PILAX merekam PAHITNYA HIDUP

Mei 28, 2007

edan1.jpg edan21.jpg

mereka masih punya rasa lapar..mereka tidak peduli pada apa yang terjadi pada dirinya. Tapi mereka tetap ada disekitar kita.

KETIKA MEREKA ADA, sebuah film besutan Ari Wahyu atau yang sering dipanggil dengan julukan PILAX ini mampu membuat para penontonnya diam sejenak. Lantas apa yang mereka pikirkan?

Sebagian tertawa, sebagian menjerit, melihat beberapa potongan gambar ekstrim, tapi sebagian juga ada yang gigit jari, “Eh kok bisa ya hidup kayak gitu?”, “Ya ampun, minum air apa tuh” ” Gila nih …” dan macam-macam statmen teman-teman yang disuguhi tontonan oleh pilak lewat film KETIKA MEREKA ADA.

Berdasarkan rasa penasaran akan apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang terlantar disekitarnya, maka Pilaks merekam kehidupan mereka menjadi film pendek berdurasi 5 menit lebih sedikit. Dan rencananya film ini akan discreening di beberapa sekolah, lewat program yang dijalankan oleh SANGKANPARAN pada tiap bulannya.Selain di screening dari daerah ke daerah lain, film ini juga akan diikutsertakan kedalam festival film yang ada di Indonesia.

Penasaran? tunggu aja pemutaran filmnya di tempat-tempat yang sudah diagendakan oleh sangkanparan.

Untuk yang tertarik dengan film ini ..

bisa langsung hubungi aja Ari Wahyu 081327535095

atau datang ke sangkanparan community


MENGGUGAT KEBERADAAN TUHANNYA

Mei 28, 2007

salah-satu-adegan.jpg rina.jpg ryan.jpg

Mei 2007, adalah awal bagi Anang Rahmatdie untuk mencoba membuat sebuah Film. Dengan konsep sederhana namun sarat dengan makna Filosofis ini, Anang berhasil menyampaikan permasalahan hidup sebuah keluarga lewat media Film.DIMANA TEMPATKU, adalah sebuah film tentang kisah hidup anak manusia yang menggugat keberadaan Tuhannya,berkonflik dalam hidup, rapuh, terpinggirkan, mempunyai semangat untuk terus belajar, namun dunia pendidikan disekitarnya masih belum dapat memberikan kesempatan untuknya.

Film Pendek dengan durasi 10 menit ini, mampu mengangkat suasana asli kehidupan di daerah Cilacap. Dengan bahasa Jawa Cilacapan yang digunakan sebagai bentuk kepedulian si Pembuat Film terhadap perkembangan budaya Cilacap.

Anang (panggilan akrab) sang sutradara,melibatkan para pelajar di Cilacap sebagai pemain dalam film ini.

Film ini digarap bersama komunitas Sangkanparan, dengan mengusung pemaknaan “Bikin Film itu Asik Murah dan Menyenangkan” Coba saja tanyakan pada Anang, Budget untuk Film yang satu ini. Sudah pasti sangat murah. Dewi Kusumawati-pusat data komunitas Film Sangkanparan menjelaskan “Film yang dibuat Anang memiliki kekuatan filosofi dan perenungan, semua gambarnya selalu dijelaskan dengan kata-kata, jadi si penonton dapat dengan mudah mengerti apa yang disampaikan dalam Filmnya”Selain diikutkan dalam ajang Festival Film tk Nasional, Film ini akan diputar di beberapa sekolah di Cilacap. Nantikan saja Pemutaran Perdananya.(InFree)


PELATIHAN JURNALIS ANAK

Mei 28, 2007

belajar1.jpg belajar-5.jpg

ANAK-ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJARBenteng Van der Wijck, yang berada di kota Gombong ini menjadi tempat bertemunya Anak-anak dari berbagai daerah. Pertemuan anak-anak antar daerah dalam Temu Forum Anak se DIY-Jateng ini digagas oleh 12 GSM (Gerakan Swadaya Masyarakat). GSM Cai Kahirupan-Cilacap, GSM Minomartani-Purwokerto, GSM Mudimakmur-Jepara, GSM KKS (Kel Kerja Soegiyopranoto)-Semarang, GSM Sidomulyo – Semarang, GSM Sukosiwi – Surakarta, GSM Marudisiwi – Boyolali, GSM Bakti Kasih – Klaten, GSM Mitra Anak Sejati – Jogja, GSM Tumbuh Kembang Anak – Jogja, GSM Yoga Kinasih – Jogja, dan GSM Citra Kasih- Magelang.

Cicilia Elisabeth Admintarsih selaku panitia lokal dari GSM Cai Kahirupan Cilacap, menjelaskan “Temu Forum Anak ini dilaksanakan setiap 4 Bulan sekali, nah kebetulan pada Mei 2007 ini kami mendapat giliran menjadi Tuan Rumah”

Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Jum’at 25 Mei 2007 s/d Minggu 27 Mei 2007. Acara yang digelar di Benteng yang diresmikan oleh Jendral Tysno Sudarto, kepala Staf Angkatan Darat pada 5 Oktober 2000 ini, memang tergolong mengasikkan. Karena selain anak-anak dapat bermain dan mengenal daerah di sekitarnya, mereka juga mencoba membangun hubungan komunikasi antar anak-anak yang sebelumnya tidak mereka kenal, dan untuk selanjutnya mereka dapat membentuk sebuah tim kerja yang baik.

 belajar4.jpg belajar2.jpg  

belajar-3.jpg belajar-4.jpg belajar-0.jpg

 Pelatihan Jurnalistik AnakUntuk membekali anak agar dapat mengerti secara langsung dunia media, berita dan sejenisnya, maka tepat pada hari Sabtu, 26 Mei 2007 diadakanlah Pelatihan Jurnalistik Anak. Dengan Pembimbing yang sudah malang melintang di dunia Jurnalistik Sunaryo, dan Andreas Sigit Harsanto dari Suara Merdeka, membuat anak-anak menjadi terpana. Entah karena kegantengan para pembimbingnya atau karena tekhnik presentasinya.Selain Sunaryo, dan Sigit, hadir pula Insan Indah Pribadi – president community of Sangkanparan dan Wharie – Kreator Seni Sangkanparan, untuk membantu jalannya acara.Dalam Pelatihan tersebut, dijelaskan Pengertian Berita, Media, sampai bagaimanakah cara mereka menulis Barita, artikel, dan segala hal tentang Jurnalistik. Acara yang dibagi menjadi 3 sesi itu, menghasilkan beberapa jenis madding dengan kekhasan dan keunikan yang sangat beragam.Tidak hanya duduk mendengarkan dan mengerjakan tugas, tapi anak-anak juga diberi kesempatan untuk berpresentasi mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi, dan juga menjelaskan apa yang mereka kerjakan selama praktek berlangsung. Pelatihan Jurnalistik Anak, diakhiri dengan jabat tangan, peluk erat dan keharuan. Banyak anak-anak yang meminta alamat, nomor telepon dan juga tanda tangan para tentor/pembimbing.(kayak artis aja)Acara Temu Forum anak masih terus berlangsung sampai hari Minggu 27 Mei 2007.“ Abis ini biasanya kita Out Bond, Mas…Mbok Masnya jangan pulang dulu, ikut Out Bond aja ..” kata Linda salah seorang peserta Temu Forum Anak, kepada para Pembimbing Pelatihan Jurnalistik Anak. Next info : Menyambut Hari Anak Nasional pada Bulan Juli 2007, maka mereka berencana akan mengadakan Audiensi dengan Gubernur Jawa  Tengah. Pertemuan tersebut salah satunya untuk membicarakan tentang keadaan anak-anak di setiap daerah, serta kepedulian Pemerintah terhadap perkembangan anak-anak bangsa Indonesia.