MALAM MINGGUnya SMAN1 CILACAP

Juli 24, 2007

(sekilas berita)

foto-film1.jpgMalam Minggu, terkesan dengan keromantisan anak muda yang sedang kasmaran..Apalagi besok hari libur, bisa lebih lama berduaan dengan si dia. Namun Malam minggu yang satu ini sungguh beda. Berkaitan dengan Malam Keakraban Siswa/i baru SMAN1 Cilacap, maka tepat pada hari Sabtu, 21 Juli 2007 diadakanlah PEMUTARAN FILM PENDEK versi SMAN1 Cilacap. Pemutaran Film tersebut dimaksudkan, selain untuk menghibur para siswa/i baru sekaligus sebagai media pengenalan dan promosi kepada para siswa/i agar mereka tau, bahwa di SMAN1 Cilacap mereka bakalan mendapati Film sebagai salah satu tugas yang akan mereka hadapi kelak.

foto-film2.jpgErlangga, ketua OSIS yang saat itu ditodong dengan berjuta-juta pertanyaan oleh para wartawan mengatakan ” Kebetulan ide Pemutaran Film itu ada, sekaligus pemberitahuan kepada para siswa baru, kalo di SMAN1 ada tugas bikin Film, khusus untujk anak yang nantinya memilih jurusan Seni drama. Selain itu, rencananya untuk ditahun-tahun kedepan, format pemutaran film nya akan ditambah dengan diskusi bersama para pembuat filmnya langsung. Untuk sementara sekarang belum bisa seperti itu.

Pada sore itu diputarlah beberapa film diantaranya :

“JAMBRET” – produksi SMANIC, “Sepatu Vs Sandal”-IDe production, “Dimana Tempatku”- Adritama production dan “Ketika Mereka Ada” – Pilax Production, selain itu, diputar juga Profil SMAN1 Cilacap di sela-sela acara pemutaran Film.


SMAN1 CILACAP dengan FILM BARUNYA

Juli 16, 2007

Bulan Juli Minggu ke 2. adalah hari-hari pertama masuk sekolah. Begitu kaki diinjakkan pada gedung sekolah SMAN 01 Cilacap, maka kreatifitas siap di adu. Karena pada hari itu juga, banyak ditemui para siswa yang mengumpulkan hasil karyanya. Penasaran?

Anang Nurasa Madurasa..hanyalah seorang guru biasa, yang mengajar di SMAN1 Cilacap. Namun semangat untuk menggebleng kreatifitas pelajar itu yang patut diacungi jempol. Terbukti, saat ini ada sedikitnya 20 Kelompok yang diwajibkan untuk membuat FILM pendek sebagai tugas sekolah. Dengan demikian tak perlu ditanyakan lagi bahwa FILM di sekolah tersebut sudah masuk dalam kurikulum (bukan ekstrakurikuler lagi).

Dirinya mengungkapkan, bahwa untuk kedepannya diharapkan adanya kepedulian dari Dinas terkait untuk lebih memperhatikan kreatifitas pelajar. Terlebih dukungan dan juga kekuatan untuk menopang majunya kreatifitas anak demi mengangkat citra Daerah, agar bisa menjadi lebih baik.

Sebagai pengajar, Sebenarnya banyak yang ingin dia lakukan, salah satunya adalah dengan melakukan hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti para pegiat Film Lokal. Sebagai contoh, dengan memberikan tugas kepada para siswanya, otomatis hubungan komunikasi antara siswa dan masyarakat dapat terbangun dengan sendirinya, apalagi dalam melakukan proses produksi pembuatan film, yang mustahil dapat mereka lakukan sendiri tanpa bantuan dari berbagai pihak.

Beberapa siswa menyatakan dirinya menemukan dunia yang baru, ” Ternyata bikin Film itu enak ya…asik..” ada juga yang hanya diam, dan mengagumi hasil karyanya sendiri..”Jebule maen yahh…Ah ngesuk gawe film maning lah..” Hal-hal seperti itulah yang sering dijumpai ketika kita nekad tanya secara langsung pada salah satu anak yang saat itu sedang produksi film.

Mengangkat Unsur Lokal

e1.jpgESTU, sebuah film garapan PiNujuLAn production ini mampu mengangkat sisi lokal kehidupan orang desa di Cilacap. Meski tempat dan daerahnya tidak disebutkan, namun sudah cukup menggambarkan bahwa kesehariannya itu berada di sebuah desa Cilacap.

Sebagai seorang desa, yang benar-benar kuper dan lugu, Saring menyatakan ingin pergi berlibur ke sebuah  tempat. Teman, temannya menyarankan pada dirinya, alangkah baiknya jika pergi ke kota Pake ESTU. Namun saran tersebut dibantah oleh Saring, karena dianggap kurang ajar. Beberapa temannya lagi malah menyarankan agar segera memesan ESTU, yang katanya murah. Mendengar hal tersebut Saring memberanikan dirinya untuk memesan ESTU. Namun alangkah kagetnya Ia, ketika ia menanyakan hal tersebut kepada Estu. Estu langsung marah, sewot dan malah menangis. Selang beberapa saat kemudian, barulah Saring tau , kalau ESTU yang dimaksud oleh teman-temannya adalah BIS kota yang berlabel ESTU.

ESTU, produksi bersama Pinujulan prod – durasi 15 menit

Selain film fiksi, ada juga beberapa kelompok yang membuat film dokumenter berdurasi pendek ( 5 menit) Simak saja cerita seorang penjual abu keliling bernama Saring.

shar.jpgDengan keadaan dirinya yang memiliki kekurangan pada tubuhnya, ia tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup ini. Apalagi ia memiliki semangat dan juga keinginan yang mulia. Salah satu keinginan yang belum tercapai sampai saat ini adalah Ingin memberangkatkan Bapak dan Ibunya pergi HAJI

Demikian laporan singkat rekaman kejadian di Cilacap dalam perkembangan singkat diatas udara yang masih ramah berhembus (kami nantikan komentar anda)- Insan Indah Pribadi


TERIMAKASIH KAWAN

Juli 13, 2007

SAYA, mewakili seluruh crew dan juga kreatif insan Sangkanparan mengucapkan TERIMAKASIH atas perhatian rekan-rekan semua, atas kepedulian dan juga DOA yang dianginkan dan dialirkan untuk tertumpah di hati yang paling dalam.

PERNIKAHAN kami berjalan lancar, dan semoga saja semangat kami tak luntur, dan kami tetap mencoba untuk berdiri diatas dasar kepribadian dan watak bangsa dalam lingkaran Nurani budaya Bangsa untuk tetap menjunjung tinggi nilai luhur Budaya Bangsa..heheehe..kayaknya patriotis banget yah?

OK..TERIMAKASIH KAWAN…kami tunggu berita-berita terbaru dari kalian semua TETAP SEMANGAT, TERUS EKSIS, dan BERTAHAN UNTUK TETAP KREATIF !! ( Dewi Kusumawati)