Kerja keras pelajar SMA Negeri 2 Purbalingga akhirnya membuahkan hasil. Keinginan besar mereka untuk bisa belajar membuat film telah kesampaian. Tiga karya film pendek sekaligus siap meluncur di hadapan publik.
Tasmini, Boncengan, dan Lunas adalah judul karya yang mereka garap selama sepekan mengikuti workshop pembuatan film pendek. Dan ketiga film tersebut adalah hasil workshop film CLC (Cinema Lovers Community) untuk SMA yang digelar pada 6-12 April 2007 lalu.
Tasmini yang dibesut sutradara perempuan, Evi A. Wahyuni ini berkisah tentang seorang suami yang kesehariannya bekerja sebagai kuli rangsang (panggul) di pasar. Pada suatu hari, kesalahpahaman terjadi. Sang istri sempat termakan omongan tetangga yang mengatakan si suami menyeleweng dengan perempuan bernama Tasmini. Tapi justru saat pulang dari bekerja, sang suami mempersembahkan istrinya sebuah tasmini.
Boncengan yang juga dibesut sutradara perempuan, Riza Saputri bercerita seputar kehidupan rumah tangga. Bapak, ibu, dan seorang anak perempuan yang masing-masing mempunyai persoalan namun berhubungan erat. Pada akhirnya orang harus sadar bahwa barang berharga adalah barang yang mempunyai nilai kegunaan dan manfaat.
Sementara film Lunas yang disutradarai Shuheto Hendry mengisahkan sebuah keluarga sederhana nan miskin yang kesulitan dalam membiayai pendidikan anak. Mendatangi tetangga-tetangga untuk meminjam uang pun tak didapat. Apalah kata, musibah menimpa salah satu dari keluarga itu. Namun perjuangan mereka tak sia-sia.
Sutradara film Lunas, Shuheto Hendry, mempunyai kesan bahwa ternyata membuat film itu tidak semudah yang ia kira. “Pemahaman kami saat menerima materi workshop ternyata berbeda dengan penerapannya,” tuturnya.
Namun, Shuheto dan teman-temannya merasa tidak kapok membuat film. “Kami jadi tahu, film yang kami tonton selama ini ternyata bikinnya rumit,” ungkap pelajar yang berjanji akan meneruskan dunia film saat kuliah nanti.
Hal senada diungkapkan Evi A. Wahyuni, Gadis manis yang sebentar lagi menginjak bangku kelas XI ini merasa pengalaman membuat film itu mengasikkan. “Kami mendapat pengalaman yang sangat berharga. Dan rasanya kami harus terus bikin film, mumpung masih muda,” jelasnya.
Pegiat CLC Heru C. Wibowo mengatakan, minat dan antusias pelajar SMA Negeri 2 Purbalingga sangat besar namun tidak direspon dengan baik oleh pihak sekolah. “Kami tidak tega melihat semangat mereka. Karena itu workshop tetap digelar, dengan resiko seluruh biaya dan peralatan dari CLC,” tuturnya.
Heru menambahkan workshop pembuatan film pendek ini merupakan salah satu program CLC untuk mencari bibit sekaligus regenerasi. “Kami terbuka pada sekolah mana saja atau perkumpulan apa saja di Purbalingga untuk menggelar workshop film,” ungkapnya.
Rencananya, film-film ini diputar perdana pada gelaran “Satu Tahun Kita Bersedih” untuk memperingati satu tahun pelarangan program Bioskop Kita dari CLC oleh Pemkab Purbalingga yang dikemas dalam bentuk Parade Film Purbalingga, berupa pemutaran seluruh karya film indie Purbalingga, pada 7 Juli 2007 mendatang.
Ketiga film perdana garapan para pelajar itu telah dikirimkan ke ajang Surabaya 13 Film Festival (S13FFest) dan Hellomotion Festival Jakarta. Dengan subtitle (teks) Inggris, film-film ini pun siap meluncur ke pasaran internasional, menyusul beberapa film yang dikompilasi CLC sebelumnya.
Juli 9, 2007 pukul 10:33 am |
Saya sangat salut dengan ketekunan teman teman SMU di Purbalingga. Aku nonton parade rasanya rame buanget. Tapi ya itu tadi, sempat terkejut, masih banyak film yang digarap secara amatiran. Tapi ya maklum namanya juga masih belajar.
Banyak film purbalingga yang berhasil, menurut Dimas JY, banyak menang karena kebetulan, angelnya bagus (spt Bioskop kita lagi sedih, yg kebetulan angelnya pas). Penggarapannya jauh dari harapan.
tapi tetap bravo, meski kang bowo selalu menang karena kebetulan
Juli 16, 2007 pukul 4:44 am |
Sopo ki Lidya insani, siapa bilang bowo menang karena kebetulan, lha aku rajin bertahajud lhoooo jadi ada usaha dan ichtiarnya… fitnah itu kalo kemenangan bowo karna kebetulan, Masya Alloh…!
Januari 16, 2008 pukul 10:59 am |
inyong seneng banget dadi wong purbalingga.saiki bocahe wis pinter2.tapi inget”sa duwur-duwure gunung isih duwur dengkul,sa duwur duwure dengkul isih duwur gundul,sa duwur duwure gundul isih duwur kang maha luhur”
Januari 30, 2008 pukul 3:16 am |
saya alumni SMA N 2 Purbalingga periode 2005, dengan jujur saya akui kebanggaan saya terhadap perkembangan yang cukup baik pada SMA N 2 PBG. terus berkarya dan pantang menyerah saudara-saudaraku yang saya cintai karena Alloh….
Bravo SMANDA….
salam SMANDA….
eko sis/ FE UNS-Solo
Februari 18, 2008 pukul 8:05 pm |
nah kaya kuwe li,dadi bocah sekolah sing pada kreatip aja isine mung udud2an karo mbekur thok….
gawe film sing akeh ben smanda pinsa bisa terkenal.
pokoke imajinasi tiada henti lah……!!!!
prom :UNDERBRUG Generation 05-06
Februari 22, 2008 pukul 8:36 am |
Saya kurang begitu terkesan dengan film ini karena saya tidak dimainkan disitu, saya sangat kecewa dengan ini
Maret 4, 2008 pukul 3:22 am |
saya sangat bangga karena kalian adalah pengharum purbalingga. buat purbalingga terkenal denganhasil tangan kalian. salam.
Maret 12, 2008 pukul 7:09 am |
kalau boleh saya mau main di film tasmini2 untk jadi pemeran pengganti di adegan action. salam buat anak2 di smanda yang sekarang mungkin klas 2.
Maret 19, 2008 pukul 2:33 am |
hore,…samnda hebat,,,,,,,
hebat lah,,,,
namaku FEbri…lulusan 2007
dan sekarang di international garment training centre
banggalah buat smanda….tapi pihak sekolah kkurang mendukung kegiatan ekskul ini, dan cenderung memihak pada merpati putih
Maret 21, 2008 pukul 8:12 am |
hay,selamet ya atas keberhasilan sman 2 purbalingga udah bikin film yang bisa diliat disemua kalangan indonesia?gw sebagai orang purbalingga juga ga cuma bisa ngasih ini ja?from:jun aril wong purbalingga
April 25, 2008 pukul 3:41 am |
whueleh….whueleh!!.Ane bayu loe2san 2007 Ytc.xmanda pbg.
Slamat dech bwt AntuM semua!!.Gitu donk>>>>mengharumkan nama xma Qt. TERuSZZZ BERKARYA,bErKaRy@ TeRuSSzzzz!!!!
Pebri,ente kemane ajje???.imuTT kadang nanyain NooHHHH???.sorry bozz.
Mei 6, 2008 pukul 10:48 am |
filme yayank..
~
Juli 6, 2008 pukul 12:23 pm |
fileme apik juga tuh….!!!???
Juli 6, 2008 pukul 12:26 pm |
aku mewalili alumni thn 2003 sangat puas dgn prestasi adik-adik sekalian, maju terus pantang mundur!!!!!!!!!!!?????????
Agustus 21, 2008 pukul 2:48 pm |
W.O.W……………….WOW!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
HEBAT….SALUT DECH WAT SMANDA…
SGB ALUMNI SMANDA 2007 Q BANGGA BGDZ DECH….
SUKSS TERUZ SMANDA….TUNJKN BHW SMANDA BZ….BUKN CM M150 TOX YG BZ…OK!!!!!!!!
September 5, 2008 pukul 7:26 am |
aku dwiratna ankt2001 bravo deh buat smanda…seneng denger kabar baek kaya gini terrus maju yah..
dwi lulusan 04/fisip Unair Sby–
Oktober 21, 2008 pukul 5:03 am |
SMANDA Kreatif..ga kyk SMA KJB yg kurang iptek…
wakakakaa
November 16, 2008 pukul 12:35 pm |
hore!!!!!!!!!!! akhirnya q jd artis! sombong mbox!
November 24, 2008 pukul 6:44 am |
Rasah gede endase sit, nembe dadi artis kampung be wis sombonge sundul langit.
nongkie 3IPS3 2002
November 24, 2008 pukul 9:14 am |
Selamat buat SMU N 2 Purbalingga. Terus belajar dan berkarya demi kemajuan bersama.
Sohirun, lulusan th 2000, sekarang kayak apa ya sekolahane……udah 8 tahun aku tinggalkan sekolahku tercinta. Dulu waktu aku sekolah belum ada tembok kelilingnya lho…..ngeri kan. sekarang kayak apa ya….aku pengin bgt main, tapi ndk sempet. Sekarang aku di semarang.
Oya, kalo temen2 pengen kenalan silahkan ketemu saya disini:
Friendster : sohirunfriends@yahoo.co.id
Blog: http://sohirun.blogspot.com
Terima kasih
Januari 30, 2009 pukul 1:31 am |
Lumayan untuk newbei, but salut meski aku telat nontone.
salam buat angkatan 98. nda sia2 kta babat alas dulu, yang penting adek2 bisa berjaya.
Februari 19, 2009 pukul 10:00 am |
wis jan sip….yg penting ada kreasi dan usaha…orang sirik itu biasa dan jangan jd batu sandungan…teruskan kreasimu…alumni smu 2 lulusan th 2000
Mei 4, 2009 pukul 4:05 am |
ass, wah salut bgt, 5 tahun lepas dri SMANDA ernyata kemajuannya pesat bgt skrg, semangat terus adik2ku, kpn ni ada siswa smanda yg muncul main di film bioskop ??
he…. semangat !!!!