasanya berupa single shot dari actual event, seperti kapal yang berlayar meninggalkan pelabuhan. Ini disebut juga dengan aktualitas film. Bentuk lainnya dari film dokumenter adalah film propaganda. Contohnya adalah film Leni Reifenstahl berjudul ”Truimph of the Will,” yang membuat Adolf Hitler tampil heroik.
Beberapa tahun belakangan ini, genre film documenter telah menjadi popular dan high profile. Salah satu film dokumenter yang meraih popularitas besar adalah film garapan Michael Moore ”Farenheit 911”, yang mendokumentasikan kehidupan keluarga Bush dan kaitannya dengan Saudi Arabia.
Walaupun minat penonton terhadap film dokumenter masih rendah jika dibandingkan dengan film action atau komedi, popularitasnya masih terus menanjak. Sangat jelas bahwa minat penikmat film mulai bergeser pada film-film yang memiliki makna tersirat. Karena dana untuk film dokumenter lebih murah dibandingkan genre film lainnya, studio film juga memiliki kecenderungan untuk memproduksi film dokumenter untuk menekan resiko.
kita salut atas masuknya film karya orang banyumas untuk di tampilkan di festival film di eropa, kita dari Ikatan Masyarakat Gumelar juga akan mengadakan sarasehan film pada tanggal 17 november 2007, kalau boleh kami minta dukungan dari temen2 komunitas film di banyumas dan kalau bisa kami mengharap film metu getih bisa kami putar pada acara sarasehan film di tempat kami, terima kasih
Selamat untuk Banyumas
secara perlahan tapi pasti,perfilman terus maju
kayaknya dekade 2000an merupakan tonggak sejarah perfilman banyumas.
Meski pada tahun 80-90 an kita punya pekerja film seperti Bambang Set, Nanang Anna Noor. Toh kini mereka seperti lupa dan sibuk dengan dunianya sendiri.
Pada Era ini, sudah lengkap
ada sang juara (purbalingga)
ada pawang dokumenter sangkanparan CLCP)
ada JKFB (Banyumas)
ada Festival Film Banyumas (FFB)
SEMUA SUDAH PERNAH ada di Banyumas
Tinggal Pertanyaannya:Kok Tak Punya Tokoh Yang Jadi Figur Dewasa. Bukan sekedar kemampuan tapi kharisma. Bisa menampung semua kelompok.Tanpa memihak dan arif bijaksana.
Sekali kali coba JKFB menjadi mediator
Rugi kalau mereka tak dibangkitkan
salam budaya!
Adakah sangkanparan’s masih mengenal saya? Orang bodoh yang pernah numpang makan dan tidur di Rumah Kang Bad, waktu di Kebun Buah?. Ni mahluk SMA N I MAOS selalu Maos
saya sudah bertengger di Jogja, seperti petuah sang resi
Matur kesuwun dumateng Kang Bad, saya jadi sedikit banyak, banyak sedikit, atau sedikit tapi banyak, lumayan kenal kalian puisi. Ini puisi ‘terakhir’ yang masuk antologi puisi di kampusku FBS UNY tercinta, apreciate ya… hehe
Kami mengundang teman-teman Sangkanparan untuk mampir ke Jakarta, pada tanggal 14 & 15 Februari 2008, Taman Ismail Marzuki/Graha Bhakti Budaya, pk. 20.00. Ini berita lengkapnya.
PEMBACAAN DAN MUSIKALISASI PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO
Sebagai penghormatan atas pencapaian dan dedikasi Sapardi Djoko Damono di bidang sastra, Pusat Kesenian Jakarta akan menyelenggarakan acara bertajuk ”Puisi-puisi Cinta Sapardi Djoko Damono”. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Februari 2008, jam 20.00 di gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.
Di samping dikenal luas sebagai seorang guru besar dan kritikus sastra yang handal, Sapardi Djoko Damono juga merupakan salah satu dari sedikit penyair Indonesia yang sangat tenar. Karya-karya puisinya banyak dikutip orang untuk ucapan selamat ulangtahun, undangan perkawinan, surat cinta, serta berbagai kepentingan lain yang pribadi sifatnya.
Dengan kepiawaian seorang maestro, Sapardi menuangkan pengalaman puitiknya dalam bahasa yang jernih dengan pilihan kata yang sederhana, namun selalu berhasil menciptakan imaji yang serta-merta membetot empati pembacanya untuk terlibat lebih dalam dengan karya-karyanya.
Karya-karyanya antara lain: DukaMu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Perahu Kertas (1983; mendapat Hadiah Sastra DKJ 1983), Sihir Hujan (1984; pemenang hadiah pertama Puisi Putera II Malaysia 1983), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1998), Ayat-Ayat Api (2000) dan banyak lagi. Ia juga menerjemahkan karya-karya sastra dunia seperti: Lelaki Tua dan Laut (1973; Ernest Hemingway), Sepilihan Sajak George Seferis (1975), Puisi Klasik Cina (1976), Lirik Klasik Parsi (1977), Afrika yang Resah (1988).
Khususnya sejak penerbitan kumpulan Hujan Bulan Juni, yang disusul peluncuran album musikalisasi puisi karya-karyanya dengan judul yang sama, Sapardi Djoko Damono tidak ubahnya virus yang menyebar begitu cepat, memaksa orang untuk benar-benar menoleh ke karya sastra puisi.
Acara ini akan didukung oleh Ari-Reda, Jose Rizal Manua, Ine Febriyanti, Cornelia Agatha, Ags. Arya Dipayana, Lab. Musik Jakarta dan Paduan Suara Gita Swara Nassa. Sang penyair akan hadir dalam acara tersebut, untuk memberi kesempatan bagi masyarakat mengenal lebih dekat penyair pujaan mereka.
Harga tanda masuk untuk acara ini adalah Rp. 50.000 dan Rp. 30.000. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket dapat menghubungi Pusat Kesenian Jakarta TIM di telepon (021) 31937325 dan 31934740.
Penanggungjawab Acara:
Jose Rizal Manua (0811833161)
Ags. Arya Dipayana (0818709075)
Untuk SANGKANPARAN,
terima kasih yang amat sangat sudah bersedia mampir ke blog kami. Sekarang tentang WAPRES.
Di Jakarta, kami hanya mengenal satu WAPRES, tepatnya WAPRESS, WArung APRESiaSi. Terletak di selatan Jakarta, di Gelanggang Bulungan Jakarta Selatan. Warung ini dikelola oleh teman-teman yang tadinya pemain teater dan musik di gelanggang Bulungan. Sejarah yang benar dan detil, bisa diketahui kalau mampir ke sana dan bertemu langsung dengan Mas Yoyik Lembayung yang penulis, pemain teater, pemusik, sekaligus penanggung jawab WAPRESS.
Di sini, seperti warung pada umumnya, ada makanan dan minuman yang bisa dinikmati. Oya, WAPRESS buka sepanjang minggu dari jam 6 sore sampai jam 1 – 2 pagi atau sesepinya saja.
Tapi yang paling menarik dan menyenangkan dari warung ini adalah panggungnya yang tak pernah sepi penampil. Siapa saja boleh tampil. Seingat saya, pernah kelompok kesenian dari TEGAL datang satu bis, main dan membawakan musikalisasi puisi dalam bahasa TEGAL!
Tak ditarik biaya untuk tampil, tapi juga tak memberi honor buat penampil. Yang penting APRESIASI nya. Jadi sangat menyenangkan. Selain itu, di sini juga sering ada pameran lukisan, foto. Hampir lupa, setiap Jumat malam, ada show khusus dari band-band baru yang baru rekaman, mau rekaman, belum rekaman. Biasanya rock, metal begitulah alirannya. RAMAI.
Selain itu, WAPRESS sering jadi tempat launch buku, film, album, apa saja. Aturan mainnya: kalau mengundang tetamu, maka jumlah minuman dan makanan yang dipesan dibayarkan pada WAPRESS. Para tetamu akan disuguhi ayam bakar, nasi putih, lalap, es jeruk, dan jajanan pasar. Harga paket perorang, sekitar Rp. 10 ribu (kayaknya sih kurang dari itu).
Itulah WAPRESS yang ada di Jakarta. Semoga info ini berguna untuk teman-teman di CILACAP. Hmmm, bagaimana kalau main/manggung di WAPRESS JAKARTA? Untuk jelasnya, boleh hubungi mas YOYIK LEMBAYUNG di 08121918291. Tetap SEMANGAT! reda
Mas Insan, kapan-kapan ke SMP Pius. Ngobrol tentang rencana ekskul teater dan bikin flim dokumenter. Katanya njenengan lagi sibuk bikin fllim dokumenter buat ke Jakarte ya.
Mas Insan, saya tunggu cd Sujiwi Tedjo yang lagi konser. Ehh, punya rekaman Rendra nggak? Saya mencari Nyayian Angsa ga dapat. Punya ku sudah hilang ditelan bumi.
Coba baca berita tentang demo wartawan Banyumas yang menuntut pencabutan surat edaran bupati tentang larangan pemberian informasi. Hampir semua koran dan beberapa televisi edisi 10 dan 11 Juli memberitakannya.
“Puisimu telah membunuhku,Nang.Tahukan kau keluargaku menangis lantaran puisimu yang melesat dan aku dipecat”.
Kalimat itu muncul berulang ulang dari sejumlah teman yang menyindirku.
Lantaran dalam sepekan koran dan media online ramai mengangkat seputar demo wartawan di Banyumas. Secara tak sengaja puisiku yang kubacakan ditengah demo, memancing teman teman untuk mengetahui isi puisiku. “Baca saja di mediaindonesiaonline, Koran Seputar Indonesia, Kedaulatan Rakyat de el el.
“Puisimu telah membunuhku,Nang.Tahukan kau keluargaku menangis lantaran puisimu yang melesat dan aku dipecat”.
Kalimat itu muncul dari mulut teman yang menyindirku. Aku dituduh habis habisan telah membuat seorang Kabag Humas Pemkab Banyumas Supartono dipecat dari jabatannya. Puisiku wagu jegu yang kubacakan sehari sebelum pemecatan ditidih telah mengantar kebijakan bupati Marjoko untuk melengserkan Kabag yang telah bekerja selama hampir senam tahun itu.
Temanku menyodorkan handphone dan memperlihatkan barisan sms yang ternyata puisiku. Edan ternyata puisi dadakan itu telah menyebar via sms dari hp ke hp. Dari hp wartawan,orang awam pejabat hingga aparat.
Duh kawan, bukan puisiku tetapi kekuatan kebenaran melalui demo melawan aroganisme, otoriterisme yang menjadikan sebuah reaksi dan meruntuhkan kebodohan. Jadi teman teman wartawan dan mahasiwalah yang telah berjuang membuat perubahan. Puisiku hanyalah sebagian kecil ppemucat bibir, pemerah telinga.
hanya puisi seperti ini:
Tuan bupati yang mulia
surat edaran sampean
membuat langit kelam
mulut dibungkam secara paten
“mana komitmen sebagai Marhaen?
Hutan hutan demokrasi kau bikin mati
katanya investasi,
tetapi kritik informasi dan aspirasi
malah dikebiri
Banyumas ya cablaka
apa adanya, ngapak ngapak
:ayo pada njelpak aja wedi dikeplak
(nuwun sewu nggih pak marjoko pak martono)
NANANG ANNA NOOR
———————-
LIHAT BERITA:
Banyumas – Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Banyumas menggelar aksi demo. Mereka menolak Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas tentang Pelayanan Informasi ke Media.
Aksi para jurnalis ini dimulai dari pojok Alun-Alun Purwokerto menuju kantor bupati, Rabu (9/7/2008). Mereka menuntut agar SE yang ditandatangani Bupati Banyumas Mardjoko nomor 480/2676 itu dicabut.
Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah poster. Mulut para peserta aksi juga ditutup selembar kain putih yang menggambarkan penutupan akses informasi oleh Pemkab Banyumas kepada pers.
Sesampai di depan pintu gerbang Kompleks Pemkab Banyumas, wartawan mulai berorasi. Saat wartawan datang, belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga-jaga di depan pintu gerbang.
Wartawan Indosiar Nanang Anna Nurani dalam orasinya menyatakan SE tersebut jelas-jelas memberangus kebebasan pers di Banyumas. Bupati berusaha menutup akses informasi di lingkungan pemkab. Semua yang berkaitan dengan pemberitaan baik di lingkungan pemkab dan dinas harus izin atau lewat humas terlebih dulu.
“Ini sangat bertentangan dengan semangat keterbukaan yang ada saat ini. Padahal orang Banyumas itu terkenal dengan cablakan (berbicara apa adanya-red),” katanya.
Nanang meminta agar bupati segera mencabut surat tersebut. Namun bila pihak bupati tidak melakukan pencabutan, wartawan mengancam akan melakukan pemboikotan terhadap semua kegiatan di lingkungan pemkab dan Bupati Banyumas.
“Kalau bupati hendak menutup semua akses informasi di Banyumas kami malah menduga bupati takut bila ada kebobrokan akan terungkap. Kalu juga memberikan batas waktu satu minggu untuk mencabutnya. Bila tidak kami akan boikot,” pungkas dia.(bgs/djo)
======================
Wartawan Banyumas Tuntut Pencabutan SE Bupati
10/07/2008 08:40:20 PURWOKERTO (KR) – Belasan wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Kabupaten Banyumas menggelar demonstrasi Rabu (9/7) sekitar pukul 10.00. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Banyumas mencabut Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas Nomor 480/2676 tentang Pelayanan Informasi Media Massa. Dalam demonstrasi itu, wartawan media elektronik Nanang Ana Nurani membacakan puisi tentang kondisi Banyumas pasca adanya SE Bupati. Menurutnya, Banyumas identik dengan ‘cablaka’ atau terus terang dan terbuka sehingga adanya SE bertentangan dengan sifat itu. “Banyumas terkenal cablaka, jadi SE Bupati justru mencederai sifat itu,” ujarnya saat berorasi. Selain pembacaan puisi, wartawan juga menyobek dan membakar duplikat SE Bupati Banyumas Nomor 480/2676 tentang Pelayanan Informasi Media Massa pada tempat sampah yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, mereka membacakan pernyataan sikap dan menyerahkannya kepada Humas Pemkab Banyumas, Ahmad Supartono. Koordiator aksi Agus Maryono mengatakan, wartawan menuntut pencabutan SE tersebut lantaran dinilai membatasi kebebasan pers. Dikatakan, turunnya SE berakibat pada sulitnya wartawan mencari informasi dari narasumber di lapangan. “SE itu diimplementasikan sebagai aturan yang tidak membolehkan mereka memberikan informasi kepada wartawan, sudah banyak jurnalis Banyumas terkendala surat edaran,” papar wartawan salah satu media cetak nasional itu kepada KR disela-sela aksi. Ditambahkan, adanya SE Bupati tersebut bisa menjadi penghambat datangnya investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten Banyumas. “Pada era reformasi dan keterbukaan saat ini, ternyata masih ada SE seperti itu. Dampaknya bisa luas, sebab karena sulitnya informasi, masyarakat atau investor tidak bisa mengetahui secara penuh apa yang terjadi di Kabupaten Banyumas,” tandasnya. (*-1/Ero)-c
============================
Wartawan Demo, Kabag Humas Dicopot
KOMPAS Jumat, 11 Juli 2008 | 20:43 WIB
BAMYUMAS, JUMAT- Bupati Banyumas Mardjoko mencopot Akhmad Supartono dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Jumat (11/7). Pencopotan melalui SK Bupati nomor 821:/359/2008 itu dilakukan menyusul aksi unjuk rasa wartawan pada Rabu lalu yang menuntut pencabutan Surat Edaran Bupati yang dinilai membatasi akses informasi bagi wartawan.
Sebagai pengganti, jabatan Kabag Humas dan Protokol Setda Banyumas akan ditempati oleh Eko Prayitno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Bina Keuangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyumas.
Pencopotan dan pelantikan pejabat baru itu diselenggarakan di Graha Satria seusai Bupati Banyumas menggelar acara coffe morning bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Banyumas. Bersamaan dengan itu Bupati Banyumas juga melantik Kusuma Astuti sebagai Kepala Bagian Umum Setda Banyumas.
Dalam sambutannya, Bup ati Banyumas mengatakan, pencopotan Supartono yang sudah lima tahun menduduki posnya itu dilakukan karena dia kurang berhasil menangani bagian kehumasan. Utamanya untuk menjalin hubungan dengan media, karena terjadi gejolak yang tidak berhasil ditangani dengan baik.
“Puncaknya, terjadi pada saat aksi demonstrasi oleh para wartawan beberapa waktu lalu. Kami khawatir, ke depan hubungan media dengan Pemkab malah semakin tidak kondusif. Pak Partono mungkin tidak cocok untuk bagian humas,” katanya menjelaskan.
Menanggapi pencopotan Supartono, anggota Komisi A DPRD Banyumas Hendro Kuncoro mengatakan, Bupati Banyumas salah alamat. Menurut dia, yang diprotes wartawan dalam aksinya dua hari lalu ituadalah kebijakan bupati. “Tapi kok, ini malah bupati menyalahkan bawahannya,” ucapnya.
Mestinya, lanjut dia, Bupati memeriksa kembali surat edaran yang dikeluarkannya itu. “Yang dibenahi itu adalah kebijakannya, bukan malah mencari kambing hitam dan mencopot bawahan seenaknya,” lanjutnya.
Surat edaran yang dipersoalkan para wartawan itu sendiri diterbitkan Bupati Mardjoko 20 Juni lalu. Isinya menegaskan bahwa informasi kepada wartawan hanya boleh diberikan oleh bupati sampai pejabat di tingkat kepala dinas. Padahal, wartawan selama ini biasa mendapatkan informasi pembangunan justru dari kepala-kepala seksi, sampai ke lurah dan camat yang dianggap lebih menguasai persoalan teknis di lapangan.
=============
LINTAS KEDU-BANYUMAS
SUARA MERDEKA 10 Juli 2008
Wartawan Tuntut SE Dicabut
PURWOKERTO-Puluhan wartawan di Banyumas dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik yang mengatasnamakan Komunitas Pekerja Pers Banyumas kemarin (9/7) melakukan demo, mendesak SE Bupati No 480/2676 terkait pelayanan informasi ke media massa dicabut. Toleransinya diberi waktu seminggu, kalau tidak para pendemo mengancam akan memboikot semua kegiatan bupati.
Aksi yang dilakukan di depan kabupaten itu diisi dengan aksi tutup mulut dan pembakaran salinan fotocopy SE itu. Bentuk protes juga disimbolkan dengan menanggalkan perlengakapan liputan seperti kamera, tanda pengenal media masing-masing.
Dalam pernyataan sikapnya, wartawan menilai munculnya SE Bupati tersebut telah menimbulkan kontroversi di berbagai pihak. Tak kurang dari pengamat media massa dan Dewan Pers telah meminta klarifikasi ke bupati.
Klarifikasi tersebut untuk meminta penjelasan lebih lanjut SE itu yang dianggap telah memberangus kebebasan pers dan membungkam akses informasi ke publik.
”Dewan Pers dalam suratnya menyatakan SE Bupati dinilai melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan berpotensi bertentangan dengan semangat UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi ke Publik, tapi kok malah Bupati membuat surat edaran yang bertentangan dengan hal itu,” kata Agus Maryono dari Harian The Jakarta Post selaku korlap aksi.
Menyesalkan
Karena itu, Komunitas Pekerja Pers Banyumas sangat menyesalkan dan menentang keras dengan dikeluarkannya SE itu. Surat itu lanjut Gusmar, panggilan akrab sang korlap, tidak sesuai dengan semnagat otonomi daerah di era reformasi.
Wartawan mendesak agar SE Bupati segera dicabut. Jika dalam waktu satu minggu SE yang mengatur kebijakan satu pintu bagi pers tidak dicabut, maka pekerja pers yang terlibat demo mengancam akan memboikot seluruh kegiatan Bupati Banyumas.
Bupati Banyumas Mardjoko saat kalangan pekerja pers Banyumas menggelar demo mendesak pencabutan SE terkait pelayanan informasi ke media, sedang berada di Bal.
Dimintai tanggapannya atas aksi tersebut, Mardjoko menyatakan tetap menganggap bahwa SE Bupati No 480/2676 yang telah dikeluarkannya tidak memberangus kebebasan pers, khususnya melarang wartawan untuk mendapatkan akses informasi dan data.
”Apa ada yang saya larang dan hambat. Selama ini kan juga teman-teman pers bebas mencari berita. SE bupati itu hanya untuk memperjelas ke jajaran internal Pemkab saja, agar saat memberikan keterangan keluar termasuk ke media itu yang benar-benar akuntabel dan sesuai dengan tupoksinya,” kata Bupati.(G22-55)
untuk para pekerja film indonesia…untuk sinetron remaja kostum untuk pelajar SMA/SMP yang ditampilkan jangan terlalu melampaui batas. Saya guru SMA dan sering mendengar alasan dari siswa/siswi saya bila “berpakaian aneh” ke sekolah…..”kan ini bu yang ngetrend di sinetron remaja”…Astagfirullah……saya menghargai dan bangga dengan film indonesia..tapi yang lebih mendidik agar bangsa kita tidak kehilangan martabat ! maju terus film indonesia…
Eyang harus bilang gini soal ulah cucu-cucu eyang di SANGKANPARAN: GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Sepertinya mimpi eyang sudah lama terjelma tanpa eyang tahu. Satu lagi yang sedang eyang impikan, cucu-cucu eyang bikin karya video, film tapi bukan dokumenter, tapi filem drama cerita dan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa yang dominan dalam karyanya. Kenapa harus filem cerita? Karena sejak kecil eyang sering mendengarkan berbagai dongeng cerita.. Dokumenter? Eyang lebih suka kalau sebutannya filem esai, filem puisi, filem do’a, filem catatan, filem pribadi, dst. Tapi itu tidak penting, yang penting cucu-cucu eyang sudah membuat video, apa pun jadinya, apa pun namanya. Karena video atawa filem sering sebagai media ‘terkunci’, maka kuncilah cahaya di seklilingmu dengan kasih sayang. Lensamu adalah penamu. Goreskan di mulai dari yang paling dekat denganmu.. Hatimu, halamanmu, dst..
EDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN…
Menarik………..
Sebagai keturunan warga cilacap kami (saya bersama teman-teman komunitas mahasiswa cilacap di jogjakarta) bangga atas apa yang sudah di capai oleh komunitas SANGKANPARAN..karena cilacap bisa berbicara kepada indonesia siapa dia melalui seni dan karya (tidak dengan keberadaan nusakambangannya yg sekarang terancam tenggelam karena pembalakan dan pengedukan di mana-mana), disisi lain kami merasa sangat iri sekaligus malu, karena notabene sebagai putra daerah yang sedang menuntut ilmu dari berbagai disiplin ilmu tidak bisa berbuat apa-apa (di banding SANGKANPARAN), maka kami sebagai saudara muda (kita berasal dari daerah dan darah yang sama yaitu cilacap) SANGKANPARAN meminta banyak masukan, share informasi, ilmu, pelajaran sehingga kami bisa mengembangkan diri dan bersama-sama memajukan “cilacap bercahaya” (semoga bukan hanya slogan saja akan tetapi pada kenyataannya semakin redup cahayanya hanya karena kepentingan dan nafsu segelintir orang).
salam ngapakz….. satu bahasa bahasa ngapakz….
wah terus terang kami (saya dan bersama temen-temen komunitas mahasiswa cilacap di yogya)sangat kagum dan haru, ternyata kami kalah atau belum tahu apa-apa, saya ucapkan terima kasih terhadap mas imam di cangkirnya karena telah memperlihatkan kami sebuah realitas kehidupan yang begitu nampak dan tak terkira ternyata banyak sekali yang peduli dengan budaya daerah kita.
seperti halnya di salah satu lirik dari lagu cilacap bercahaya dimana ada sebuah pesan yang tersirat disana
bangun terus daerah kita …..
menuju sejahtera…..
untuk seluruh rakyat cilacap…..
tercinta…..
hebattt……………. akir nya aku nemuin web yang info Up2 date
ow iya kalo pihak FreeMovieMakassar mau buat parade film indie di makassar trus mau nampilin karya temen teman yang ada di luar cara nya gimana yachhh!!!!
Untuk Bagaskara, ya saya sudah melihat seniman tegal..NICE..dan teruslah semangat membangun daerah ! ingat jangan buat karya kayak sinetron2 Indonesia ya..!buat film yg mendidik ..agar Indonesia bisa menjadi CERDAS…
BUAT FREEMOVIE MAKASAR…
boleh saja..dan kalo sobat mau film2 kita bisa diputer disana, layangkan saja surat pemberitahuan, kalo film kita diputar disana, jadi kami tau. Selain itu, kami juga diberi laporan informasi penyelenggaraan acara disitu..
SOBAT bisa contact saja rekan2 Sangkanparan melalui cp dibawah ni:
Wahyu Pilax 081327535095
Insan Indah Pribadi : 08121563110
Benteng Pendem adalah sebagian dari benteng yang ada di negara kita yang harus di jaga …. Buat film tentang Benteng suatu ide yang sangat Menarik… itu adalah cita cita saya tuk mengangkat theme klasik seperti itu GW dukung bangett bro…..
LUANGKANLAH SEDIKIT WAKTU ANDA UNTUK MEMPELAJARI BAGAIMANA CARA MENGHASILKAN RUPIAH YANG SANGAT SPEKTAKULER DAN SIGNIFIKAN HANYA DI ROMYPSM.BLOGSPOT.COM . SAYA SEDIAKAN 6 LINK KHUSUS UNTUK ANDA
Mei 23, 2007 pukul 2:58 am |
HAI DEWI…kamu ikutan aja Fest Film Dokumenter FILMU menarik tuh
Mei 23, 2007 pukul 3:31 am |
Film perjuangan “Bagus” lah …., kalo semisal senapan diganti ama “debog” pisang … oi lebih bagus lagi n layak jual banget misal ditampilin diluar negeri. Coba lebih diklasikin lagi san … jadi ga begitu keliatan modern walaupun kategoinya masih masuk ke film pendidikan …. Hidup perfilman Cilacap
Mei 23, 2007 pukul 6:17 am |
INI DEWI…aku butuh comment tentang polemik BENTENG PENDEM..
untuk film ku yang belum tersekesaikan ..semoga cepat selesai
AKU TUNGGU COMMENT nya ya..
Mei 23, 2007 pukul 6:29 am |
TERIMAKASIH ATAS COMENT yang telah masuk
SEMOGA MENJADIKAN komunitas kami LEBIH BERSEMANGAT
Mei 23, 2007 pukul 6:33 am |
SELAMAT BERBAGI PENGALAMAN bersama komunitas kami
KAMI MENANTIKAN KOMENTAR ANDA
Mei 24, 2007 pukul 8:46 am |
HAI AKU WARI BOLEH KENAL DGN SK PARAN GA?
Mei 28, 2007 pukul 5:43 pm |
San, wis maen koh bloge. Ngko bocahan CeeLCe tek latih dolanan internetan disit ben pada ngerti, nembe inyong tek sinau meng rika kabeh gawe blog nggo CeeLCe.
Tuli lucu mbokan, nek CeeLCe nduwe blog ning ora teyeng mbukak. Dudu merga salah bocahan, ning salaeh bupatine, terlalu pede. Jere Purbalingga wis maju, anu warnet bae ketinggalan jaman, ngisin-isini mbokan?!
Paling nek esih kurang ya kuwe, kotrete Oki karo Virgin, mageh de tampilna, karo nggo tamba ngantuk kiye inyong gele ngrampungna pegawean neng njrakata tuli dengat-dengut koh…
Mei 31, 2007 pukul 2:57 pm |
Nice Comunity , bnyk info FILM yg bgs . Hidup independente movie….
Juni 3, 2007 pukul 8:45 am |
Nyanyian Kamera
Dari tak ada menjadi ada
air mengalir
udara bergerak
matahari menyengat
alat-alat berarus listrik merenda medan-medan magnet
warna demi warna merenda kata-kata
peradaban demi peradaban melaju dengan kencang
kamera dalam genggaman tangan
siap menerakan pada sepenggah kisah
berikan makna pada kehidupan
Di mana Sang Hidup tak pernah membunuh
Dan Sang Hidup tak kan pernah mati.
Cilacap, 3 Juni 2007
(Y. Jaka Cahyana)
Juni 6, 2007 pukul 1:27 pm |
Be di UMP 13 mei 2007 ada workshop pembuatan blog pembicaranya bayu leksono CLC emangnya ada yang namanya bayu leksono????????
Yang aku tau di CLC BOWO LEKSONO
Juni 19, 2007 pukul 3:05 pm |
Salam,
Terima kasih banyak. Sangkanparan tidak hanya membantu setiap kerja Tjlatjapan Poetry Forum. Lebih dari itu : mendorong dialog antara sastra dan film. Dengan ini, saya merasa ke depan Cilacap di gelanggang kebudayaan akan lebih diperhitungkan sepanjang seniman tetap berpegang pada komitmennya : membangun Cilacap dengan ketajaman intuisi seniman.
Viva Artistica!
Tjlatjapan Poetry Forum
Juni 22, 2007 pukul 3:27 am |
Hohoho…
Kang awang-awang sinawang sangkanparan
sing dadi panutan pelajar Cilacap
mugo langgeng lancar ing gawe
Insan, kapan dolan KBhiwangga?
Juni 28, 2007 pukul 11:03 am |
Duh, kapan ada baca puisi lagi. Aku baca di ulasan Koran Sindo tentang Tjilacapan Forum yang bikin kegiatan Kebun Serayu. Minta alamatnya dong sama nomor teleponnya Tjilacap Forum.
Sekalian minta alamatnya Mas Nanang Anna Noor dong……..hiii pemain sinetron kok masih maunye baca puisi. Itu orang gila yang suka bikin gger di Yogyga. Aku kangen.Tolong ya masssssss
Makacih
Juni 28, 2007 pukul 3:27 pm |
MORI REGITA..untuk alamat Tjlatjapan Poetry Forum ada di bawah artikel kok..COBA deh baca sampai selesai. THANKS ya ..tar kalo ada agenda SASTRA lagi kami kabari..OKS (Bagus-operator)
Juni 28, 2007 pukul 3:41 pm |
SaLam buat PaK Guru.
Boleh doNg aku jaDi aktoR film dokuMenternya SANGKANPARAN…!
GUe Ganteng kok, SUEERRRR………. pokoKnya bisa di prospek deh.
oH ya, akU pIngin lihaT filM yang AKtornya SUGEng, kook Mas Insan MiriP SUgeng sihHH…….??
Design Webnya di ganti dong.
JAYALAH SANGKANPARAN.
Juli 10, 2007 pukul 2:45 am |
Hi..
Salam Kenal..
Saya sebagai marketing, kepada reken-rekan yang bergerak dibidang Production House (PH), yang ingin menjadikan rumah mewah dengan lokasi di Puri Cenere sebagai tempat pebuatan Iklan dan shooting senetron.
Sebelum finishing rumah kami, beberapa perusahan pembuatan film ternama berkeinginan shooting film cerita di lokasi kami.
Saat ini kami siap menjadi mitra rekan-rekan Production House untuk mengunakan lokasi shooting karya-karyanya.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Amal Liga di nomor
0811962803 atau 085281171774
Juli 22, 2007 pukul 12:37 pm |
Maju terus film lokal moga makin jaya
Juli 23, 2007 pukul 4:22 am |
Saya merupakan mahasiswa S2 sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang.
Saya ingin menanyakan dan meminta informasi, Apakah ada film / cerita multimedia yang dapat dikenakan (digunakan) pada anak usia SD kelas 4-5. Bila ada mohon dapat dikirim informasi mengenai hal tersebut ke alamat email saya….
Terimakasih sekali atas bantuannya
Salam,
YuNiTa
Juli 24, 2007 pukul 5:31 am |
aku suka banget deh karya2nya oya kau pengen banget bergabung didunia film..aku pengen tahu gmn komentar kamu tentang skenarioku tlong dilbles di atun-gels@plasa.com ya
Juli 24, 2007 pukul 11:45 am |
GOOD …SANGKANPARAN kian MEMBUMI dan MENGAWANG-AWANG
Juli 25, 2007 pukul 10:10 pm |
Kawan2 SMA bisa mengadakan workshop untuk satu dan atau beberapa bidang film. Misalnya penulisan skenario, tata kamera, penyutradaraa, editing, dll yang terkait dengan produksi film.
Atau bisa juga workshop secara menyeluruh, tak hanya seputar produksi film, namun juga masalah programming, eksebisi dan distribusi karya.
Kawan2 di Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) mudah2an bisa memberi materi.
Termasuk materi tambahan untuk pelajaran PPKN. Hehehehe…
Juli 25, 2007 pukul 10:12 pm |
Halahhhhh! Komentar2 yang masuk kok ndadak pakai “MODERATION”. Emangnya ada sensor2an ya, om?!
Agustus 1, 2007 pukul 5:18 am |
Ehhh Cilacapkan punya TVE tempatnya di SMKN 1 Cilacap kenapa ga gabung aja kesitu nanti filmnyakan bisa diputar nantikan masyarakat tahu bahwa filmnya hasil karya SMAN 1 Cilacap.
TVE kan TV pendidikan .
Agustus 1, 2007 pukul 5:37 am |
WUEH…FILMNYA DI SCREENING DI JAFF nih ye?
SEMOGA BUDAYA CILACAPAN BISA DIKENAL DI ASIA>>BRAVO
Agustus 7, 2007 pukul 10:17 am |
sip sip sip gue kagum sam om ihsan. Tidak hanya badannya yang besar tetapi ide-idenya juga besar, meski lewat tema-tema kecil. he he selamat om
Agustus 13, 2007 pukul 1:22 pm |
heyyyy…………………..??!! what a suprise??! congratulations for u! i love people like you babe………! you r such as creatif people. good! defently it! i mean, keep do that babe! and of course u must be make it more better everyday. more,more n more………….! feel like want to joint with u as an actress on ur next film! he,he….. i missin how to play my act! uhh…………i missin cilacap, i missin jogja………i missin java…………….hiks,hiks….anyway, if u have a good chance please take d film in Bali!
oh yeah,ur web is good too. but make it more life! like something blink,blink…..or move in ur web. hey,dewi,insan, please contact me by email. miss u all! mwah,mwah,mwah……! tc n Gbu.
Agustus 15, 2007 pukul 4:57 am |
Salah satu syarat Film terbaik adalah film yang didalamnya ada pesan moral yang ingin disampaikan.
Dalam setiap FFI sebaiknya untuk nominasi film terbaik dipilih film yg selalu ada hal baru didalamnya. Contoh :film tentang asmara menjadi salah satu nominasi, tetapi jika sudah pernah terpilih film seperti itu, dan tidak ada didalamnya hal baru yg ingin disampaikan sebaiknya jangan dipilih jadi film terbaik, kecuali nominasi yg lain juga tidak ada hal baru yg ingin disampaikan, mungkin film itu bisa dipilih, misalnya karena film tersebut mendapat piala citra paling banyak dari kategoriyg lain,misalnya aktor terbaik,cinematograpi terbaik,artistik terbaik, visual efek terbaik,busana terbaik,penata musik terbaik, skenario terbaik, sutradara terbaik,aktris pembantu terbaik
Agustus 15, 2007 pukul 5:02 am |
Bayangkan, kita akan ditertawai seluruh dunia jika film ” Eiffel, I’m in Love” jadi film terbaik FFI. Saya akui, banyak film/sinetron Indonesia yang hanya untuk ajang jual tampang para artis baru, yg penting bisa top.
Agustus 15, 2007 pukul 5:04 am |
sebaiknya sinetron/film yg kebanyakan hanya untuk jual tampang artis diganti dengan pemutaran film peraih piala citra atau Oscar atau Golden Globe
Agustus 19, 2007 pukul 9:54 am |
ternyata oh ternyata insan yg kukenal dibalik pribadinya yg humoris, dia adalah seorang sosok tokoh yang penting didalam dunia perfilm’an tho, salut n’ gokill abiz lah ditengah-tengah maraknya perfilm’an di Indonesia skrg masih ada yg peduli about aritistiknya dari sebuah film indonesia yang memberi peluang untuk di lirik go International..ya gak?
Go SANGKANPARAN Go!!!
Agustus 20, 2007 pukul 7:01 am |
Hail to The Sangkanparan..!!!
Agustus 24, 2007 pukul 12:20 pm |
Boss, thankyou for your such a great help. Means so much. Bezok bantuin lagee yacs…
CLC juga kompakan muter film di kampungnya Om Boleks koh… Kan saksi mata jadi semakin sedikit
Agustus 24, 2007 pukul 1:33 pm |
mas iNsan fAndi pelit bangetttt
geh….. jajal!!! qu nganah arep ngenet gratis mlah di urak bali alesane ora ulih nang wong tuwane truz njaluk duit go ngenet ora nguwehi amarga alesane akeh bgt… akhire aqu kro fajar golet utangan……
smoga amal kebaikan kami tdk pernah diusir pulang …..
kebangeten mbok….
Agustus 28, 2007 pukul 2:59 pm |
Makasih banget buat masukannya ke AFF. We’ll be more concern about it. Yach..kami berharap untuk koreksinya demi kemajuan bersama.
Tanpamu..apa artinya.. he..he..he…
Btw, tanggal 1 Sept besok AFF mohon bantuannya lagi, kawan…
September 10, 2007 pukul 1:31 pm |
mAs inSan, mba dewi………………………….
ya uwis oRa ana apa2
mAs inSan, mba dewi………………………….
ya uwis cMa nuliS tok
mAs inSan, mba dewi………………………….
ya uwis kaya kuwe bae ya….
September 10, 2007 pukul 1:33 pm |
mas kPn2 kIta bKn pilem ya mA gerombOlannya jihad ya mAs
September 10, 2007 pukul 1:34 pm |
wis yA………………………………:);)
September 14, 2007 pukul 6:49 am |
assalam…
aku kenal sama kang insan and mba dewi, gara-gara jadi panitia tausiah and dzikir akbar bersama opick di kroya 28 juli 2007. Waduh orangnya baek bangeeeettt dech mereka berduaaaa……maaf banget yach, teman2 panitia banyak salah and khilaf heh3x…selamat menunaikan ibadah puasa aja mudah2an barokah amieenn….
fatoni
wassalam..
September 14, 2007 pukul 6:59 am |
Aku doakan, Semoga SANGKANPARAN Tetap jaya!!semakin maju dan maju!!salut dech, ama kepedulian kru sangkan paran terhadap acara-acara sosial-religi…makasih banyak atas sumbangsihnya dalam kegiatan TAUSIAH & DZIKIR AKBAR kemaren, moga esok kita bisa bekejasama lagi amieenn…….semoga jadi tabungan amal ibadah kang insan, mba dewi beserta kru-nya…
September 25, 2007 pukul 6:09 pm |
Temans, kok tulisannya kecil2 betul? lumayan sakit mata lho bacanya…
Oktober 3, 2007 pukul 2:43 am |
deneng ora diisi mas wis tak perlok-perlokna koh malah tutup.sekali-sekali tulisanku dimuat[emang koran he..he..] bukankah blog njenengan ajang komunikasi sineas dadi bukak brahhhh sing amba ya ben marem oce…. jaya kreativitas anak bangsa! saatnya bangga dengan film bikinan kita! matur nuwun kang
Oktober 7, 2007 pukul 1:13 pm |
Saya usul agar Panitia FFI tetap memilih film dari Masyarakat Film Indonesia (MFI)yang katanya tidak mau ikutan FFI. Alasan adalah sebagai bukti bahwa panitia FFI adalah orang yang demokratis.Bukankah MFI juga tetap mendukung kegiatan FFI. Saya juga mendukung kalau FFI diadakan juga di daerah-daerah lain, bukan hanya Jakarta, karena Indonesia bukanlah hanya Jakarta.
Karena akan rancu jadinya, jika dalam ajang Internasional seperti Golden Globe atau Academy Award film Indonesia terdapat 2 versi, versi FFI dan MFI misalnya.
Saya sendiri heran, kenapa orang-orang yang mengatasnamakan dirinya MFI melakukan protes terhadap Film Ekskul setelah FFI 2006 digelar, bukan sebelum FFI 2006 digelar. Bukankah pihak film Ekskul sudah membayar royalti musik yang dimaksud dan menerima pembatalan filmnya sebagai film terbaik FFI 2006?
Dunia luar tentunya bisa menertawai kita soal ini, dan bisa dianggap sebagai bentuk ketidaksportifan orang yang tidak mau menerima kekalahan. Kalau jiwa insan perfilman kita seperti ini, entah kapan film Indonesia maju?
Dalam setiap pertandingan kalah atau menang adalah hal yang biasa. Hal ini harus ada dalam setiap jiwa insan perfilman kita.
Kalau para sineas-sineas dalam MFI memang mau memajukan dunia akting Indonesia, mereka harus melakukan protes terhadap banyaknya sinetron Indonesia di televisi yang jiplakan dan tidak mendidik, termasuk yang spesial efeknya jelek, dan kebanyakan hanya jual tampang para pemainnya.
Sebenarnya saat ini, film Indonesia sudah mulai maju lagi, setelah beberapa tahun yang lalu sempat mandek.
Jangan sampai kisruh ini adalah permainan orang-orang yang tidak ingin film Indonesia maju.
Film yang layak dikatakan film Indonesia adalah :
1. Judulnya memakai bahasa Indonesia. Sangat disayangkan beberapa film Indonesia memakai judul berbahasa Inggris. Lebih baik kalau judulnya memakai bahasa daerah, daripada bahasa Inggris atau negara lain.
2. Semua krunya adalah orang Indonesia, mulai dari Produser, Sutradara, Penulis Skenario, Pemain, Editor, dan lainnya adalah orang Indonesia Asli ( Lahir di Indonesia dan berdarah Indonesia)
Bagus kalau sinetron-sinetron jelek di televisi diganti dengan pemutaran film-film bermutu, peraih Piala Oscar atau Citra. Karena itu dapat menambah pengetahuan orang yang berminat di perfilman, utamanya generasi muda yang ingin menonton film kelas-kelas Oscar atau Citra, yang susah didapat(VCD,DVD,rol filmnya dan lain-lain) terutama di daerah-daerah.
Cobalah putar film:
1. Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa
2. Nagabonar
3. Langitku Rumahku
4. Marsinah : Cry Justice
5. Schindler’s List
6. On the Waterfront
7. Senyum Di Pagi Bulan Desember
8. Kembang Kertas
9. Unforgiven
10. Soerabaia ‘45
11. Gandhi
12. West Side Story
13. The Deer Hunter
dan lain-lain
Oktober 8, 2007 pukul 8:33 am |
untuk Panitia FFI :
1.Sebaiknya FFI diadakan bulan Januari, jadi Film yang dirilis bulan Desember tahun sebelumnya tetap bisa ikut festival.Artinya Film buatan tahun sebelumnya bisa dinilai semua. Contoh seperti di ajang Piala Oscar. Misalnya suatu film dirilis tanggal 17 Desember 2007, sedangkan pengumuman nominasi tanggal 2 Desember 2007. Akhirnya film tersebut tidak bisa ikutan FFI 2007, meskipun dia buatan tahun 2007.
2. Jika sudah ada film sebaiknya langsung dinilai, jangan dikumpul semua dulu baru dinilai, biar juri tidak repot. Misalnya film yang telah rilis bulan Agustus, sudah bisa dinilai bulan berikutnya(September), untuk menentukan apakah ada nominasi yang bisa diraih film tersebut atau mungkin tidak ada.
3. Selama ini saya kurang tahu bagaimana cara juri menilai film. Apakah ada standar nilai? Misalnya suatu Film setelah dinilai semua, nilainya 72.Sedangkan untuk masuk nominasi Film terbaik harus diatas 85. atau untuk nominasi kategori Aktor terbaik harus diatas 85 nilainya dan kategori lainnya.
Oktober 8, 2007 pukul 8:37 am |
saya kurang setuju dengan pendapat penulis skenario yang mengatakan karakter seseorang tergantung namanya. Bisa saja orang bernama Ira lebih berkarakter pemarah daripada orang yang bernama Herman. Semua nama kan biasanya punya arti, dan itu juga bisa ditahu artinya seiring perjalanan hidup seseorang.
Oktober 9, 2007 pukul 4:39 am |
Assalamu’alaikum…
Salam kenal buat Komunitas Sangkanparan…
Salut buat Sangkanparan, ternyata dibalik “matinya” dinamika idealisme Cilacap, ada juga yang muncul buat nge-burn idealisme (he.. he.. gue cuma copy paste brencmark di kop blog lho..)…
Selamat bergabung di komunitas ideologis.. Kita suarakan realita.. Bongkar kebusukan para kapitalis.. Teriakan LAWAN dan PERUBAHAN…
Gimana, klo kita buat film2 ideologis… Okey…
Salam salut… Top markhotop.. Good marsogood..
Wassalam…
–kurnia–temennya Wari–
kurniaagus.blog.com
Oktober 20, 2007 pukul 4:50 am |
Memahami Film Dokumenter
Film dokumenter adalah sebuah genre film, dimana film diupayakan untuk mendokumentasikan sebuah realitas. Walaupun adegannya dipersiapkan secara matang, semuanya tidak dinaskahkan, dan orang-orang dalam film dokumenter bukan lah aktor.
Di beberapa film dokumenter, akan ada narasi voice over untuk lebih menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam footage. Di beberapa film lainnya, footage itu sendiri lah yang berbicara. Banyak film dokumenter yang juga menampilkan interview dengan orang-orang yang ada dalam footage tersebut.
Film pada masa awalnya banyak yang bergenre film dokumenter. Biasanya berupa single shot dari actual event, seperti kapal yang berlayar meninggalkan pelabuhan. Ini disebut juga dengan aktualitas film. Bentuk lainnya dari film dokumenter adalah film propaganda. Contohnya adalah film Leni Reifenstahl berjudul ”Truimph of the Will,” yang membuat Adolf Hitler tampil heroik.
Beberapa tahun belakangan ini, genre film documenter telah menjadi popular dan high profile. Salah satu film dokumenter yang meraih popularitas besar adalah film garapan Michael Moore ”Farenheit 911”, yang mendokumentasikan kehidupan keluarga Bush dan kaitannya dengan Saudi Arabia.
Walaupun minat penonton terhadap film dokumenter masih rendah jika dibandingkan dengan film action atau komedi, popularitasnya masih terus menanjak. Sangat jelas bahwa minat penikmat film mulai bergeser pada film-film yang memiliki makna tersirat. Karena dana untuk film dokumenter lebih murah dibandingkan genre film lainnya, studio film juga memiliki kecenderungan untuk memproduksi film dokumenter untuk menekan resiko.
Oktober 29, 2007 pukul 1:13 pm |
kita salut atas masuknya film karya orang banyumas untuk di tampilkan di festival film di eropa, kita dari Ikatan Masyarakat Gumelar juga akan mengadakan sarasehan film pada tanggal 17 november 2007, kalau boleh kami minta dukungan dari temen2 komunitas film di banyumas dan kalau bisa kami mengharap film metu getih bisa kami putar pada acara sarasehan film di tempat kami, terima kasih
Oktober 31, 2007 pukul 7:14 am |
congrats bwt CLC……!
we suport you all….
filmmaker purbalingga go…..
tetep bkin karya…
jgn ampe ada matinye……
Desember 1, 2007 pukul 9:59 am |
Selamat untuk Banyumas
secara perlahan tapi pasti,perfilman terus maju
kayaknya dekade 2000an merupakan tonggak sejarah perfilman banyumas.
Meski pada tahun 80-90 an kita punya pekerja film seperti Bambang Set, Nanang Anna Noor. Toh kini mereka seperti lupa dan sibuk dengan dunianya sendiri.
Pada Era ini, sudah lengkap
ada sang juara (purbalingga)
ada pawang dokumenter sangkanparan CLCP)
ada JKFB (Banyumas)
ada Festival Film Banyumas (FFB)
SEMUA SUDAH PERNAH ada di Banyumas
Tinggal Pertanyaannya:Kok Tak Punya Tokoh Yang Jadi Figur Dewasa. Bukan sekedar kemampuan tapi kharisma. Bisa menampung semua kelompok.Tanpa memihak dan arif bijaksana.
Sekali kali coba JKFB menjadi mediator
Rugi kalau mereka tak dibangkitkan
Joni Generasi Sepuh
Desember 6, 2007 pukul 3:13 pm |
salam budaya!
Adakah sangkanparan’s masih mengenal saya? Orang bodoh yang pernah numpang makan dan tidur di Rumah Kang Bad, waktu di Kebun Buah?. Ni mahluk SMA N I MAOS selalu Maos
saya sudah bertengger di Jogja, seperti petuah sang resi
Matur kesuwun dumateng Kang Bad, saya jadi sedikit banyak, banyak sedikit, atau sedikit tapi banyak, lumayan kenal kalian puisi. Ini puisi ‘terakhir’ yang masuk antologi puisi di kampusku FBS UNY tercinta, apreciate ya… hehe
Akar Hati
Akar adalah batang
Batang adalah daun
Daun adalah bunga
Bunga adalah hati
Hati adalah akar
Hati bukan manusia
Manusia bukan mata
Mata bukan telinga
Telinga bukan hati
H a t i bukan T a h i
Hati adalah akar
Akar adalah mimpi
Mimpi adalah otak
Otak adalah mata
Mata adalah telinga
Telinga ada dihati
Hati adalah akar
Akar adalah hati
Hati-hati dengan akar
ditanah banyak Tahi
Yogyakarta, November 2007
Januari 4, 2008 pukul 3:45 am |
Ayo…, rek… rawe rawe rantas malang malang putung
Sinau seng Sregep
Ben Podo Pinter Kabeh
Matur Thanks Qyu
Blitar Jawatimur Indonesia
Salam kenal rek…
Februari 8, 2008 pukul 7:27 am |
Kami mengundang teman-teman Sangkanparan untuk mampir ke Jakarta, pada tanggal 14 & 15 Februari 2008, Taman Ismail Marzuki/Graha Bhakti Budaya, pk. 20.00. Ini berita lengkapnya.
PEMBACAAN DAN MUSIKALISASI PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO
Sebagai penghormatan atas pencapaian dan dedikasi Sapardi Djoko Damono di bidang sastra, Pusat Kesenian Jakarta akan menyelenggarakan acara bertajuk ”Puisi-puisi Cinta Sapardi Djoko Damono”. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Februari 2008, jam 20.00 di gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.
Di samping dikenal luas sebagai seorang guru besar dan kritikus sastra yang handal, Sapardi Djoko Damono juga merupakan salah satu dari sedikit penyair Indonesia yang sangat tenar. Karya-karya puisinya banyak dikutip orang untuk ucapan selamat ulangtahun, undangan perkawinan, surat cinta, serta berbagai kepentingan lain yang pribadi sifatnya.
Dengan kepiawaian seorang maestro, Sapardi menuangkan pengalaman puitiknya dalam bahasa yang jernih dengan pilihan kata yang sederhana, namun selalu berhasil menciptakan imaji yang serta-merta membetot empati pembacanya untuk terlibat lebih dalam dengan karya-karyanya.
Karya-karyanya antara lain: DukaMu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Perahu Kertas (1983; mendapat Hadiah Sastra DKJ 1983), Sihir Hujan (1984; pemenang hadiah pertama Puisi Putera II Malaysia 1983), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1998), Ayat-Ayat Api (2000) dan banyak lagi. Ia juga menerjemahkan karya-karya sastra dunia seperti: Lelaki Tua dan Laut (1973; Ernest Hemingway), Sepilihan Sajak George Seferis (1975), Puisi Klasik Cina (1976), Lirik Klasik Parsi (1977), Afrika yang Resah (1988).
Khususnya sejak penerbitan kumpulan Hujan Bulan Juni, yang disusul peluncuran album musikalisasi puisi karya-karyanya dengan judul yang sama, Sapardi Djoko Damono tidak ubahnya virus yang menyebar begitu cepat, memaksa orang untuk benar-benar menoleh ke karya sastra puisi.
Acara ini akan didukung oleh Ari-Reda, Jose Rizal Manua, Ine Febriyanti, Cornelia Agatha, Ags. Arya Dipayana, Lab. Musik Jakarta dan Paduan Suara Gita Swara Nassa. Sang penyair akan hadir dalam acara tersebut, untuk memberi kesempatan bagi masyarakat mengenal lebih dekat penyair pujaan mereka.
Harga tanda masuk untuk acara ini adalah Rp. 50.000 dan Rp. 30.000. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket dapat menghubungi Pusat Kesenian Jakarta TIM di telepon (021) 31937325 dan 31934740.
Penanggungjawab Acara:
Jose Rizal Manua (0811833161)
Ags. Arya Dipayana (0818709075)
Februari 8, 2008 pukul 7:29 am |
TENTANG WAPRESS DI JAKARTA
Untuk SANGKANPARAN,
terima kasih yang amat sangat sudah bersedia mampir ke blog kami. Sekarang tentang WAPRES.
Di Jakarta, kami hanya mengenal satu WAPRES, tepatnya WAPRESS, WArung APRESiaSi. Terletak di selatan Jakarta, di Gelanggang Bulungan Jakarta Selatan. Warung ini dikelola oleh teman-teman yang tadinya pemain teater dan musik di gelanggang Bulungan. Sejarah yang benar dan detil, bisa diketahui kalau mampir ke sana dan bertemu langsung dengan Mas Yoyik Lembayung yang penulis, pemain teater, pemusik, sekaligus penanggung jawab WAPRESS.
Di sini, seperti warung pada umumnya, ada makanan dan minuman yang bisa dinikmati. Oya, WAPRESS buka sepanjang minggu dari jam 6 sore sampai jam 1 – 2 pagi atau sesepinya saja.
Tapi yang paling menarik dan menyenangkan dari warung ini adalah panggungnya yang tak pernah sepi penampil. Siapa saja boleh tampil. Seingat saya, pernah kelompok kesenian dari TEGAL datang satu bis, main dan membawakan musikalisasi puisi dalam bahasa TEGAL!
Tak ditarik biaya untuk tampil, tapi juga tak memberi honor buat penampil. Yang penting APRESIASI nya. Jadi sangat menyenangkan. Selain itu, di sini juga sering ada pameran lukisan, foto. Hampir lupa, setiap Jumat malam, ada show khusus dari band-band baru yang baru rekaman, mau rekaman, belum rekaman. Biasanya rock, metal begitulah alirannya. RAMAI.
Selain itu, WAPRESS sering jadi tempat launch buku, film, album, apa saja. Aturan mainnya: kalau mengundang tetamu, maka jumlah minuman dan makanan yang dipesan dibayarkan pada WAPRESS. Para tetamu akan disuguhi ayam bakar, nasi putih, lalap, es jeruk, dan jajanan pasar. Harga paket perorang, sekitar Rp. 10 ribu (kayaknya sih kurang dari itu).
Itulah WAPRESS yang ada di Jakarta. Semoga info ini berguna untuk teman-teman di CILACAP. Hmmm, bagaimana kalau main/manggung di WAPRESS JAKARTA? Untuk jelasnya, boleh hubungi mas YOYIK LEMBAYUNG di 08121918291. Tetap SEMANGAT! reda
January 23, 2008 10:02 PM
Februari 11, 2008 pukul 1:54 am |
Mas Insan, kapan-kapan ke SMP Pius. Ngobrol tentang rencana ekskul teater dan bikin flim dokumenter. Katanya njenengan lagi sibuk bikin fllim dokumenter buat ke Jakarte ya.
Februari 11, 2008 pukul 1:57 am |
Mas Insan, saya tunggu cd Sujiwi Tedjo yang lagi konser. Ehh, punya rekaman Rendra nggak? Saya mencari Nyayian Angsa ga dapat. Punya ku sudah hilang ditelan bumi.
Mei 30, 2008 pukul 1:28 pm |
slam kenal deh untuk SK PARAN …
Juli 15, 2008 pukul 1:44 pm |
PUISIKU MEMBUNUHMU?
Coba baca berita tentang demo wartawan Banyumas yang menuntut pencabutan surat edaran bupati tentang larangan pemberian informasi. Hampir semua koran dan beberapa televisi edisi 10 dan 11 Juli memberitakannya.
“Puisimu telah membunuhku,Nang.Tahukan kau keluargaku menangis lantaran puisimu yang melesat dan aku dipecat”.
Kalimat itu muncul berulang ulang dari sejumlah teman yang menyindirku.
Lantaran dalam sepekan koran dan media online ramai mengangkat seputar demo wartawan di Banyumas. Secara tak sengaja puisiku yang kubacakan ditengah demo, memancing teman teman untuk mengetahui isi puisiku. “Baca saja di mediaindonesiaonline, Koran Seputar Indonesia, Kedaulatan Rakyat de el el.
“Puisimu telah membunuhku,Nang.Tahukan kau keluargaku menangis lantaran puisimu yang melesat dan aku dipecat”.
Kalimat itu muncul dari mulut teman yang menyindirku. Aku dituduh habis habisan telah membuat seorang Kabag Humas Pemkab Banyumas Supartono dipecat dari jabatannya. Puisiku wagu jegu yang kubacakan sehari sebelum pemecatan ditidih telah mengantar kebijakan bupati Marjoko untuk melengserkan Kabag yang telah bekerja selama hampir senam tahun itu.
Temanku menyodorkan handphone dan memperlihatkan barisan sms yang ternyata puisiku. Edan ternyata puisi dadakan itu telah menyebar via sms dari hp ke hp. Dari hp wartawan,orang awam pejabat hingga aparat.
Duh kawan, bukan puisiku tetapi kekuatan kebenaran melalui demo melawan aroganisme, otoriterisme yang menjadikan sebuah reaksi dan meruntuhkan kebodohan. Jadi teman teman wartawan dan mahasiwalah yang telah berjuang membuat perubahan. Puisiku hanyalah sebagian kecil ppemucat bibir, pemerah telinga.
hanya puisi seperti ini:
Tuan bupati yang mulia
surat edaran sampean
membuat langit kelam
mulut dibungkam secara paten
“mana komitmen sebagai Marhaen?
Hutan hutan demokrasi kau bikin mati
katanya investasi,
tetapi kritik informasi dan aspirasi
malah dikebiri
Banyumas ya cablaka
apa adanya, ngapak ngapak
:ayo pada njelpak aja wedi dikeplak
(nuwun sewu nggih pak marjoko pak martono)
NANANG ANNA NOOR
———————-
LIHAT BERITA:
Rabu, 09/07/2008 14:18 WIB
Puluhan Wartawan Demo Tuntut SE Bupati Banyumas Dicabut
Bagus Kurniawan – detikNews
Banyumas – Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Banyumas menggelar aksi demo. Mereka menolak Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas tentang Pelayanan Informasi ke Media.
Aksi para jurnalis ini dimulai dari pojok Alun-Alun Purwokerto menuju kantor bupati, Rabu (9/7/2008). Mereka menuntut agar SE yang ditandatangani Bupati Banyumas Mardjoko nomor 480/2676 itu dicabut.
Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah poster. Mulut para peserta aksi juga ditutup selembar kain putih yang menggambarkan penutupan akses informasi oleh Pemkab Banyumas kepada pers.
Sesampai di depan pintu gerbang Kompleks Pemkab Banyumas, wartawan mulai berorasi. Saat wartawan datang, belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga-jaga di depan pintu gerbang.
Wartawan Indosiar Nanang Anna Nurani dalam orasinya menyatakan SE tersebut jelas-jelas memberangus kebebasan pers di Banyumas. Bupati berusaha menutup akses informasi di lingkungan pemkab. Semua yang berkaitan dengan pemberitaan baik di lingkungan pemkab dan dinas harus izin atau lewat humas terlebih dulu.
“Ini sangat bertentangan dengan semangat keterbukaan yang ada saat ini. Padahal orang Banyumas itu terkenal dengan cablakan (berbicara apa adanya-red),” katanya.
Nanang meminta agar bupati segera mencabut surat tersebut. Namun bila pihak bupati tidak melakukan pencabutan, wartawan mengancam akan melakukan pemboikotan terhadap semua kegiatan di lingkungan pemkab dan Bupati Banyumas.
“Kalau bupati hendak menutup semua akses informasi di Banyumas kami malah menduga bupati takut bila ada kebobrokan akan terungkap. Kalu juga memberikan batas waktu satu minggu untuk mencabutnya. Bila tidak kami akan boikot,” pungkas dia.(bgs/djo)
======================
Wartawan Banyumas Tuntut Pencabutan SE Bupati
10/07/2008 08:40:20 PURWOKERTO (KR) – Belasan wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Kabupaten Banyumas menggelar demonstrasi Rabu (9/7) sekitar pukul 10.00. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Banyumas mencabut Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas Nomor 480/2676 tentang Pelayanan Informasi Media Massa. Dalam demonstrasi itu, wartawan media elektronik Nanang Ana Nurani membacakan puisi tentang kondisi Banyumas pasca adanya SE Bupati. Menurutnya, Banyumas identik dengan ‘cablaka’ atau terus terang dan terbuka sehingga adanya SE bertentangan dengan sifat itu. “Banyumas terkenal cablaka, jadi SE Bupati justru mencederai sifat itu,” ujarnya saat berorasi. Selain pembacaan puisi, wartawan juga menyobek dan membakar duplikat SE Bupati Banyumas Nomor 480/2676 tentang Pelayanan Informasi Media Massa pada tempat sampah yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, mereka membacakan pernyataan sikap dan menyerahkannya kepada Humas Pemkab Banyumas, Ahmad Supartono. Koordiator aksi Agus Maryono mengatakan, wartawan menuntut pencabutan SE tersebut lantaran dinilai membatasi kebebasan pers. Dikatakan, turunnya SE berakibat pada sulitnya wartawan mencari informasi dari narasumber di lapangan. “SE itu diimplementasikan sebagai aturan yang tidak membolehkan mereka memberikan informasi kepada wartawan, sudah banyak jurnalis Banyumas terkendala surat edaran,” papar wartawan salah satu media cetak nasional itu kepada KR disela-sela aksi. Ditambahkan, adanya SE Bupati tersebut bisa menjadi penghambat datangnya investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten Banyumas. “Pada era reformasi dan keterbukaan saat ini, ternyata masih ada SE seperti itu. Dampaknya bisa luas, sebab karena sulitnya informasi, masyarakat atau investor tidak bisa mengetahui secara penuh apa yang terjadi di Kabupaten Banyumas,” tandasnya. (*-1/Ero)-c
============================
Wartawan Demo, Kabag Humas Dicopot
KOMPAS Jumat, 11 Juli 2008 | 20:43 WIB
BAMYUMAS, JUMAT- Bupati Banyumas Mardjoko mencopot Akhmad Supartono dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Jumat (11/7). Pencopotan melalui SK Bupati nomor 821:/359/2008 itu dilakukan menyusul aksi unjuk rasa wartawan pada Rabu lalu yang menuntut pencabutan Surat Edaran Bupati yang dinilai membatasi akses informasi bagi wartawan.
Sebagai pengganti, jabatan Kabag Humas dan Protokol Setda Banyumas akan ditempati oleh Eko Prayitno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Bina Keuangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyumas.
Pencopotan dan pelantikan pejabat baru itu diselenggarakan di Graha Satria seusai Bupati Banyumas menggelar acara coffe morning bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Banyumas. Bersamaan dengan itu Bupati Banyumas juga melantik Kusuma Astuti sebagai Kepala Bagian Umum Setda Banyumas.
Dalam sambutannya, Bup ati Banyumas mengatakan, pencopotan Supartono yang sudah lima tahun menduduki posnya itu dilakukan karena dia kurang berhasil menangani bagian kehumasan. Utamanya untuk menjalin hubungan dengan media, karena terjadi gejolak yang tidak berhasil ditangani dengan baik.
“Puncaknya, terjadi pada saat aksi demonstrasi oleh para wartawan beberapa waktu lalu. Kami khawatir, ke depan hubungan media dengan Pemkab malah semakin tidak kondusif. Pak Partono mungkin tidak cocok untuk bagian humas,” katanya menjelaskan.
Menanggapi pencopotan Supartono, anggota Komisi A DPRD Banyumas Hendro Kuncoro mengatakan, Bupati Banyumas salah alamat. Menurut dia, yang diprotes wartawan dalam aksinya dua hari lalu ituadalah kebijakan bupati. “Tapi kok, ini malah bupati menyalahkan bawahannya,” ucapnya.
Mestinya, lanjut dia, Bupati memeriksa kembali surat edaran yang dikeluarkannya itu. “Yang dibenahi itu adalah kebijakannya, bukan malah mencari kambing hitam dan mencopot bawahan seenaknya,” lanjutnya.
Surat edaran yang dipersoalkan para wartawan itu sendiri diterbitkan Bupati Mardjoko 20 Juni lalu. Isinya menegaskan bahwa informasi kepada wartawan hanya boleh diberikan oleh bupati sampai pejabat di tingkat kepala dinas. Padahal, wartawan selama ini biasa mendapatkan informasi pembangunan justru dari kepala-kepala seksi, sampai ke lurah dan camat yang dianggap lebih menguasai persoalan teknis di lapangan.
=============
LINTAS KEDU-BANYUMAS
SUARA MERDEKA 10 Juli 2008
Wartawan Tuntut SE Dicabut
PURWOKERTO-Puluhan wartawan di Banyumas dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik yang mengatasnamakan Komunitas Pekerja Pers Banyumas kemarin (9/7) melakukan demo, mendesak SE Bupati No 480/2676 terkait pelayanan informasi ke media massa dicabut. Toleransinya diberi waktu seminggu, kalau tidak para pendemo mengancam akan memboikot semua kegiatan bupati.
Aksi yang dilakukan di depan kabupaten itu diisi dengan aksi tutup mulut dan pembakaran salinan fotocopy SE itu. Bentuk protes juga disimbolkan dengan menanggalkan perlengakapan liputan seperti kamera, tanda pengenal media masing-masing.
Dalam pernyataan sikapnya, wartawan menilai munculnya SE Bupati tersebut telah menimbulkan kontroversi di berbagai pihak. Tak kurang dari pengamat media massa dan Dewan Pers telah meminta klarifikasi ke bupati.
Klarifikasi tersebut untuk meminta penjelasan lebih lanjut SE itu yang dianggap telah memberangus kebebasan pers dan membungkam akses informasi ke publik.
”Dewan Pers dalam suratnya menyatakan SE Bupati dinilai melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan berpotensi bertentangan dengan semangat UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi ke Publik, tapi kok malah Bupati membuat surat edaran yang bertentangan dengan hal itu,” kata Agus Maryono dari Harian The Jakarta Post selaku korlap aksi.
Menyesalkan
Karena itu, Komunitas Pekerja Pers Banyumas sangat menyesalkan dan menentang keras dengan dikeluarkannya SE itu. Surat itu lanjut Gusmar, panggilan akrab sang korlap, tidak sesuai dengan semnagat otonomi daerah di era reformasi.
Wartawan mendesak agar SE Bupati segera dicabut. Jika dalam waktu satu minggu SE yang mengatur kebijakan satu pintu bagi pers tidak dicabut, maka pekerja pers yang terlibat demo mengancam akan memboikot seluruh kegiatan Bupati Banyumas.
Bupati Banyumas Mardjoko saat kalangan pekerja pers Banyumas menggelar demo mendesak pencabutan SE terkait pelayanan informasi ke media, sedang berada di Bal.
Dimintai tanggapannya atas aksi tersebut, Mardjoko menyatakan tetap menganggap bahwa SE Bupati No 480/2676 yang telah dikeluarkannya tidak memberangus kebebasan pers, khususnya melarang wartawan untuk mendapatkan akses informasi dan data.
”Apa ada yang saya larang dan hambat. Selama ini kan juga teman-teman pers bebas mencari berita. SE bupati itu hanya untuk memperjelas ke jajaran internal Pemkab saja, agar saat memberikan keterangan keluar termasuk ke media itu yang benar-benar akuntabel dan sesuai dengan tupoksinya,” kata Bupati.(G22-55)
Juli 15, 2008 pukul 1:57 pm |
gue jadi penasaran pengin ketemu orangnya
kenalana doong
Juli 19, 2008 pukul 3:24 pm |
TERIMAKASIH INFO DAN KOMENTARNYA…jika kalian ingin tau lebih dalam ttg kami silahkan kunjungi terus dan ikuti perkembangan komunitas sangkanparan.
Juli 25, 2008 pukul 3:35 pm |
No Comment, just… tetep kreatif & berkarya. SEMANGAT!!
Agustus 15, 2008 pukul 2:15 pm |
nice movement to feed mass people to know ” the well educate film”
keep work hard guys
Agustus 15, 2008 pukul 2:16 pm |
insya allah akhir minggu dpn, saya dan dewi mau maen ke cilacap
semoga nanti bisa berkunjung ke sanggar
trims
Agustus 26, 2008 pukul 2:17 am |
untuk para pekerja film indonesia…untuk sinetron remaja kostum untuk pelajar SMA/SMP yang ditampilkan jangan terlalu melampaui batas. Saya guru SMA dan sering mendengar alasan dari siswa/siswi saya bila “berpakaian aneh” ke sekolah…..”kan ini bu yang ngetrend di sinetron remaja”…Astagfirullah……saya menghargai dan bangga dengan film indonesia..tapi yang lebih mendidik agar bangsa kita tidak kehilangan martabat ! maju terus film indonesia…
Oktober 13, 2008 pukul 2:41 am |
tziiiiiiiiip!!!!!!
November 16, 2008 pukul 9:05 pm |
Eyang harus bilang gini soal ulah cucu-cucu eyang di SANGKANPARAN: GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Sepertinya mimpi eyang sudah lama terjelma tanpa eyang tahu. Satu lagi yang sedang eyang impikan, cucu-cucu eyang bikin karya video, film tapi bukan dokumenter, tapi filem drama cerita dan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa yang dominan dalam karyanya. Kenapa harus filem cerita? Karena sejak kecil eyang sering mendengarkan berbagai dongeng cerita.. Dokumenter? Eyang lebih suka kalau sebutannya filem esai, filem puisi, filem do’a, filem catatan, filem pribadi, dst. Tapi itu tidak penting, yang penting cucu-cucu eyang sudah membuat video, apa pun jadinya, apa pun namanya. Karena video atawa filem sering sebagai media ‘terkunci’, maka kuncilah cahaya di seklilingmu dengan kasih sayang. Lensamu adalah penamu. Goreskan di mulai dari yang paling dekat denganmu.. Hatimu, halamanmu, dst..
EDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN…
November 17, 2008 pukul 9:51 am |
Menarik………..
Sebagai keturunan warga cilacap kami (saya bersama teman-teman komunitas mahasiswa cilacap di jogjakarta) bangga atas apa yang sudah di capai oleh komunitas SANGKANPARAN..karena cilacap bisa berbicara kepada indonesia siapa dia melalui seni dan karya (tidak dengan keberadaan nusakambangannya yg sekarang terancam tenggelam karena pembalakan dan pengedukan di mana-mana), disisi lain kami merasa sangat iri sekaligus malu, karena notabene sebagai putra daerah yang sedang menuntut ilmu dari berbagai disiplin ilmu tidak bisa berbuat apa-apa (di banding SANGKANPARAN), maka kami sebagai saudara muda (kita berasal dari daerah dan darah yang sama yaitu cilacap) SANGKANPARAN meminta banyak masukan, share informasi, ilmu, pelajaran sehingga kami bisa mengembangkan diri dan bersama-sama memajukan “cilacap bercahaya” (semoga bukan hanya slogan saja akan tetapi pada kenyataannya semakin redup cahayanya hanya karena kepentingan dan nafsu segelintir orang).
Salam ngapax……
November 17, 2008 pukul 4:26 pm |
salam ngapakz….. satu bahasa bahasa ngapakz….
wah terus terang kami (saya dan bersama temen-temen komunitas mahasiswa cilacap di yogya)sangat kagum dan haru, ternyata kami kalah atau belum tahu apa-apa, saya ucapkan terima kasih terhadap mas imam di cangkirnya karena telah memperlihatkan kami sebuah realitas kehidupan yang begitu nampak dan tak terkira ternyata banyak sekali yang peduli dengan budaya daerah kita.
seperti halnya di salah satu lirik dari lagu cilacap bercahaya dimana ada sebuah pesan yang tersirat disana
bangun terus daerah kita …..
menuju sejahtera…..
untuk seluruh rakyat cilacap…..
tercinta…..
November 21, 2008 pukul 7:09 am |
hebattt……………. akir nya aku nemuin web yang info Up2 date
ow iya kalo pihak FreeMovieMakassar mau buat parade film indie di makassar trus mau nampilin karya temen teman yang ada di luar cara nya gimana yachhh!!!!
Pliss bantu kami dong bang!!!!
November 23, 2008 pukul 4:49 am |
Blog yang asik..
Mohon ijin link ke senimantegal.blogspot.com
Semoga bisa saling share…
Ayu bareng2 bikin festival film se – Jawa Tengah
Call Us…
November 23, 2008 pukul 4:12 pm |
Untuk Bagaskara, ya saya sudah melihat seniman tegal..NICE..dan teruslah semangat membangun daerah ! ingat jangan buat karya kayak sinetron2 Indonesia ya..!buat film yg mendidik ..agar Indonesia bisa menjadi CERDAS…
BUAT FREEMOVIE MAKASAR…
boleh saja..dan kalo sobat mau film2 kita bisa diputer disana, layangkan saja surat pemberitahuan, kalo film kita diputar disana, jadi kami tau. Selain itu, kami juga diberi laporan informasi penyelenggaraan acara disitu..
SOBAT bisa contact saja rekan2 Sangkanparan melalui cp dibawah ni:
Wahyu Pilax 081327535095
Insan Indah Pribadi : 08121563110
November 29, 2008 pukul 11:13 am |
mas inas gmna kabar?
lama ga ketemu……….
masi sibuk dengan rutinitasnya kah?
November 30, 2008 pukul 2:02 am |
Benteng Pendem adalah sebagian dari benteng yang ada di negara kita yang harus di jaga …. Buat film tentang Benteng suatu ide yang sangat Menarik… itu adalah cita cita saya tuk mengangkat theme klasik seperti itu GW dukung bangett bro…..
Desember 1, 2008 pukul 10:29 pm |
HALO THOMAS..kmu pakabar juga? ya beginilah aku ….doakan selalu ya…
BUAT IMAM makasar…YOI kamu bener banget pren
Februari 19, 2009 pukul 9:57 am |
wis jan sip….sing penting ada usaha dan hasil..dr pd g ad usaaha..teruskan kreasimu..diaz alumni smu 2 lulusan th 2000
Maret 31, 2009 pukul 5:58 am |
LUANGKANLAH SEDIKIT WAKTU ANDA UNTUK MEMPELAJARI BAGAIMANA CARA MENGHASILKAN RUPIAH YANG SANGAT SPEKTAKULER DAN SIGNIFIKAN HANYA DI ROMYPSM.BLOGSPOT.COM . SAYA SEDIAKAN 6 LINK KHUSUS UNTUK ANDA
Juni 3, 2009 pukul 2:29 am |
aq anak smk 1 panji situbondo
aq leh kutan gabung ma kalian ga’?