Mei 22, 2007
Baru-baru ini, Sangkanparan memberikan impulse kreatif bagi masyarakat desa. Terbukti dengan lahirnya film pendek bertajuk KEMENANGAN yang menceritakan tentang perjuangan bangsa Indonesia.
Film dengan durasi 10 menit 42 detik ini dilakoni oleh para pejuang cilik dari esa Pengrango Kroya –Cilacap
Anshar Basuki B, selaku penulis cerita mengungkapkan :
“Dengan hadirnya film ini, kami mencoba untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak, selain itu juga untuk menumbuhkembangkan semangat berkarya melalui jalur film”
Film ini diproduksi secara sederhana. Hanya dengan menggunakan kamera mini DV Sony TRV dan dibantu beberapa person filmaker yang tergabung dalam sebuah wadah kecil Sangkanparan.
Wahyu Pilaks sebagai kameramen merasa sangat senang dengan proses pembuatan film tersebut. Tidak Cuma mengambil anggel dari tempat yang landai, namun ia juga merelakan dirinya untuk naik ke sebuah pohon yang tinggi. Biar bisa nyoting dari atas.(red-Dewi)
Leave a Comment » |
BERITA TERBARU |
Permalink
Ditulis oleh sangkanparan
Mei 22, 2007

Sekilas ide cerita Film Benteng Pendem ungkapan Dewi Kusumawati :
Bangunan Benteng Pendem yang berada di Cilacap ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah bagi perjuangan bangsa Indonesia. Diantara benteng – benteng yang dibangun oleh penjajah, benteng pendem memiliki keunikan tersendiri yaitu bangunanya yang dibuat dibawah permukaan tanah. Benteng ini juga berada ditempat yang strategis tepat di depan pantai Teluk Penyu dan berseberangan dengan pulau Nusakambangan.
Tetapi saat ini sebagai bangunan bersejarah, benteng ini memiliki nasib yang sama dengan benteng – benteng yang ada diseluruh Indonesia. Sebagian bangunanya sudah menjadi lahan industri dan sebagian yang masih utuh kurang terpelihara dengan baik.
Karena beberapa alasan tersebut, akhirnya kami coba untuk membuat dokumentasi berupa gambar yang akan tetap bisa dilihat. Karena dokumen – dokumen yang kami dapat berupa tulisan dan foto sangat sedikit. Itupun kalau dicocokkan dengan keadaanya yang sekarang ada beberapa perubahan disana- sini.
Kami mencoba menyertakan juga beberapa komentar dan penjelasan mengenai Benteng Pendem Cilacap. akhirnya kami berharap film ini bisa menjadi salah satu dokumen dan juga peninggalan yang bisa ditonton oleh generasi berikutnya yang bisa memelihara dan mendokumentasikan lebih lanjut tentang kondisi benteng dan tidak melupakan sejarah benteng pendem.
Heru – Pelaku Budaya – MATaYA Solo:
Permasalahannya adalah bagaimana caranya masyarakat menjadi berpikir untuk peduli terhadap Benteng Pendem.
Ya mungkin salah satunya adalah dengan membuat acara-acara yang bertajuk budaya di kawasan sekitar Benteng Pendem. Jadi secara tidak langsung, masyarakat menjadi mengerti akan Benteng Pendem dan mulai mencintai daerahnya, yang kemudian tergugah untuk merawatnya.
Amin – pengamat sejarah -Yayasan LPTP Solo:
Kita melihat banyak bangunan-bangunan bersejarah yang terbengkalai, itu menunjukan bahwa kita kurang menghargai terhadap artefak-artefak bersejarah, yang itu sebenarnya dapat dijadikan bahan pelajaran kita untuk mengenal masa lalu.
( UNTUK INFORMASI TENTANG FILM Hub : Insan 081 21563110)
& Komentar |
BERITA TERBARU |
Permalink
Ditulis oleh sangkanparan
Mei 22, 2007


Laporan Singkat Jum’at 18 Mei 2007 s/d Minggu 20 Mei 2007, Sangkanparan mengajak teman-teman JKFB (Jaringan Kerja Film Banyumas) untuk berkunjung ke Ciruyung. Sebuah desa diats bukit, di kecamatan Karangpucung Kab. Cilacap.Melewati jalan yang berkelok dengan nuansa alam yang sangat mempesona, akhirnya mereka sampai pada sebuah persinggahan milik Mantan Kepala desa Ciruyung, Bp.Sarmono.Hanya rasa lelah yang akan terhapuskan ketika kami melihat pesona desa yang begitu indah. Anak-anak bermain disungai, Ibunya mencuci baju dihilir, dengan ombak yang menerjang dan bebatuan yang kokoh. Bowo Leksono, seorang pegiat perfilman CLC yang saat ini bekerja di Jakarta menyatakan sangat senang berada di desa Ciruyung. Sayangnya waktu begitu singkat untuk berada di desa tersebut. Sebenarnya kami ingin mengajak teman-teman untuk bersama-sama naik ke atas untuk menyaksikan Indahnya Curug Mangir (Air terjun)Pertemuan JKFB diatas puncak Ciruyung adalah yang pertama kalinya. Dalam kegiatan ini hadirlah Rekan-rekan JKFB Cilacap : Insan, Dewi, Whari, Leni, Wahyu Pilax, Purwokerto : Bayu, Yunika, Angga, Sihar, dan dari Purbalingga : Bowo dan Heru.Selain membicarakan polemic tentang FFB (Festival Film Banyumas) kami juga membicarakan agenda terdekat dan terjauh. Untuk membangun jaringan antar komunitas yang lebih kuat lagi, serta memberikan dukungan kepada para pelajar di setiap daerah untuk semankin melek Film.
Leave a Comment » |
BERITA TERBARU |
Permalink
Ditulis oleh sangkanparan